<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170</id><updated>2012-01-28T03:55:07.042+07:00</updated><category term='Cita-Cita dan Masa Depan'/><category term='Jurusan dan Peminatan'/><category term='Ujian dan Penilaian'/><category term='Membaca dan Menulis'/><category term='Internet'/><category term='Opini'/><category term='Budi Pekerti'/><category term='Lingkungan Sosial'/><category term='Belajar dan Mengajar'/><category term='Curhat'/><title type='text'>Catatan Dunia Pendidikan Indonesia</title><subtitle type='html'>Jadilah Pelajar Kreatif nan Kritis yang Akan Memajukan Indonesia di Masa Depan!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-2793106394995546528</id><published>2012-01-02T19:27:00.001+07:00</published><updated>2012-01-02T19:32:35.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar dan Mengajar'/><title type='text'>Mengajar dan Uang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-F8un347FfsU/TwGh-6W1SDI/AAAAAAAAAKg/9lLGznwmZPY/s1600/uang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="http://4.bp.blogspot.com/-F8un347FfsU/TwGh-6W1SDI/AAAAAAAAAKg/9lLGznwmZPY/s320/uang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di saat saya masih belajar sebagai Mahasiswa. Baik di kelas lewat ‘celotehan inspiratif’ maupun serpihan inspirasi yang saya kumpulkan di sepanjang jalan yang saya lewati. Ada beberapa teman saya yang sudah menjadi guru. Mereka mengajar. Ada yang menjadi pengajar komersil di bimbel atau privat, tetapi ada juga yang menjadi pengajar sukarela di rumah belajar, rumah baca, atau apalah namanya. Keduanya memang sama-sama dibutuhkan mahasiswa. Menjadi pengajar komersil untuk tambahan uang di tengah harga bahan pokok kuliah (buku, fotocopy, pulsa, dll) yang terus melambung dan menjadi pengajar sukarela untuk melatih sensitivitas mahasiswa terhadap masalah akar rumput. Akan tetapi, tetap saja, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Salah dua perbedaannya adalah soal persiapan sebelum mengajar dan dibayar atau tidaknya seorang pengajar.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, 4 jam lagi ada panggilan ngajar nih di blablabla (tempat dirahasiakan). Mendadak banget sih. Gimana persiapannya coba.” Ujar teman saya dengan agak panik sambil mencari buku rangkuman pelajaran IPS yang dia punya saat SMA. Itulah sedikit ilustrasi bagaimana pengajar komersil menyiapkan dirinya saat ingin mengajar. Mereka biasanya membaca materi yang seringkali sudah sempat dia pelajari, tetapi baru ingat lagi karena ingin mempersiapkan diri mengajar. Kalau saja, murid yang diajarkan sedikit kritis, bisa saja sang guru itu gelagapan karena dia tidak memegang akar materi yang diajarkan dengan kuat. Sang guru hanya memahaminya di permukaan. Meski tak tahu pasti, saya rasa ada juga pengajar komersil di sekolah atau lebih akrab dengan istilah guru yang serupa kasusnya dengan pengajar komersil di bimbel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman permukaan semacam itu membuat ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi sebuah kenikmatan hati yang menggelayut di dada para pengajar, apalagi para pembelajar. Para pengajar hanya menjadikan aktivitasnya itu sebagai sarana mendapatkan uang. Tidak lebih. Maka menjadi wajar ketika para pembelajarnya pun hanya belajar tak lebih untuk mengerjakan soal-soal. Itulah mengapa, meski saya juga mau uang, saya masih belum terpikir untuk menjadi pengajar komersil di bimbel. Entah, bagaimana nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, situasinya agar berbeda pada pengajar sukarela. Mereka biasanya mengajar untuk anak-anak sehingga materinya pun tidak terlalu berat dan lebih banyak bermainnya. Mereka tidak banyak mempersipakan materi yang njelimet segala macam, modal mereka hanya pengalaman hidup dan keceriaan yang berusaha mereka bagi. Ini dia bedanya. Mereka mengajar untuk berbagai. Dalam arti, apa yang berikan adalah apa yang memang telah lama menempel dalam dirinya. Bukan materi yang baru saja dia baca di buku rangkuman. Itulah mengapa, terkadang nasihat dari seorang kakek atau nenek itu terasa lebih mengena sekaligus menyejukkan. Karena nasihat itu berakar dari pengalaman hidup mereka yang telah mengkristal menjadi sebuah kearifan, tingkat tertinggi dari ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, pengajar sukarela itu tidak dibayar. Mereka seperti kehilangan salah satu alasan utama untuk tidak tulus dalam mengajar. Secara alamiah, prinsip kesukarelaan ini akan menyeleksi para pengajar menjadi hanya yang benar-benar ingin berbagi dan mengincar kenikmatan hati dalam mengajar saja. Contoh lain yang agak unik adalah pengajar dalam kelompok mentoring ke-Islam-an atau kerap kali disebut halaqah. Mereka biasanya ada materi, tetapi materi tersebut sebisa mungkin tidak hanya dipahami secara mendalam tetapi juga dipraktekkan oleh si pengajar. Arah dari materi pun sebisa mungkin diarahkan pada hal-hal yang bersifat aplikatif misalnya disertai dengan pengecekan amalan harian seperti sholat atau tilawah (membaca Quran). Sejauh yang saya lihat, kesukarelaan adalah cara terbaik untuk mengajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, saya tidak menafikan ada yang coba memadukan keduanya. Salah satu yang cukup berhasil adalah Gerakan Indonesia Mengajar (IM). Bukan bermaksud mendewa-dewakan IM. Akan tetapi, memang baru IM-lah gerakan pengajaran yang terpublikasi dengan baik di tengah masyarakat. Anis Baswedan beserta tim saya rasa cukup mampu membuat profesi sebagai pengajar komersil (di SD pelosok) tetap memiliki sense kesukarelaan yang berakar pada filosofi mengajar yang dalam. Saya pun tidak menafikan adanya pengajar-pengajar komersil yang meski mengejar uang demi memenuhi kebutuhan hidup, tetapi tetap mengajar dengan tulus dan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Uang memang godaan berat bagi setiap pengajar untuk tidak tulus mengajar. Menggoda pengajar untuk sekadar menyampaikan materi tanpa pemahaman mendalam dan keikutsertaan hati. Namun, jika mereka mampu mengatasinya. Mengapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-2793106394995546528?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/2793106394995546528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2012/01/mengajar-dan-uang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/2793106394995546528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/2793106394995546528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2012/01/mengajar-dan-uang.html' title='Mengajar dan Uang'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-F8un347FfsU/TwGh-6W1SDI/AAAAAAAAAKg/9lLGznwmZPY/s72-c/uang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-186092271799318178</id><published>2011-09-06T00:02:00.000+07:00</published><updated>2011-09-07T00:56:15.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Sosial'/><title type='text'>Logika Kesejahteraan atau Logika Ketimpangan?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-N9ISUwWiL8U/TmT_7bUu_kI/AAAAAAAAAKY/9TmToWN_2lo/s1600/kesejahteraan+atau+ketimpangan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-N9ISUwWiL8U/TmT_7bUu_kI/AAAAAAAAAKY/9TmToWN_2lo/s1600/kesejahteraan+atau+ketimpangan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bertemu kembali dengan beberapa teman lama selalu menghadirkan nostalgia dan berita sekaligus. Perihal kabar mereka dan biasanya yang lebih seru: berita perkembangan hal yang dulu pernah kita lewati bersama. Sekolah. Meski tak begitu sering, saya beberapa kali sempat mampir ke SMA tempat saya pernah menuntut (pengadilan kali?) ilmu. Tak lain dan tak bukan, panggilan organisasi yang membuat saya kembali. Karena beberapa momen kembalinya saya ke sekolah itulah yang membuat diri ini ‘sedikit’ mengetahui berita perkembangan di sekolah. Dan obrolan dengan teman-teman se-SMA pada akhirnya bertemu dalam satu kesan yang sama: &lt;b&gt;Sekolah semakin mahal&lt;/b&gt;.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati, respon pertama pasti ucapan syukur, ketika mengetahui besaran biaya bulanan di SMA saya tersebut. Bersyukur karena saya tidak mengalami sekolah dengan besaran biaya sebesar itu. Akan tetapi, di sisi lain, terbesit ‘sedikit’ rasa iba terhadap nasib adik-adik saya itu. Bagaimana yah nasib mereka yang tak mampu? Apakah kini SMA saya itu sebagian besar telah diisi oleh mereka dari kalangan mampu? Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk diselingi dengan fakta mulai maraknya proyek-proyek mercesuar yang jelas akan semakin menyedot dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya tak habis pikir adalah ingatan saya yang mengatakan bahwa alokasi dana untuk pendidikan itu 20% dari APBN kita. Jumlah yang menurut saya luar biasa besar yang bahkan mungkin membuat bingung (kalau saya yang jadi mendiknas) perihal peruntukannya. Tidak cukupkah uang yang sebegitu banyaknya membuat biaya sekolah di SMA lebih murah atau setidaknya bertahan. Kesan yang nampak dari penglihatan sekilas saya tuh, biaya sekolah di SMA itu seperti mengikuti inflasi pasar saja tanpa ada pengendalian signifikan dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin itu hanya karena SMA saya itu adalah SMA berlabel RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional)? Emangnya SMA lain yang tidak RSBI tidak mengalami nasib serupa? Entahlah, saya tak tahu. Saya belum tanya pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, begitu mendengar mahalnya biaya sekolah di SMA saya itu, pikiran saya langsung mengabstraksikan bahwa ada &lt;b&gt;logika kesejahteraan&lt;/b&gt; di sini. Mahalnya biaya atau harga sebagai efek dari inflasi di sisi lain sebenarnya pasti merupakan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Seperti pikir sekelabat kita yang mungkin begitu senang mendengar betapa besarnya pendapatan bekerja di negara maju.Tunggu dulu bung! Biaya hidup di sana pun sama tingginya. Jadi, dalam ekonomi itu, memang akan selalu ada keseimbangan dan saling menyeimbangkan. Kalau begitu, mahalnya biaya sekolah seharusnya kabar gembira dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, seberapa besar masyarakat yang mengalami peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Saya pikir, data ini penting untuk menentukan apakah ini logika kesejahteraan atau justru &lt;b&gt;logika ketimpangan&lt;/b&gt;. Kalau ternyata mahalnya biaya sekolah tidak diikuti dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mayoritas masyarakat, maka fenomena ini tak lebih dari sekadar perubahan standar seleksi untuk menentukan siapa yang berhak mendapat pendidikan terbaik. Orang pintar atau orang kaya? Lebih dari itu, jika ternyata itu benar, masyarakat yang terkategori bawah akan &lt;b&gt;kehilangan salah satu cara paling efektif dan rasional untuk mereka melakukan mobilisasi vertikal ke atas&lt;/b&gt;.  Salam Kreatif - Kritis, Alfisyahrin  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-186092271799318178?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/186092271799318178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2011/09/logika-kesejahteraan-atau-logika.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/186092271799318178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/186092271799318178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2011/09/logika-kesejahteraan-atau-logika.html' title='Logika Kesejahteraan atau Logika Ketimpangan?'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-N9ISUwWiL8U/TmT_7bUu_kI/AAAAAAAAAKY/9TmToWN_2lo/s72-c/kesejahteraan+atau+ketimpangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-1914309515510679008</id><published>2011-05-20T09:30:00.001+07:00</published><updated>2011-05-20T09:33:31.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Apa Kabar Blog? Lama Tak Berjumpa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jeMj6QVy4aY/TdXS8GNGHqI/AAAAAAAAAKQ/UDUdo7SdDn0/s1600/Marketing-Management-Strategic-Planning-11905_image.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jeMj6QVy4aY/TdXS8GNGHqI/AAAAAAAAAKQ/UDUdo7SdDn0/s320/Marketing-Management-Strategic-Planning-11905_image.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608620840859344546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedih rasanya ketika melihat kembali blog pribadi saya ini. Dicampakkan, tak terurus. Hampir empat bulan lamanya tidak ada satu tulisan pun yang ter-post. Meski kunjungan dan komentar tetap datang, saya tetap bergeming dan tak melakukan apa-apa. Beberapa teman menanyakan, “Masih nge-blog kan fi?” Tengnong, terdiam seketika. “Eeee… Udah lama gak update nih,” jawab saya dengan agak ragu. Saya merasa ada semacam pengharapan yang gagal saya penuhi terkait eksistensi blog ini. Sempat terbesit dalam benak saya untuk membuat blog baru, tetapi niat itu saya urungkan. Sebenarnya, ada alur cerita yang ingin saya bagi dalam tulisan ini. Alur cerita yang mungkin bisa membuat teman-teman pembaca blog CPDI (Catatan Dunia Pendidikan Indonesia) mengerti, mengapa ini semua bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di Awal Kisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika teman-teman mau melihat kembali ke posting-posting awal di blog ini, teman-teman akan melihat beberapa tulisan yang berkisar soal dunia pendidikan. Khususnya berupa kritik dan saran tentang berbagai pengalaman saya tentangnya. Saya masih ingat momen itu, ketika saya tidak diperbolehkan belajar karena saya belum membeli buku pelajaran. Kontan hati ini panas, kekesalan memuncak. Hingga akhirnya jiwa ini terdorong untuk menulis berbagai kritik terhadap &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/01/kesalahan-kurikulum-di-indonesia.html"&gt;sistem pendidikan di Indonesia&lt;/a&gt; di notes HP yang sekaligus juga mengawali kisah dibuatnya blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya blog ini bernama “Muhammad Alfisyahrin Official Blog,” jujur saja, saat itu saya mengikuti teman saya yang membuat blog untuk pencalonannya sebagai ketua OSIS. Waktu terus berjalan, ternyata saya semakin serius dengan blog ini. Saya ingin membuat blog ini menjadi benar-benar blog. Dalam arti tidak sekadar curhatan pribadi yang tidak berguna dan sepi dikunjungi. Mulai saat itulah saya mulai bergelut dengan marketing online dan berbagai tetek bengek per-blog-an. Salah satu perubahan awal yang dilakukan adalah dengan mengganti nama blog. Menurut pakar marketing online, apa yang kita tawarkan dalam blog kita harus jelas sehingga pengunjung pun akan mengingat blog kita dalam image tertentu. Setelah dipikir-pikir, menilik dari apa yang sering saya pikirkan dan tuliskan, terpilih nama blog yang masih sama dengan yang sekarang ini: Catatan Dunia Pendidikan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, emang dasarnya remaja labil dan tak konsisten, ada saja beberapa postingan yang bisa dibilang ‘gak nyambung’ dengan tema besar CPDI. Ada yang karena emang idenya inspiratif sehingga sayang kalau tak ikut di-post, ada juga yang karena alasan pragmatis: peningkatan pengunjung. Sempet vakum lama beberapa kali. Dan kini, terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di Persimpangan Kisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, ini sudah seperti siklus saja, terus berulang. Masa-masa labil di mana blog dicueki. Menurut catatan sejarah pribadi (*sok gaya banget), terhitung sudah tiga kali hal ini terjadi. Kali pertama adalah pada periode Juli-Desember 2009 dengan postingan comeback saya yang berjudul “&lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/rinduku-padamu-blog-pribadiku.html"&gt;Rinduku Padamu Blog Pribadiku&lt;/a&gt;” di Januari 2010. Kali kedua adalah periode Oktober-November 2010 dengan postingan comeback saya yang berjudul “Kesediaan untuk Belajar” di Desember 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal teman-teman tahu, “&lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/12/kesediaan-untuk-belajar.html"&gt;Kesediaan untuk Belajar&lt;/a&gt;” dan “&lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2011/01/patriotisme-pendidikan.html"&gt;Patriotisme Pendidikan&lt;/a&gt;” itu sebenarnya dipaksakan. Saya memeras otak saya untuk mencari ide tulisan yang kira-kira sesuai dengan tema besar CPDI. Lucu yah, padahal ini blog pribadi, tetapi saya seperti diatur oleh redaktur majalah gitu. Selain itu, teman-teman juga pasti merasakan bagaimana dua posting di atas tersebut beda banget karakter penulisannya sama posting-an saya yang lain. Terlalu melangit dan tidak bersumber dari pengalaman nyata. Beda sekali dengan posting-posting awal di blog ini yang bisa dibilang seperti curhatan langsung dari pengalaman di kelas dan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah karena saya telah menjadi mahasiswa? Mungkin saja. Meski saya masih bergelut di dunia pendidikan, antara sekolah dan kampus jelas berbeda. Di sekolah saya lebih banyak berpikir tentang proses pendidikannya, sedangkan di kampus saya bisa dibilang ‘larut’ sehingga lebih banyak berpikir tentang apa yang dipelajari atau objek dari sistem ini. Saya lebih banyak berpikir, bicara, dan menulis soal sosial-politik, meski di dalamnya pendidikan pun termasuk. Tekanan lingkungan telah membuat orientasi saya terhadap blog ini bergeser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mau di bawa ke mana blog ini? Apakah saya harus kembali mengganti nama blog agar sesuai dengan orientasi saya sekarang? Apakah blog ini diposisikan sebagai buku harian saja tanpa mempertimbangkan tema tertentu? Apakah postingan ini akan kembali menjadi postingan terakhir dan saksi dari tidak terurusnya blog ini? Entahlah teman, saya bingung. Kasih saran dong. Butuh masukan nih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Blog ARC: Aktivitas Saya Kini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi saja, salah satu aktivitas saya kini adalah menjadi Manajer Kampanye ARC (Al Hikmah Research Center) FISIP UI, sebuah Lembaga Keilmuan Sosial-Politik Islam. Amanah tersebut membuat saya kini mengurusi dan menulis di &lt;a href="http://arc-fisipui.blogspot.com/"&gt;Blog ARC&lt;/a&gt;. Jadi, Insya Allah saya tetap nge-blog kok. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-1914309515510679008?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/1914309515510679008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2011/05/apa-kabar-blog-lama-tak-berjumpa.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/1914309515510679008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/1914309515510679008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2011/05/apa-kabar-blog-lama-tak-berjumpa.html' title='Apa Kabar Blog? Lama Tak Berjumpa'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jeMj6QVy4aY/TdXS8GNGHqI/AAAAAAAAAKQ/UDUdo7SdDn0/s72-c/Marketing-Management-Strategic-Planning-11905_image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6475779666088483141</id><published>2011-01-13T16:09:00.004+07:00</published><updated>2011-01-13T16:19:26.587+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budi Pekerti'/><title type='text'>Patriotisme Pendidikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TS7DjQ5VqGI/AAAAAAAAAKE/pAUo223oceU/s1600/patriotisme.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TS7DjQ5VqGI/AAAAAAAAAKE/pAUo223oceU/s200/patriotisme.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561597600447440994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gelombang kesuksesan timnas sepakbola benar-benar menghipnotis masyarakat Indonesia. Dari headline media massa hingga tren fashion, semuanya larut oleh euforia. Meski terusak oleh kegagalan merengkuh gelar juara meski telah sampai final, fakta ini tetaplah fenomenal. Ada spirit perjuangan yang seperti menular antar tiap orang. Spirit perjuangan yang terbingkai oleh perasaan kolektif layaknya saat masa pra kemerdekaan dulu. Spirit perjuangan yang membuat seseorang siap melakukan apa saja, berkorban apa saja, bahkan jiwanya, demi negara. Spirit perjuangan itu dikenal juga dengan istilah patriotisme.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana ratusan ribu masyarakat Indonesia rela berdesak-desakan, berpeluh, hingga berdarah-darah demi selembar tiket pertandingan. Lihat juga bagaimana puluhan juta masyarakat Indonesia rela menambah pengeluaran bulannya demi membeli kaos merah putih berlambang garuda di dada. Lihat pula bagaimana ratusan juta masyarakat Indonesia rela meninggalkan acara sinetron kesayangan demi menyaksikan timnas berlaga lewat layar kaca. Dengan inilah mereka berkorban demi negara. Inilah wujud dari patriotisme mereka. Tapi, itu sepakbola. Bagaimana dengan pendidikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti sepakbola, saya agak sulit untuk menjawab soal ini. Bukan karena ketidakadaan idealita atau kalimat yang didahului kata ‘seharusnya’, tetapi karena ketiadaan fakta. Tidak ada sebuah fakta aktual yang membuat saya bisa menjelaskan bagaimana wujud patriotisme dalam pendidikan. Tolong beritahu saya jika anda pernah melihat dan merasakannya secara langsung. Karena sepanjang perjalanan saya di dunia pendidikan formal, hampir tidak pernah saya merasakannya, termasuk pada diri saya pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tidak pernah saya melihat seorang guru yang mengajar dengan semangat yang tiada habis dan pengorbanan yang tiada selesai. Begadang demi merancang metode mengajar yang tepat. Memperhatikan perkembangan siswa satu per satu. Berusaha menyelesaikan masalah siswa dengan segenap cinta dan kasih sayang. Membaca banyak buku dan koran demi siswa yang butuh pencerahan. Berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain demi menjalankan tugas negara. Hingga mengganti standar kebahagiaan dari kesejahteraan diri menjadi perkembangan pribadi siswa. Semuanya berorientasi memberi dan lebih dari itu, semuanya juga berpangkal pada ketulusan hati, tanpa paksaan. Hal itu jugalah yang membedakan patriotisme masa pra kemerdekaan dengan patriotisme orde baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan teman-teman saya sesama (maha)siswa pun hampir tidak pernah belajar dengan hasrat keingintahuan yang tinggi dan semangat untuk menjiwai materi. Bertanya dan berdiskusi meski sedang tidak di kelas. Membaca buku dan menulis pemikiran meski sedang masa liburan. Memandang setiap materi pelajaran sebagai alat bantu untuk membantu negara menyelesaikan masalah di masyarakat. Hingga mengganti tujuan pribadi, dari sekadar dapat hidup sejahtera sendiri menjadi berusaha untuk membuat warga negara sejahtera bersama. Ada semacam penjiwaan terhadap setiap hal yang sistem pendidikan berikan pada mereka. Penjiwaan yang pada saatnya nanti berwujud pada pengabdian dan misi perubahan demi masyarakat yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tenang. Lihatlah kembali ke atas. Saya masih menyelipkan ‘hampir’ di tengah ketiadaan bukti patriotisme pendidikan itu. Hal ini menandakan bahwa masih ada peluang untuk membuktikan keberadaannya. Untuk membuktikan bahwa rangkain kata-kata indah itu riil dan nyata. Dan itu hanya orang-orang yang telah sadarlah yang bisa melakukannya. Ya! Orang-orang itu adalah kita; saya dan anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6475779666088483141?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6475779666088483141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2011/01/patriotisme-pendidikan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6475779666088483141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6475779666088483141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2011/01/patriotisme-pendidikan.html' title='Patriotisme Pendidikan'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TS7DjQ5VqGI/AAAAAAAAAKE/pAUo223oceU/s72-c/patriotisme.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-5730919856609915718</id><published>2010-12-28T10:20:00.003+07:00</published><updated>2010-12-28T10:30:50.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar dan Mengajar'/><title type='text'>Kesediaan untuk Belajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TRlZ1t2FKYI/AAAAAAAAAJs/Y2jlxbkwN7g/s1600/Keingintahuan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TRlZ1t2FKYI/AAAAAAAAAJs/Y2jlxbkwN7g/s200/Keingintahuan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555570394712582530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaiamana mungkin. Sekelompok manusia dengan potensi yang tidak jauh beda dan guru beserta metode mengajar yang sama, meraih hasil yang berbeda. Beberapa orang sukses menyerap kearifan. Beberapa yang lain hanya berhenti pada tataran pengetahuan. Dan sebagian yang lain teralienasi dalam keterpaksaan belajar. Mungkin ini pula yang menyebabkan selalu ada stratifikasi sosial di setiap tempat belajar, ada elit yang pintar dan satelit yang ‘pintar’ (dalam arti yang berbeda). Kita biasa menyebutnya ranking atau peringkat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua misi pewarisan nilai dan pengajaran mengalami masalah yang serupa. Termasuk kedua orang tua saya. “Tidak ada yang berbeda, ibu memberi perhatian ke semuanya kok,” tukas Ibu saya dengan yakin. Namun, fakta menunjukkan hal yang berbeda. Ada tata nilai yang berbeda antara saya dan kedua adik saya. Perbedaan yang membuat saya mengira ada perbedaan cara ajar Ibu saya terhadap kami bertiga. Hingga saya mengetahui konsep hidayah. Di mana porsi manusia hanyalah untuk berusaha. Ada Sang Maha Penentu Hasil yang tak terkira oleh indera dan spekulasi logika. Ini adalah bukti bahwa tidak ada yang namanya gagal dalam sebuah pengajaran. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karena hasil, Allah yang menentukan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dari sudut pandang pengajar. Bagaimana dengan para pembelajar? Mengapa materi yang disampaikan dengan cara yang sama di tempat yang sama menghasilkan hasil yang berbeda? Jangan tanyakan itu pada logikamu. Karena mungkin jawabannya tersembunyi manis di balik hatimu. Bangkitkan ia dengan refleksi diri. Berkacalah dan kau akan temukan bercak hitam di kening yang tak terlihat dalam keadaan normal. Ini adalah soal kesediaan hati untuk menerima. Merendahkan demi pertambahan. Ini juga soal bagaimana berdiri di tengah. Tanpa rasa sombong bak di puncak atau rasa inferior bak di jurang terdalam. Di sini &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kerendahan hati adalah pintu pembuka menuju kepercayaan diri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin mendengar ‘celoteh inspiratif’ dari pengajar yang sama dengan teman di samping anda. Tapi, matanya lebih fokus dari anda, keingintahuannya lebih besar dari anda, pikirannya lebih bergejolak dari anda, dan semua itu berpangkal pada segumpal daging imajiner yang begitu luar biasa pengaruhnya: hati. Hati yang selalu merendah di depan orang berilmu, selalu lapangan di depan pengkritik, selalu peka di depan berbagai peristiwa. “Semua punya makna sehingga pasti selalu ada pembelajaran di baliknya,” begitu mungkin jika hati bisa bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena belajar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan hanya soal prestasi, tetapi juga soal tradisi&lt;/span&gt;. Bagaimana menjadikan belajar sebagai kebiasaan dan mekanisme diri untuk lebih baik lagi. Bersediakah hati ini untuk belajar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Hahaha, lama tak jumpa ya kawan. Maaf yah, saya masih beradaptasi dengan kultur akademik di UI nih. Jadi, blog ini agak terbengkalai selama 3 bulan-an ini. Mumpung libur nih, saya akan berusaha aktif lagi. Tunggu yah, tulisan-tulisan saya selanjutnya. :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-5730919856609915718?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/5730919856609915718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/12/kesediaan-untuk-belajar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5730919856609915718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5730919856609915718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/12/kesediaan-untuk-belajar.html' title='Kesediaan untuk Belajar'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TRlZ1t2FKYI/AAAAAAAAAJs/Y2jlxbkwN7g/s72-c/Keingintahuan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-7031953011922437944</id><published>2010-09-12T23:17:00.001+07:00</published><updated>2010-09-12T23:17:38.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cita-Cita dan Masa Depan'/><title type='text'>Pembelajaran dari Film Sang Pencerah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TIz9CnNTX7I/AAAAAAAAAJg/1Hn8ATgXDcE/s1600/Pembelajaran+dari+Sang+Pencerah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 140px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TIz9CnNTX7I/AAAAAAAAAJg/1Hn8ATgXDcE/s200/Pembelajaran+dari+Sang+Pencerah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516061864948359090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya ini bukan termasuk anak muda yang sering menonton film. Bahkan film yang saya tonton di bioskop pun mungkin bisa dihitung dengan jari. Film-film seperti harus melalui seleksi ketat sebelum mendapat kehormatan saya tonton. Maka berungtunglah sutradara yang filmnya saya tonton. Karena film itu berarti film yang berkualitas. Kali ini saya ingin bercerita tentang film yang baru saja selesai saya tonton: Sang Pencerah. Sebuah kisah tentang perjuangan KH. Ahmad Dahlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari kabar di internet dan trailer di youtube, saya pun memantapkan diri untuk menonton film Sang Pencerah. Jelas, hal ini adalah berkat trailer yang begitu menggugah hati. Entah kenapa, saat menonton trailer tersebut saya seperti terhipnotis oleh sajian gambar bergerak dan suara latar yang begitu mengagumkan. Dan benar saja, ketika saya menonton Sang Pencerah, memang saya mendapatkan beberapa pembelajaran yang sukses membuat saya menumpahkannya dalam posting ini. Apa sajakah itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Merantaulah... Cari Ilmu di Luar Sana...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tebak! Apa yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan muda ketika melihat keganjilan yang ada di lingkungannya? Ia pergi haji sekaligus menuntut ilmu di Mekkah. Ia merantau ke negeri lain, keluar dari lingkungan nyamannya, berhadapan dengan tantangan baru, dengan satu harapan: mendapat ilmu baru. Karena dunia ini begitu luas. Jika kita hanya berkutat di tempat yang itu-itu saja, pemikiran kita akan sempit, stagnan, tidak berkembang. Selain itu, kita pun akan menyia-nyiakan umur yang telah diberikan oleh-Nya. Merantaulah... Walau hanya sebentar, setidaknya kita tahu bagaimana kehidupan di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Ilmu Haruslah Membumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Jika setelah pulang kau tidak membawa perubahan, percuma kau pergi haji dan menuntut ilmu di sana." Meski tidak persis, kira-kira seperti itulah pesan paman Ahmad Dahlan kepadanya sebelum berangkat ke Mekkah. Saya jadi teringat dengan 12 tahun hidup saya di sekolah formal yang katanya tempat mencari ilmu. Bener sih, tapi sayang, ilmu itu tidak membumi, tidak 'siap pakai'. Sehingga ilmu yang saya dapat dalam 12 tahun itu seakan-akan hanya untuk ujian saja. Tidak lebih dari itu. Melihat hal tersebut, saya jadi semakin terpacu untuk terus berusaha menyambungkan antara teori yang saya dapat dengan realitas di lapangan. Karena ilmu sebagaimana pun itu takkan berarti jika tidak membawa perubahan nyata di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Terbuka untuk Bekerja Sama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agak aneh, jika melihat seorang santri dari kampung, ternyata bergabung dengan perkumpulang kaum terpelajar yang dikenal elit, Budi Utomo. Tapi Ahmad Dahlan melakukannya. Ia berusaha adaptif dan terbuka terhadap kerja sama dengan pihak manapun. Tentunya selama kerja sama itu tetap berpijak pada dua hal: asas saling menguntungkan dan penghormatan terhadap prinsip masing-masing. Untuk itu, janganlah ragu untuk bekerja sama dengan siapa pun, termasuk orang-orang yang berbeda paham dengan kita, selama dua syarat di atas terpenuhi. Kita harus berdiri di tengah-tengah. Tidak terlalu tertutup terhadap kerja sama, tetapi tidak pula terlalu terbuka hingga menggadaikan prinsip dan identitas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Perubahan Butuh Perjuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah mungkin inti pesan dari film ini: Perubahan dan Perjuangan. Bagaimana seseorang ketika melihat keganjilan dalam lingkungannya tidak apatis dan permisif. Bagaimana seseorang bergerak dan bertindak untuk membereskan keganjilan tersebut. Bagaimana seseorang teguh dalam perjuangan demi kebenaran yang diyakininya. Bagaimana seseorang tetap sabar dalam perjuangannya di tengah dinding resistensi yang mengelilinginya. Terlihat terlalu wah mungkin. Akan tetapi, perubahan dan perjuangan itu tidak hanya soal yang besar-besar kok. Karena sejatinya, di sekeliling kita tersaji banyak masalah dengan beragam tipe dan skala, tinggal kita nih: Apakah kita menganggapnya masalah dan mau berusaha menyelesaikannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, setelah saya selesai menonton film ini, kata-kata seperti perubahan, pergerakan, perjuangan berkecamuk dalam benak saya. Hati ini seperti tergebu-gebu untuk segera beraksi nyata. Pikiran saya pun seketika dipenuhi dengan gagasan-gagasan tentang perubahan dan rencana-rencana aksi untuk mengaktualisasikannya. Meski belum mampu saya eksekusi sekarang, setidaknya posting ini telah menjadi langkah kecil dari rangkaian perjuangan saya. Sekaligus menjadi rekam perasaan yang bisa kembali membangkitkan semangat saya ketika turun suatu saat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-7031953011922437944?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/7031953011922437944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/09/pembelajaran-dari-film-sang-pencerah.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/7031953011922437944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/7031953011922437944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/09/pembelajaran-dari-film-sang-pencerah.html' title='Pembelajaran dari Film Sang Pencerah'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TIz9CnNTX7I/AAAAAAAAAJg/1Hn8ATgXDcE/s72-c/Pembelajaran+dari+Sang+Pencerah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6575372207147745399</id><published>2010-08-22T20:30:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T21:32:02.537+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Mahasiswa Baru dan Ospek: Sebuah Langkah Awal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/THEzcJTh6iI/AAAAAAAAAJQ/WcsC8OAXZmc/s1600/OKK+UI+2010+%28Ospek+ala+UI%29.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/THEzcJTh6iI/AAAAAAAAAJQ/WcsC8OAXZmc/s200/OKK+UI+2010+%28Ospek+ala+UI%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508240377878014498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Huaaa, kangen rasanya bergumul dengan blog lagi. Hal yang kini mulai jarang saya lakukan semenjak menyandang titel sebagai Mahasiswa Baru Universitas Indonesia 2010 (Maba UI 2010). Bukan apa-apa, karena memang hari-hari saya kini penuh dengan aktivitas pengenalan (baca: ospek) atau di UI lebih dikenal dengan istilah OKK (Orientasi Kehidupan Kampus) di tingkat universtias dan PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) di tingkat FISIP. Dan tulisan ini merupakan sedikit curahan hati saya sekaligus &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tumpahan inspirasi&lt;/span&gt; yang beberapa hari ini menumpuk dalam benak saya berkat acara pengenalan di UI yang begitu luar biasa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Apa yang ada di dalam pikiran anda ketika mendengar kata Ospek? Perploncoan yang tidak bemakna, tugas yang disuruh dengan niat ingin mengerjai, intimidasi fisik, atau mungkin kegiatan yang selalu memakan korban. Inilah wajah umum dari ospek yang jelas sekali menampakkan kejahiliahan. Bagaimana acara yang seharusnya berisi perangkat-perangkat untuk membahantu mahasiswa baru untuk mengenal dunia kampus, malah diisi dengan perangkat-perangkat untuk mengerjai mahasiswa baru sekaligus momen hiburan gratis untuk para senior. Alhamdulillah, saya tidak merasakannya di kampus yang baru saja saya duduki kursinya: Universitas Indonesia (UI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamaba (Kegiatan Mahasiswa Baru) UI benar-benar berbeda dengan ospek kebanyakan. Panitia memberikan kami, mahasiswa baru, tugas untuk membuat essay dan proposal project yang melatih kemampuan berpikir kami, alih-alih memberikan tugas tidak jelas yang tak memiliki makna. Panitia memberi kami kesempatan untuk mendengar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;‘ocehan inspiratif’&lt;/span&gt; dari para tokoh besar, alih-alih memberi kami kesempatan untuk mempermalukan diri di depan umum. Panitia menghadirkan pada kami atmosfer kampus yang kompetitif dalam bingkai intelektual, alih-alih menghadirkan atmosfer militeristik bak di camp pasukan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat rasa khawatir saya tentang ospek itu perlahan luntur, bahkan kini mulai berganti dengan rasa penasaran, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Lalu apalagi?”&lt;/span&gt; Saya seperti seorang anak kecil yang diberi satu permen yang rasanya enak sehingga meminta lagi ketika permen itu habis. Inilah hakikat sebenarnya dari ospek: pengenalan. Pemberitahuan garis besar dunia kampus. Ingat! Hanya garis besarnya saja. Sehingga diharapkan akan ada dua hal yang bertumbuh dalam diri mahasiswa baru lewat ospek: bekal awal dan rasa penasaran akan informasi lanjutan. Dan bersyukurlah segenap panitia Kamaba UI 2010, karena menurut saya, kalian telah cukup berhasil melaksanakan misi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih saya haturkan kepada segenap panitia yang telah berpikir dan berkerja keras demi kami. Mengorbakan segala sumber daya yang kalian punya. Mengerahkan segala daya usaha yang kalian bisa. Mengobarkan api tekad perjuangan dengan harapan kami pun bisa merasakannya. Sungguh, kalian begitu menginspirasi kami untuk menjadi mahasiswa UI sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah langkah awal bagi kami para mahasiswa baru UI 2010. Langkah yang akan terus menjadi kenangan meski sudah beribu-ribu langkah kami tinggalkan. Langkah yang akan terus menjadi pelajaran meski sudah bertahun-tahun kami tak lakukan. Langkah yang Insya Allah mampu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memacu kami untuk berprestasi di masa depan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, izinkan saya selaku mahasiswa baru UI 2010 tetap menyebut acara tersebut ospek. Agar kampus lain dan Indonesia tahu bahwa ospek dalam ‘Kamus Besar Ikatan Keluarga Mahasiswa UI’ bukanlah perploncoan, tetapi ajang pengenalan yang menyediakan wahana bagi kami untuk melakukan langkah awal yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berkesan, bermakna, dan memiliki nilai pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6575372207147745399?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6575372207147745399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/08/mahasiswa-baru-dan-ospek-sebuah-langkah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6575372207147745399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6575372207147745399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/08/mahasiswa-baru-dan-ospek-sebuah-langkah.html' title='Mahasiswa Baru dan Ospek: Sebuah Langkah Awal'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/THEzcJTh6iI/AAAAAAAAAJQ/WcsC8OAXZmc/s72-c/OKK+UI+2010+%28Ospek+ala+UI%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-8107445012026964903</id><published>2010-07-22T12:49:00.002+07:00</published><updated>2010-07-22T12:57:24.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budi Pekerti'/><title type='text'>Kesadaran Berpendidikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TEfdIyxFHTI/AAAAAAAAAJI/TSbh0SiWFQ0/s1600/Semangat.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TEfdIyxFHTI/AAAAAAAAAJI/TSbh0SiWFQ0/s200/Semangat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496605013365300530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita lihat bagaimana kondisi pendidikan di sekitar kita. Apakah gedung sekolah berdiri gagah dengan cat yang indah? Apakah setiap kelas berpendingin dan dipenuhi berbagai alat-alat canggih? Apakah ada berbagai laboratorium dengan teknologi yang begitu mengagumkan? Jika anda tinggal di kota, mungkin hampir semua jawabannya adalah YA! Semua hal yang berkaitan dengan materi (fisik atau infrastruktur) di kota pasti akan sering membuat anda berkata: “Wah…”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, coba anda bandingkan dengan kondisi manusianya. Kepala sekolah yang tak bisa menjadi contoh. Guru yang tak memiliki gairah untuk membagi ilmunya. Staff yang tak melayani dengan tulus. Hingga pelajar yang tak sadar mengapa mereka harus belajar di tempat formal pembelajaran (sekolah). Begitu kontradiktif. Inilah buah dari gagasan PEMBANGUNAN ala orde baru yang ternyata lebih mengedepankan aspek materi (kebendaan) daripada kesadaran (nilai-nilai). Padahal kesadaranlah yang mengarahkan materi, bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaranlah yang membuat seorang pelajar tidak &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/menyontek-itu-berbahaya.html"&gt;menyontek&lt;/a&gt;, meski sebenarnya ia bisa melakukannya. Kesadaran pula yang membuat seorang guru bekerja keras untuk menemukan &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/metode-belajar-mengajar-efektif-dan_13.html"&gt;metode mengajar yang efektif&lt;/a&gt;, meski sebenarnya ia bisa tidak melakukannya. Kesadaranlah yang membuat semua orang yang terlibat dalam dunia pendidikan bergerak tulus karena nilai-nilai, bukan suruhan peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana Bu Muslimah mengajar laskar pelangi! Penuh gairah positif dan semangat mendidik yang luar biasa. Apakah infrastruktur sekolah mereka bagus? Tidak. Karena keberhasilan pendidikan memang tidak ditentukan olehnya. Ibarat seorang wirausahawan, materi dan infrastruktur hanyalah modal, sedangkan kerja keras dan strategi jitu sang wirausahawanlah yang paling menentukan jumlah keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang paling pendidikan kita butuhkan untuk berhasil bukanlah infrastruktur megah nan canggih, tapi manusia-manusia yang memiliki kesadaran akan nilai-nilai, gairah positif, serta semangat juang untuk terus bergerak menuju tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-8107445012026964903?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/8107445012026964903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/07/kesadaran-berpendidikan.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8107445012026964903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8107445012026964903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/07/kesadaran-berpendidikan.html' title='Kesadaran Berpendidikan'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TEfdIyxFHTI/AAAAAAAAAJI/TSbh0SiWFQ0/s72-c/Semangat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-624242811097363505</id><published>2010-06-13T10:20:00.000+07:00</published><updated>2010-06-13T10:23:23.738+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar dan Mengajar'/><title type='text'>Antara Siswa dan Mahasiswa: Sebuah Refleksi Masa Transisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TBRNlZ48lwI/AAAAAAAAAJA/k3tO6E-sWRU/s1600/Refleksi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 139px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TBRNlZ48lwI/AAAAAAAAAJA/k3tO6E-sWRU/s200/Refleksi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482091951416973058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dimulai ketika saya sedang membaca artikel-artikel di &lt;a href="http://www.kompasiana.com/welcome"&gt;kompasiana&lt;/a&gt;. Sebuah situs berkonsep citizen journalism yang menurut saya membuatnya seperti kumpulan blogger. Karena di kompasiana, saya seperti menemukan artikel-artikel bagus nan inspiratif yang kadang luput dari perhatian karena blog penulisnya tidak terlalu saya kenal. Kompasiana seperti katalog inspirasi bagi saya. Begitu beragam, multikultural, dan tentunya membuat kita lebih nyaman untuk memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, inti kisah ini bukanlah tentang kompasiana, tetapi tentang perasaan siswa. Gelar umum pada diri saya yang sebentar lagi akan berganti menjadi mahasiswa. Di sinilah saya: masa transisi. Dimana saya bukan lagi siswa, tetapi juga belum menjadi mahasiswa. Masa penuh perenungan yang membuat saya ingin mencurahkannya dalam sebuah tulisan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini berlanjut ketika saya membaca sebuah artikel (di kompasiana tentunya) yang bertutur tentang &lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2010/06/08/siswa-dalam-alienasi-pendidikan"&gt;keterasingan siswa dalam dunia pembelajaran&lt;/a&gt;. Penulis membandingkan keterasingan siswa tersebut dengan teori Karl Marx tentang keterasingan buruh dalam dunia sosial-ekonomi. Ia membanding buruh yang dikejar target produksi dengan siswa yang dikejar target nilai dan lulus. Ia juga membandingkan buruh yang tidak merasakan makna dari barang yang diproduksinya dengan siswa yang juga tidak merasakan makna dari pembelajaran dan produk-produk pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jawaban-jawaban soal, catatan &amp;amp; buku bacaan pelajaran menjadi tidak bermakna lagi ketika mereka telah menyelesaikan studi. Siswa kita terasing dari produk pikirannya dalam mencari jawaban soal-soal. Sedikit sekali dari peserta didik kita yang menjiwai materi pelajaran yang diberikan. Tdk ada internalisasi nilai-nilai." Salah satu kutipan yang paling menohok saya dan membuat saya tergerak untuk membaginya dalam status facebook agar teman-teman yang lain juga bisa ikut merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja. Setelah lulus UAN dan masuk sosiologi UI, modul-modul dan kertas-kertas soal itu tak lagi bermakna bagi saya. Menyentuhnya pun saya kini tak pernah. Ini menyiratkan bahwa niat saya belajar di sekolah dan bimbel selama ini ternyata hanya untuk sekadar lulus saja. Berbagai retorika tentang pendidikan yang saya sampaikan di blog ini ternyata masih belum bisa menjadikan saya berbeda dari siswa-siswa lainnya. Saya tetap saja menjadi korban dari keterasingan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk keterasingan lainnya adalah perasaan bahwa hanya sekolahlah satu-satunya harapan. Sama seperti buruh yang merasa hanya pekerjaannya itu sajalah satu-satunya cara untuk bertahan. Aktivitas sekolah benar-benar sudah mendarah daging dalam diri saya. Sehingga ketika kini libur panjang yang juga merupakan masa transisi dalam dunia pembelajaran saya menjadi seperti kehilangan sesuatu. Sebuah aktivitas rutin yang dulu menghabiskan sekitar 1/4 waktu saya dalam satu hari. Akan tetapi, meski merindukannya, saya tetap saja tidak terlalu merasakan makna pembelajaran di dalamnya. Rasa kerinduan kosong. Seperti perokok yang tidak tahu enak rokok, tapi mengaku tidak enak jika tidak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski baru sedikit, untungnya saya sudah menemukan aktivitas baru yang dulu mungkin hanya jadi sambilan saja: Membaca. Alhamdulillah, kini mulai rutin saya lakukan. Saya harap ini bisa sedikit mengisi kekosongan makna pembelajaran di tengah masa transisi penuh kecamuk batin ini. Saya pun berharap bisa seperti seseorang yang cukup saya kagumi dalam bidang kepenulisan. Dan ternyata, salah satu langkah yang beliau lakukan adalah membaca hingga 12 jam dalam satu hari. Bayangkan! Setengah dari jatah waktunya dalam satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat sedang berdiri di atas jembatan. Semoga kerinduaan saya akan masa lalu (siswa) dan kepenasaranan saya akan masa depan (mahasiswa) mampu melahirkan optimisme baru yang membuat setiap jejak langkah saya bernilai dan bermakna. Bukan hanya dalam konteks kemahasiswaan nanti, lebih luas, yakni dalam dunia pembelajaran. Dunia penuh mimpi, optimisme, dan ketekunan demi meraih kearifan yang tersusun dalam mozaik-mozaik kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-624242811097363505?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/624242811097363505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/06/antara-siswa-dan-mahasiswa-sebuah.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/624242811097363505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/624242811097363505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/06/antara-siswa-dan-mahasiswa-sebuah.html' title='Antara Siswa dan Mahasiswa: Sebuah Refleksi Masa Transisi'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TBRNlZ48lwI/AAAAAAAAAJA/k3tO6E-sWRU/s72-c/Refleksi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-2531939105808482714</id><published>2010-06-04T11:21:00.002+07:00</published><updated>2010-06-04T11:32:19.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Solusi Menuju BBM Berkeadilan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TAiBuIgyvrI/AAAAAAAAAI4/pZa52AWibF8/s1600/bbm+berkeadilan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TAiBuIgyvrI/AAAAAAAAAI4/pZa52AWibF8/s200/bbm+berkeadilan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478771576255200946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SELINTINGAN kabar di berbagai media tentang wacana larangan sepeda motor menggunakan BBM bersubsidi benar-benar menyakiti hati sebagian besar masyarakat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pengguna sepeda motor sebagian besar memang masyarakat menengah ke bawah. Bagi mereka, wacana benar-benar tidak prorakyat. Dengan keadaan yang sekarang saja mereka sudah merasa terberatkan. Apalagi jika wacana larangan yang hampir pasti akan menaikkan pengeluaran rutin mereka itu benar-benar terealisasi. Secara psikologis, hal ini pasti akan menambah potensi stres masyarakat yang notabene di zaman ini sudah ditekan oleh banyak tuntutan. Akan tetapi di sisi lain pemerintah selaku eksekutor kebijakan pun punya alasan yang mendasari timbulnya wacana ini,yakni semakin besarnya porsi subsidi BBM dalam APBN. Sebuah kondisi yang cukup mengkhawatirkan dalam perspektif pemerintah mengingat pertumbuhan kendaraan bermotor yang cukup tinggi khususnya sepeda motor pasti akan semakin memperbesarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi dengan penyaluran subsidi tersebut yang ternyata banyak yang salah sasaran. Fakta di lapangan justru menunjukkan subsidi BBM ini kebanyakan justru dinikmati orang-orang yang sebenarnya mampu. Selain itu, pengguna sepeda motor berjumlah cukup banyak. Hal ini mungkin yang menjadi salah satu godaan bagi pemerintah untuk membebankan besarnya porsi subsidi BBM pada mereka. Kedua belah pihak, baik masyarakat maupun pemerintah memang sama-sama punya argumen yang kuat. Akan tetapi, lebih dari itu kita harus memikirkan solusinya. Karena jika keduanya hanya menolak usul lawan tanpa memberikan usulan baru yang lebih bisa diterima bersama, solusi tidak akan pernah muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah produktif, saya punya beberapa usul yang mungkin bisa diterima oleh pemerintah dan masyarakat. Pertama, larangan penggunaan BBM bersubsidi diterapkan pada mobil pribadi yang notabene dimiliki masyarakat menengah ke atas. Kedua, penerapan larangan tersebut dimulai dari kalangan pemerintahan dan birokrat bertahap dari elite hingga menengah. Ketiga, mengajak perusahaan transportasi dan perusahaan yang menggunakan transportasi untuk menggunakan BBM nonsubsidi, lalu memberikan label khusus bagi perusahaan yang mendukung program pemerintah tersebut. Keempat, bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk memopulerkan penggunaan BBM nonsubsidi dengan memanfaatkan isu cinta lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, besarnya porsi subsidi BBM di APBN itu sebaiknya memang dibebankan lebih dahulu di tingkat elite. Karena,mereka memang punya sedikit kelebihan dari segi materi. Terlebih mereka juga merupakan para pemimpin yang seharusnya menjadi teladan bagi bawahannya. Masyarakat secara umum pun seharusnya bisa bersikap lebih bijak dengan menikmati subsidi jika itu bukan haknya. Ketika nurani kita sebagai manusia telah tulus berbicara, jawabannya akan mudah: Jika saya mampu, saya menggunakan BBM nonsubsidi. Karena hanya dengan nuranilah kita bisa menjawab sendiri, apa solusi menuju BBM berkeadilan.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Alfisyahrin&lt;br /&gt;Mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Udah lama gak posting nih. Yaudah posting tulisan saya yang dimuat di SINDO hari ini (4 Juni 2010) aja. Alhamdulillah, dengan ini berarti sudah dua kali tulisan saya dimuat di harian Seputar Indonesia (SINDO). Ayo! Kawan-kawan yang lain terus menulis juga yah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-2531939105808482714?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/2531939105808482714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/06/solusi-menuju-bbm-berkeadilan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/2531939105808482714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/2531939105808482714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/06/solusi-menuju-bbm-berkeadilan.html' title='Solusi Menuju BBM Berkeadilan'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/TAiBuIgyvrI/AAAAAAAAAI4/pZa52AWibF8/s72-c/bbm+berkeadilan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-1203279303639241691</id><published>2010-05-20T08:35:00.002+07:00</published><updated>2010-05-20T09:02:25.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Akhirnya Tulisan Saya Dimuat di Seputar Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S_SYI2Mu1MI/AAAAAAAAAIw/9xlrd3VB6W8/s1600/Logo+Seputar+Indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 172px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S_SYI2Mu1MI/AAAAAAAAAIw/9xlrd3VB6W8/s320/Logo+Seputar+Indonesia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473166724917286082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bangun subuh, sekitar jam 4, langsung buka opera mini seperti biasanya. Iseng-iseng, buka situs Seputar Indonesia untuk melihat hasil dari tulisan yang saya kirim kemarin. Wah, alangkah kagetnya saya. Ternyata dimuat. Setelah tulisan pertama tidak dimuat, kemungkinan besar karena tidak sesuai dengan tema, tulisan kedua yang saya kirimkan ke Sindo ini akhirnya dimuat. Betapa senangnya hati ini :).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal saya merasa masih kurang pas, apalagi dengan judul yang saya buat. Alhamdulillah, editan dari mas editor bikin tulisan saya jadi lebih rapi dan terstruktur. Langsung dah tuh saya ambli note kecil saya, lalu mencoret mimpi No.2 "Tulisan dimuat di Surat Kabar". Inilah mimpi kedua yang saya coret, setelah mimpi No.1 "Masuk Sosiologi UI" telah tercapai beberapa hari lalu. Wow, ini berjalan begitu cepat. Semoga pencapain ini terus berlanjut ke mimpi-mimpi selanjutnya. Jadi inget slogannya JK, "Lebih Cepat, Lebih Baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sengaja tidak langsung bilang ke orang tua. Karena saya ingin buat mereka terkejut dengan menunjukkan yang versi cetaknya saja. Yasudah, sekitar jam 06.30 saya pergi mencari tukang koran yang sudah buka. Eh, pas sampe rumah, ternyata Ibu sudah berangkat. Tidak apa-apalah, masih ada Ayah. Entah kenapa, ada rasa kebanggan tersendiri gitu jika kita bisa membuktikan sesuatu pada orang tua. Jadi, tidak hanya meminta saja kerjaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya juga menggarisbahawi betapa pentingnya makna mimpi. Ternyata dengan adanya mimpi, hidup kita tuh jadi lebih terarah. Kita tahu apa yang kita kejar dan yang lebih penting, kita menyenangi apa yang kita kejar. Ibarat balapan, kita tahu dimana garis finish-nya. Sebelum saya menulis daftar mimpi, tidak pernah tuh dalam pikiran saya ingin tulisannya dimuat di surat kabar. Tetapi, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mimpi mengajarkan saya bahwa keinginan yang disertai usaha dan doa pada masa kini adalah bagian dari realitas yang akan datang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumpung masih libur panjang. Saya jadi ketagihan dan berniat untuk mengirim tulisan lagi ke Seputar Indonesia di setiap pekannya. Oya, yang mau membaca tulisan saya tersebut silahkan klik: &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/325493/"&gt;Peran Keluarga dalam Kewirausahawan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-1203279303639241691?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/1203279303639241691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/akhirnya-tulisan-saya-dimuat-di-seputar.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/1203279303639241691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/1203279303639241691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/akhirnya-tulisan-saya-dimuat-di-seputar.html' title='Akhirnya Tulisan Saya Dimuat di Seputar Indonesia'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S_SYI2Mu1MI/AAAAAAAAAIw/9xlrd3VB6W8/s72-c/Logo+Seputar+Indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-7131202115965507076</id><published>2010-05-17T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-05-17T10:00:03.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cita-Cita dan Masa Depan'/><title type='text'>Inilah Cita-Cita Mereka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S_CtAbAUCaI/AAAAAAAAAIo/Rp-rMGPhK88/s1600/mengejar+cita-cita.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 175px; height: 262px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S_CtAbAUCaI/AAAAAAAAAIo/Rp-rMGPhK88/s320/mengejar+cita-cita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472063770015828386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, saya lebih suka menyebutnya &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/4-langkah-cerdas-menentukan-cita-cita.html"&gt;cita-cita&lt;/a&gt; daripada mimpi. Meski mimpi memiliki efek lebih dramtis, cita-cita terkesan lebih konkret dan lebih dekat dengan maksud yang sebenarnya: hasrat tentang masa depan. Itu pun yang mendasari saya menamai kategori ini dengan nama &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/search/label/Cita-Cita%20dan%20Masa%20Depan"&gt;Cita-Cita dan Masa Depan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kehabisan ide untuk posting, akhirnya saya iseng &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/4-aktivitas-produktif-di-facebook.html"&gt;membuat status Facebook&lt;/a&gt; yang menanyakan cita-cita teman-teman saya dan hal apa yang melatarbelakanginya. Alhamdulillah, ada tiga orang teman yang komentar dan mengutarakan cita-citanya. Selain membahas cita-citanya, saya juga akan membahas pandangan saya tentang karakter mereka masing-masing. Saya harap, posting ini secara khusus bisa menambah semangat mereka untuk meraih cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran? Inilah cita-cita-mereka:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Azizah Febrianti Fasha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bercita-cita menjadi seorang birokrat. Cita-citanya itu didasari oleh rasa keprihatinannya terhadap sistem birokrasi yang belum mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Azizah menjadikan kualifikasi baik dan bermoral sebagai karakter diri yang akan membawanya dalam misi pelayanan sekaligus melakukan reformasi untuk sistem pelayanan yang lebih baik tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat, Azizah memang sosok yang berkualitas, rajin, ulet, dan bermoral. Selain selalu meraih peringkat pertama di kelasnya semasa SMA, setahu saya dia juga tidak pernah mendapatkannya dengan cara yang tidak halal seperti menyontek. Dengan modal karakter itu, PR Azizah tinggal meningkatkan wawasannya tentang dunia sosial-politik dan kebijakan publik. Oya, satu lagi, saya harap Azizah juga bisa seperti Bu Sri Mulyani. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak hanya cerdas dan bermoral, tetapi juga berani menghadapi tantangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Poppy Kampani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bercita-cita menjadi seorang pengusaha ekspor. Dia ingin sekali ada banyak barang-barang di luar negeri, khususnya Prancis katanya, yang berlabel “Made in Indonesia”. Saya lihat, Poppy memang sosok yang gaul, komunikatif, dan sociable. Sebuah modal karakter yang sangat berharga untuk menjadi pengusaha. Tetapi, saya sendiri kurang tahu, apakah dia sudah punya lingkaran pergaulan yang bercita rasa pengusaha. Karena pengusaha adalah profesi yang seninya adalah mencoba sehingga &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/lingkungan-sosial-yang-membangun.html"&gt;lingkungan yang mendukung&lt;/a&gt; adalah salah satu syaratnya. Semoga, Poppy bisa memperlebar lingkaran pergaulannya khususnya di kalangan pengusaha. Oya, jangan lupa, baca juga buku-buku tentang bisnis dan biografi orang-orang sukses di bidang bisnis. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Modal karakter memang penting, tetapi memperkayanya dengan wawasan itu lebih penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Zulfikar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bercita-cita menjadi seorang entrepreneur. Agak mirip dengan Poppy, tetapi Zulfikar lebih memilih perekonomian Islam sebagai tema utamanya. Didasari oleh keprihatinannya pada bangsa Indonesia yang seperti dijajah oleh para entrepreneur barat dan timur asing, dia menjadikan persatuan entrepreneur muslim yang memang mayoritas di bangsa ini sebagai alat untuk meruntuhkan dominasi entrepreneur asing di bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat, Zulfikar itu sosok yang sociable dan berani mencoba. Modal karakter yang seperti hanya tinggal menunggu waktu saja untuk merintis &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/4-alasan-mengapa-anda-harus-berbisnis.html"&gt;bisnisnya&lt;/a&gt;. Zulfikar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hanya membutuhkan satu ide yang ia yakini akan berhasil, maka dia pun akan segera memulai&lt;/span&gt;. Untuk itulah, Zulfikar harus memperkaya wawasannya demi mendapati ide tersebut. Baca buku bisnis dan biografi pebisnis sukses nampaknya sebuah pilihan yang menarik. Oya, karena Zulfikar menjadi perekonomian Islam sebagai tema utama, dia pun harus memperkaya wawasannya dalam bidang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Itulah cita-cita mereka. Misi mulia seorang anak Bangsa yang harus kita perhatikan. Kenapa? Karena tanpa kita sadari, penambahan umur membuat kita tak lagi se-imajinatif dulu. Kita menjadi semakin tak peduli dengan cita-cita. Kita hanya menjalani saja, tanpa tahu apa yang kita tuju. Pikiran kita menjadi semakin pendek. Tidak lagi ada cita-cita setinggi langit. Padahal, cita-cita itu memang seharusnya tinggi dan sulit dicapai. Agar energi jiwa yang dihasilkannya pun akan lebih besar dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, saya berusa mendokumentasikan cita-cita teman saya tersebut ke dalam sebuah tulisan. Agar cita-cita mereka menjadi lebih konkret dan jelas. Lebih dari itu, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mereka pun akan merasa seperti berjanji dengan dituliskannya cita-cita mereka di posting ini dan semangat untuk meraih cita-cita itu pun akan semakin besar dan kuat&lt;/span&gt;. Ayo kejar cita-citamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-7131202115965507076?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/7131202115965507076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/inilah-cita-cita-mereka.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/7131202115965507076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/7131202115965507076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/inilah-cita-cita-mereka.html' title='Inilah Cita-Cita Mereka'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S_CtAbAUCaI/AAAAAAAAAIo/Rp-rMGPhK88/s72-c/mengejar+cita-cita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-4230059152498115186</id><published>2010-05-12T16:16:00.001+07:00</published><updated>2010-05-12T16:16:00.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Sosial'/><title type='text'>Ekspansi Intelektual dan Bisnis Berbasis Pengetahuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S-pukGYsFLI/AAAAAAAAAIg/wjfgyRPBqz4/s1600/Ekspansi+Intelektual.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 183px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S-pukGYsFLI/AAAAAAAAAIg/wjfgyRPBqz4/s320/Ekspansi+Intelektual.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470306263863399602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat saya tengah membaca hairan Republika yang baru saja saya beli, perhatian saya tiba-tiba tertuju pada sebuah berita. Di tengah permasalahan nasional yang membuat saya jengah, ada sebuah berita yang benar-benar menginspirasi. Yakni tengah didirikannya sebuah kota peradaban di madinah yang nantinya akan menjadi tempat wisata religius, pusat aktivitas intelektual, sekaligus sentra bisnis dan ekonomi berbasis pengetahuan. Kota itu bernama KEC (Knowledge Economic City). (beritanya bisa dibaca &lt;a href="http://koran.republika.co.id/koran/14/110920/Merintis_Kota_Peradaban"&gt;di sini&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow! Kota itu benar-benar kota yang saya impikan. Tiga kata kunci yang memang saya sukai: Spiritual-Religius, Peradaban-Intelektual, dan Ekonomi-Bisnis. Berita itu membuat saya berkaca pada realitas di Indonesia. Dimana ada gap yang cukup timpang antara kalangan intelektual dan bisnis. Seakan-akan keduanya tidak bisa bersinergi. Nah, saya akan coba memberikan solusinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat, sebenarnya kalangan intelektual bangsa Indonesia sangatlah potensial untuk memanfaatkan pengetahuannya, khususnya untuk bisnis. Lihat saja! Berapa banyak para pemuda yang memenangi berbagai ajang internasional? Berapa banyak Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, dan berbagai pusat intelektual dibangun? Banyak bukan? Itulah modal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara jumlah memang banyak, tapi kalau secara rasio belum. Karena negara kita ini memiliki keluasan wilayah dan kepadatan penduduk yang sangat wah. Sehingga yang perlu kita lakukan adalah memeratakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil inspirasi dari pelajaran geografi yang saya pelajari di SMA bahwa pembangunan di pusat kota akan menyebar ke wilayah sekitarnya seperti yang dialami Bodetabek (Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi) terhadap pembangunan di Jakarta. Itulah yang seharusnya dilakukan oleh setiap pemuda dan pusat intelektual di Indonesia untuk memeratakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/cerdas-sosial-karena-gaul-gak-mesti.html"&gt;cerdas sosial&lt;/a&gt;. Misi belajar mereka &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/reoritentasi-belajar-bukan-nilai-tapi.html"&gt;bukan hanya mengejar nilai&lt;/a&gt;, tetapi juga berbagi pengetahuan dalam bingkai kebermanfaatan. Mereka tidak hanya mempersembahkan medali kemenangan, tetapi juga solusi kehidupan yang siap digunakan &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/lingkungan-sosial-yang-membangun.html"&gt;lingkungan sosial di sekitarnya&lt;/a&gt;. Pemuda-pemuda itu menjadikan riset sebagai kegiatan utamanya, terjun ke masyarakat sebagai kebiasaanya, dan &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/4-alasan-mengapa-anda-harus-berbisnis.html"&gt;bisnis sebagai orientasi karirnya&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aksi ini saya namakan sebagai Ekspansi  Intelektual. Kata 'Ekspansi' mencitrakan karakter aktif dan agresif  para pemuda intelektual dalam misi pencerdasannya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bayangkan! Jika setiap Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, dan berbagai pusat intelektual itu mampu mencerdaskan dan memberdayakan lingkungan sekitarnya, layaknya penyebaran pembangunan yang terjadi di Jabodetabek. Apakah Indonesia Cerdas masih akan sebatas impian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin lain yang juga saya soroti adalah tentang bisnis. Tapi bukan bisnis kapitalistik seperti di barat sana. Karena karakter ekonomi bangsa Indonesia adalah &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/warung-padang-semi-waralaba-dan.html"&gt;ekonomi kerakyatan yang mengambil fokus pada pemberdayaan masyarakat&lt;/a&gt;. Begitulah seharusnya pemuda intelektual. Mereka berani mandiri dengan berbisnis, tetapi menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan mencerdaskan masyarakat dengan pengetahuan. Mereka akan memotivasi masyarakat tentang semangat kemandirian. Mereka akan memberdayakan masyarakat dengan bisnis berbasis pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayolah para pemuda! Mari wujudkan Indonesia cerdas dan mandiri dengan melaksanakan: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ekspansi Intelektual dan Bisnis Berbasis Pengaetahuan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-4230059152498115186?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/4230059152498115186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/ekspansi-intelektual-dan-bisnis.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4230059152498115186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4230059152498115186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/ekspansi-intelektual-dan-bisnis.html' title='Ekspansi Intelektual dan Bisnis Berbasis Pengetahuan'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S-pukGYsFLI/AAAAAAAAAIg/wjfgyRPBqz4/s72-c/Ekspansi+Intelektual.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-4944013558322674267</id><published>2010-05-10T07:52:00.003+07:00</published><updated>2010-05-10T08:36:54.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Warung Padang: Semi Waralaba dan Cerminan Ekonomi Kerakyatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S-djBiCj3lI/AAAAAAAAAIY/NQuG-gJzqwQ/s1600/warung+padang.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S-djBiCj3lI/AAAAAAAAAIY/NQuG-gJzqwQ/s200/warung+padang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469449150433320530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak kenal warung padang? Di lingkungan rumah kita saja mungkin ada lebih dari satu. Dengan nama-nama khasnya, warung padang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, bahkan dunia. Karena orang padang kan tidak tinggal di Indonesia saja. Saya jadi ingat, ada salah satu artis ketika ia sedang naik haji, ternyata ia menemukan warung pada di sana. Mengangumkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun termasuk pencinta masakan khas padang. Saat orang tua sedang tidak di rumah, biasanya saya membeli makanan di warung padang. Uniknya, saya tidak mempermasalahkan di warung padang mana saya membeli. Selama masih berlabel "WARUNG PADANG", saya pasti akan tetap membelinya. Jadi, seperti ada semacam jaminan mutu gitu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jaminan mutu seperti itu biasanya hanya ditemukan pada konsep waralaba. Karena biasaya bahan baku dan resep masakannya telah ditentukan oleh pusat. Selain itu, ada hubungan langusung antara pusat dan cabang. Berbeda dengan warung padang yang tidak memiliki pusat, tapi seperti punya resep khusus khas padang yang diketahui banyak orang. Sehingga bisa tersebar di seluruh pelosok Indonesia, bahkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika restoran waralaba lain memiliki kesamaan yang cukup kental, bahkan persis. Warung padang menyediakan payung yang lebih besar. Sehingga meski memiliki brand "WARUNG PADANG", masih tetap ada varian-varian di dalamnya. Persamaan dan perbedaan antara konsep waralaba dan warung padang membuat saya menyebut warung padang sebagai semi waralaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, warung padang juga merupakan cerminan ekonomi kerakayatan. Jika konsep waralaba memiliki hak nama dan resep serta seakan-akan memonopolinya. Sehinggga yang kaya adalah pusat alias boss-bossnya. Berbeda dengan warung padang yang menyebarkan hak nama dan resepnya kepada seluruh manusia layaknya anugerah Allah yang siap dimanfaatkan oleh siapa pun. Di sini terlihat warung padang tidak memiliki misi untuk memperkaya diri, tetapi memberdayakan masyarakat, khususnya di akar rumput yakni kalangan menengah ke bawah. Inilah cerminan tentang bagaimana sebuah bisnis hidup di Indonesia: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ekonomi Kerakyatan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-4944013558322674267?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/4944013558322674267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/warung-padang-semi-waralaba-dan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4944013558322674267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4944013558322674267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/warung-padang-semi-waralaba-dan.html' title='Warung Padang: Semi Waralaba dan Cerminan Ekonomi Kerakyatan'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S-djBiCj3lI/AAAAAAAAAIY/NQuG-gJzqwQ/s72-c/warung+padang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-413243323822281715</id><published>2010-05-06T14:32:00.005+07:00</published><updated>2010-05-06T14:45:23.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar dan Mengajar'/><title type='text'>7 Strategi Membuat Belajar Menjadi Menyenangkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S-JxwZ2blRI/AAAAAAAAAII/aXTQZAAqgTs/s1600/belajar+menyenangkan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 175px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S-JxwZ2blRI/AAAAAAAAAII/aXTQZAAqgTs/s200/belajar+menyenangkan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468057973968049426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bosen nih. Kayaknya &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/poster-blog-catatan-dunia-pendidikan.html"&gt;Dunia Pendidikan Indonesia&lt;/a&gt; kok masih aja diributin sama-sama hal yang menurut saya sih sepele. Dari sebelum sampe sesudah, &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/polemik-ujian-nasional-pentingkah.html"&gt;Ujian Nasional masih aja berpolemik&lt;/a&gt;. Padahal masih banyak hal lain yang bisa kita kedepankan selain masalah itu, salah satunya: &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/reoritentasi-belajar-bukan-nilai-tapi.html"&gt;belajar&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Belajar itu memiliki makna yang luas. Bahkan keseluruhan hidup kita ini adalah belajar. Kita melakukan sesuatu &gt;&gt; mengevaluasinya &gt;&gt; menjadi lebih baik. Tetapi saya akan sedikit mempersimpitnya menjadi belajar dengan 'sadar'. Maksud saya bukan belajar berdasarkan pengalaman, tetapi belajar yang secara sadar kita usahakan untuk menambah wawasan dan keterampilan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi terkadang belajar 'sadar' itu dilakukan dengan keterpaksaan dan tanpa melibatkan hati. Belajar jadi terkesan membosankan. Emang belajar tidak menyenangkan yah? Bisa kok. Nih saya beri tahu 7 strateginya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Cari Sisi Menariknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap pelajaran pasti memiliki sisi menariknya bagi anda. Entah dimana, letaknya bagi setiap orang pasti berbeda-beda. Mulailah belajar dari bagian yang anda anggap menarik. Karena langkah awal sangatlah menentukan. Seperti saya yang langsung 'bete' dengan kimia ketika ulangan harian pertama saya mendapat nilai sangat jelek. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buatlah kesan pertama belajar anda menyenangkan, maka setelahnya akan lebih mudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Hubungkan dengan Hobi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti punya hobi. Aktivitas yang membuat anda senang bahkan anda anggap sebagai hiburan. Nah... Kuncinya adalah bagaimana anda membuat hobi anda sebagai sarana belajar. Anda bisa menonton film dengan subtitle bahasa Inggris, membaca majalah berbahasa inggris, diskusi online di forum atau facebook, jalan-jalan sambil memperhatikan tingkah manusia dan menghubungkannya dengan teori-teori psikologi dan sosiologi, dll. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadikan menjadi hiburan yang mendidik atau pendidikan yang menghibur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Jadikan Sebagai Syarat Menggapai &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/4-langkah-cerdas-menentukan-cita-cita.html"&gt;Cita-Cita&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita itu seperti pom bensin. Dia akan mengisi tangki motivasi ketika anda mulai lelah dan tak bersemangat. Kekuatan cita-cita juga akan membuat anda berusaha memenuhi segala syarat untuk menggapainya. Anda pasti akan lebih bersemangat belajar matematika dan ekonomi ketika anda telah memantapkan hati untuk menjadi ekonom. Ketika anda melakukannya, hati anda akan berkata, "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku harus menguasai ... jika ingin menjadi ...&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Cari Sumber Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Belajar dengan sumber yang sudah ditentukan biasanya membosankan. Karena selera itu tidak bisa diseragamkan. Untuk itu, sebagai pembelajar anda harus mandiri, mencari sumber lain sendiri. Kalau saya sih paling enak &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/cara-nyari-animasi-di-google.html"&gt;googling&lt;/a&gt;, apalagi yang sumbernya dari &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/rinduku-padamu-blog-pribadiku.html"&gt;blog&lt;/a&gt;. Biasanya mereka tuh punya opini yang kritis dan melawan arus kemapanan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dengan mencari sendiri sumber belajar, itu menjamin bahwa anda benar-benar mau belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Indentifikasi Role Model&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Role model atau panutan memiliki fungsi yang hampir sama dengan cita-cita. Tapi ia orientasinya lebih ke orang. Sehingga karakteristik yang ingin dicapai bisa lebih jelas. Tidak harus menirunya 100%, karena beliau pun pasti punya kekurangan. Identifikasi kelebihan-kelebihannya dan bagaimana ia mencapainya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Role model akan membuat cita-cita anda menjadi lebih jelas dan konkret.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Cari Tempat Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan pasti akan mempengaruhi individu. Yakinkan diri anda bahwa &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/lingkungan-sosial-yang-membangun.html"&gt;lingkungan anda sudah membangun&lt;/a&gt; atau setidaknya tidak menghambat aktvitas belajar anda. Pindahlah jika hal yang berlawanan yang terjadi. Carilah suasana baru seperti taman hijau yang sudah jarang anda kunjungi atau tempat nongkrong yang baru buka di ujung jalan sana. Membaca buku atau berselancar internetlah di sana. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tempat dan suasana baru bagai sebuah batere baru bagi mobil-mobilan yang membuatnya berlari lebih kencang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Just Do It&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal paling parah adalah ketika anda menunda-nunda belajar dengan alasan bosan. Berhenti sejenak tak apa, tapi jangan sampai membuat anda malas memulai lagi. Padahal hal yang menyenangkan terkadang tidak ada di depan, tetapi berada di tengah. Saya saja baru beberapa tahun ini merasakan betapa menyenangkannya belajar sejarah. Padahal dulu sangat tidak menyukainya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lakukan saja, maka anda akan temukan betapa menyenangkannya hal yang anda pelajari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ingin belajar adalah orang ingin maju. Jangan sia-siakan waktu anda untuk berleha-leha hanya karena 'cap' membosankan yang tertempel di benak anda tentang belajar. Termasuk penyimpitan makna bahwa belajar itu haruslah di sekolah. Bahkan, waktu libur untuk siswa adalah waktu yang tepat untuk belajar. Belajar hal-hal yang di sekolah tidak dipelajari. Anda bisa pilih atau membuat aktivitas belajar anda sendiri: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belajar Menulis, Memasak, Membuat Mainan Anak-Anak, Menggambar, Membaca Quran, atau Sekadar Menambah Wawasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-413243323822281715?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/413243323822281715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/7-strategi-membuat-belajar-menjadi_06.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/413243323822281715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/413243323822281715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/7-strategi-membuat-belajar-menjadi_06.html' title='7 Strategi Membuat Belajar Menjadi Menyenangkan'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S-JxwZ2blRI/AAAAAAAAAII/aXTQZAAqgTs/s72-c/belajar+menyenangkan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-4725516803636446817</id><published>2010-05-01T20:10:00.006+07:00</published><updated>2010-05-01T22:05:37.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>4 Aktivitas Produktif di Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9xCgmx9XpI/AAAAAAAAAHA/tLUGXLz-ksw/s1600/facebook.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 229px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9xCgmx9XpI/AAAAAAAAAHA/tLUGXLz-ksw/s320/facebook.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466317175654276754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar masyarakat memandang bahwa bermain Facebook adalah aktivitas yang tidak produktif. Tapi sebagian besar dari mereka pun ikut bermain Facebook. Nampaknya ada semacam daya pikat ajaib yang membuat hal ini terjadi. Bahkan adik saya yang masih kelas 4 SD pun terus-terusan memaksa saya untuk membuatkannya akun Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi... Sebagaimana alat-alat lainnya, Facebook pun menyediakan pilihan bagi penggunanya: dipakai untuk kebaikan atau keburukan. Sehingga yang membuat bermain Facebook itu tidak produktif bukanlah Facebooknya, tapi penggunanya. Pengguna yang &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/paradoks-perasaan-saat-update-status.html"&gt;update status dengan nada makiaan&lt;/a&gt;, pengguna yang posting foto 'terlalu pribadi', pengguna yang add friend tanpa beraktivitas lainnya, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang mesti diubah adalah aktivitas penggunanya. Lalu... Apa saja aktivitas produktif yang bisa kita lakukan di Facebook?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Berbagi Informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya mobile internet, semua orang bisa berinternet di manapun. Termasuk update status Facebook. Nah... Hal ini bisa anda manfaatkan untuk berbagi informasi sesegera mungkin. Seperti ketika anda membaca kutipan 'keren' di buku yang anda baca, menyimpulkan perilaku manusia yang ada di sekitar anda, memberi opini pada setiap kejadian, dll. Jelas, hal ini membuat anda bisa mengikat ide-ide yang terlintas dengan menuliskannya secara singkat di Status Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Meminta Informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain berbagi, anda juga bisa meminta informasi. Kerelaan berbagi yang tinggi dari pengguna Facebook membuat anda bisa melakukannya. Anda bisa membuat status dengan nada pertanyaan. Seperti menanyakan kebingungan, meminta pendapat, menanyakan pengalaman, dll. Dengan hal ini, anda bagaikan mewawancarai banyak orang dalam waktu singkat dan dari tempat yang berjauhan. Selain itu, hal ini juga bisa dimanfaatkan para marketer online untuk mengetahui data tentang konsumen mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Berdiskusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi dari berbagi dan meminta informasi, anda pun bisa berdiskusi di Facebook. Keringkasan dan kepraktisan Facebook membuat diskusi itu jadi kian lancar. Anda bisa berdiskusi dengan cara berkomentar di status, note, maupun gambar teman anda. Anda bisa menguji pendapat anda dengan 'mengadunya' dengan pendapat teman anda. Sehingga arus informasi yang kian deras tetap dalam jalur pencarian kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Mencari 'Common Interest Friend'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai situs pertemanan, tentu berteman adalah hal yang paling utama. Anda bisa mempunyai 'teman' bisa dia berada jauh dari anda. Itulah yang bisa anda manfaatkan jika anda sulit mendapatkan 'common interest friend' di dunia nyata. Anda bisa mengomentari note teman anda yang sama-sama suka sastra, wall-to-wall tentang partai politik yang sama-sama anda suka, dll. Yang jelas, hal ini membuat ketiga aktivitas di atas menjadi lebih 'berasa' dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook telah menjadi sebuah lingkungan baru bagi anda, bahkan mungkin ada sebagian dari kita yang menganggap facebook adalah internet itu sendiri. Untuk itu, &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/lingkungan-sosial-yang-membangun.html"&gt;prinsip lingkungan yang membangun&lt;/a&gt; harus dipraktekkan dalam aktivitas anda Facebook. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harus ada nilai tambah yang diberikan: entah oleh anda maupun lingkungan anda&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang produktif bukan hanya menghasilkan atau tidak. Tapi soal orientasinya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah yang saya lakukan berguna dan memberi nilai tambah bagi saya untuk menghasilkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-4725516803636446817?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/4725516803636446817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/4-aktivitas-produktif-di-facebook.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4725516803636446817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4725516803636446817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/05/4-aktivitas-produktif-di-facebook.html' title='4 Aktivitas Produktif di Facebook'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9xCgmx9XpI/AAAAAAAAAHA/tLUGXLz-ksw/s72-c/facebook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6459470598866132136</id><published>2010-04-27T22:15:00.004+07:00</published><updated>2010-04-30T07:42:25.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budi Pekerti'/><title type='text'>3 Contoh Budi Pekerti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9b-hTIpYoI/AAAAAAAAAGw/s4ZJ-lB-A5o/s1600/terima+kasih.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 210px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9b-hTIpYoI/AAAAAAAAAGw/s4ZJ-lB-A5o/s320/terima+kasih.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464835045886354050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa p&lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/implementasi-pendidikan-budi-pekerti-di.html"&gt;endidikan budi pekerti kini tengah didengungkan kembali&lt;/a&gt;. Semakin banyak masyarakat yang sadar dan tergerak untuk kembali pada karakter asli bangsa ini. Setelah membahas tentang implementasi dari pendidikan budi pekerti, kini saya ingin membahas contoh-contohnya. Dengan harapan, akan semakin banyak masyarakatnya yang sadar dan tergerakkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh ini sering kita lihat sehari-hari. Bahkan kita pun mungkin pernah melakukannya. Entah disengaja atau karena tuntutan keadaan. Yang jelas, contoh-contoh ini adalah refleksi dari kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu... Apa sajakah contoh-contoh itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Terima kasih dan Sama-sama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Coba anda pikir, berapa jumlah orang yang telah membantu anda hari ini? Orang tua anda, abang angkot, petugas kebersihan, guru, teman, penjual makanan, tukang asongan, pengamen, dll. Banyak bukan? Lalu... Berapa terima kasih yang telah anda ucapkan? Saya rasa hanya sekian persen dari keseluruhan. Padahal ucapan terima kasih yang disertai senyum tulus adalah balas jasa terindah dan 'lebih berasa' dibandingkan uang dan materi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata terima kasih itu punya pasangan, ialah sama-sama. Jika kita sering ingin membalas orang yang berbuat jahat, mengapa kita tak membalas orang yang berbuat baik? Jangan sampai kata terimakasih yang telah orang lain ucapkan menguap begitu saja. Ikatlah kata itu di hati anda dengan sebuah balasan: sama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Maaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah tempatnya salah. Karena itu, mengapa kita tak meminta maaf? Padahal kita disuruh untuk melupakan setiap kebaikan yang telah kita lakukan dan mengingat betul setiap kesalahan yang telah kita lakukakan. Tapi mengapa? justru kebalikannya adalah fakta yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya juga sering melihat sebagian orang yang meminta maaf tanpa mengetahui kesalahan yang telah perbuat. seperti saat lebaran contohnya. Apakah ini akan berarti? Tidak! Kata maaf yang terlontar dari seorang yang tidak tahu apa kesalahannya hanyalah: hiasan bibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Meminta Izin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan anda mendapat permintaan izin dari komputer untuk menjalankan sesuatu? Lihat! Komputer saja meminta izin. Mengapa kita tidak? Padahal izin adalah pintu masuk menuju kesepahaman bersama. Ya itulah yang harus kita lakukan untuk menghindari kesalahpahaman. Meminta izin juga bisa memupuk kepercayaan dan menghindari kecurigaan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi pekerti adalah sebuah bentuk penghargaan dan penghormatan kita terhadap orang lain. Bentuk dari kepercayaan adanya rasa saling membutuhkan dan dibutuhkan. Bentuk dari rasa syukur terhadap Allah SWT yang telah menciptakan dunia beserta isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi pekerti sebagai sebuah karakter bangsa Indonesia mengajarkan kita untuk senantiasa berperilaku dengan hati dan perasaan. Berkesesuaian dengan perintah Tuhan. Jelas... Di sini kecerdasan emosi, spiritual, dan sosial saling bersinergi dalam karakter setiap diri, bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6459470598866132136?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6459470598866132136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/3-contoh-budi-pekerti.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6459470598866132136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6459470598866132136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/3-contoh-budi-pekerti.html' title='3 Contoh Budi Pekerti'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9b-hTIpYoI/AAAAAAAAAGw/s4ZJ-lB-A5o/s72-c/terima+kasih.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-3668093579060948985</id><published>2010-04-26T10:00:00.001+07:00</published><updated>2010-04-26T10:00:01.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budi Pekerti'/><title type='text'>Implementasi Pendidikan Budi Pekerti di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9T6i5eaCMI/AAAAAAAAAGo/FfR6l_9hmLE/s1600/budi+pekerti.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 225px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9T6i5eaCMI/AAAAAAAAAGo/FfR6l_9hmLE/s320/budi+pekerti.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464267725358106818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan budi pekerti belakangan ini nampaknya kembali didengungkan. Melihat realitas masyarakat yang semakin minim etika akibat tergerus oleh arus westernisasi. Bahkan saya pun melihat di rencana strategis kemendiknas 2009-2014, hal ini sudah tercantum. Tapi mengapa, sebagai siswa saya belum melihat implementasinya di akar rumput atau setidaknya di tingkat menengah. Apakah benar, bangsa ini hanya bisa merencanakan tapi sulit merealisasikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada memikirkan tentang hal itu, saya memilih untuk lebih fokus pada solusi. Bagaimana implementasi dari pendidikan budi pekerti itu? Apakah dibuat pelajaran khusus? Di masukkan dalam ekstrakulikuler? Atau yang lain?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dari pengalaman saya, pelajaran yang berorientasi pada perilaku nampaknya sedikit kurang berhasil. Karena memang di sekolah, khususnya sekolah formal, pelajaran lebih ditekankan pada hal yang teoritis. Seperti pelajaran akhlak pada agama Islam, yaa begitu-begitu saja. Guru membahasnya di kelas, tapi toh siswa-siswanya tetap saja melakukan hal yang berlawan dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, pelajaran yang berorientasi pada perilaku haruslah masuk pada tatanan perilaku pula. Sehingga akan lebih tepat jika pelajaran budi pekerti masuk dalam setiap pelajaran yang diajarkan dan tercermin dari perilaku guru sebagai tauladan. Selain itu, seruan-seruan etika juga bisa lebih masif jika dipromosikan oleh setiap guru mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pelajaran budi pekerti tidak hanya dibebankan pada beberapa guru, tetapi semua guru adalah pengajar budi pekerti. Mereka bertutur dengan santun, memberi nasihat dengan bijak, mengajar dengan kasih sayang, dll. Selain itu, guru harus mulai meninggalkan gengsi feodalistik yang memberi jarak antara mereka dan siswa. Mereka harus berusaha untuk menjadi 'kakak' yang demokratis bagi siswa tapi tetap tegas terhadap prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tatanan siswa, implementasi dari pendidikan budi pekerti adalah proaktif mencari pemahaman tentang budi pekerti, menimbang setiap nasihat, dan meyakini budi pekerti sebagai sebuah prinsip dan karakteri diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah bangsa yang mengedepankan budi pekerti dan etika. Mari memperbaiki keadaan yang sekarang ini dengan terus beraksi dan berkreasi, demi perubahan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-3668093579060948985?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/3668093579060948985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/implementasi-pendidikan-budi-pekerti-di.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/3668093579060948985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/3668093579060948985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/implementasi-pendidikan-budi-pekerti-di.html' title='Implementasi Pendidikan Budi Pekerti di Indonesia'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9T6i5eaCMI/AAAAAAAAAGo/FfR6l_9hmLE/s72-c/budi+pekerti.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-707431836954882348</id><published>2010-04-25T09:24:00.000+07:00</published><updated>2010-04-26T09:22:23.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membaca dan Menulis'/><title type='text'>Menulis dengan Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9RA-ihYhjI/AAAAAAAAAGg/Fdk7oC8VfmQ/s1600/Menulis+dengan+hati.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9RA-ihYhjI/AAAAAAAAAGg/Fdk7oC8VfmQ/s320/Menulis+dengan+hati.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464063691070146098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, kita merasa tuliskan sering kaku dan tidak bernyawa. Tidak apa-apa, saya pun juga terkadang begitu. Ini adalah proses bagi kematangan seorang penulis. Hal ini terjadi karena kita memang tidak memberi nyawa pada tulisan kita tersebut. Lalu... Muncul pertanyaan. Nyawa seperti apa yang dimaksud dalam tulisan? Bagaimana cara memberika nyawa pada tulisan?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Coba saya tanya dulu. Apakah anda menulis sekaligus mengedit? Atau menulis dulu baru mengedit? Jika jawaban anda adalah pada pertanyaan pertama, inilah salah satu penyebabnya. Berbagai pakar menulis mengatakan bahwa menulis sebaiknya tidak disandingkan dengan mengedit. Karena ada dua karakter berbeda dari keduanya. Saat kita menulis, otak kanan yang kreatif bekerja, tetapi ketika mengedit otak kiri yang kritis bekerja. Ketika mereka bekerja bersamaan, maka ketidakmaksimalanlah yang akan terjadi. Itulah mengapa dalam slogan blog saya ini, saya mengucapkan &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/kreatif-kritis-sebuah-sintesis-pola.html"&gt;kreatif dulu baru kritis&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ide-ide hebat anda itu mengalir di tengah-tengan aliran ide anda. Jadi, ketika itu diputus sementara oleh otak kiri yang ingin mengedit, yah... buyar deh ide itu. Termasuk dengan nyawanya. Karena nyawa tulisan itu ada di keseluruhan ide di tulisan tersebut. Ketika kita memutus-mutusnya, maka nyawa itu pun menjadi tidak utuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itu kalau dari pakar menulis. Kalau dari saya, penyebabnya adalah kita menulis hanya dengan pikiran, tidak dengan hati. Padahal hati adalah tempat di mana suatu kejernihan dan kemurnian berada. Hati pula yang sanggup menggerakkan ide-ide dalam inkubator anda bangkit dan muncul ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beri contoh. Ketika anda sedang sedih, anda membuat sebuah cerpen yang menceritakan kesedihan. Di saat lain, saat anda sedang senang mungkin, anda membuat cerpen dengan tema sama. Yang mana yang terasa lebih bernyawa? Jelas yang pertama. Ya! Karena ada hati yang menggerakkan di sana. Hati membuat ide-ide anda bisa tervebalisasi dengan baik secara alamiah. Hati membuat kata-kata yang anda tuliskan menjadi lebih berasa dan bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan seseorang pernah berkata pada saya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tulislah apa yang kau rasakan, maka tulisan itu pun akan sampai pada perasaan yang membaca&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke... Tunggu apa lagi? Pejamkan mata anda, biarkan hati anda bicara, alirkan itu ke seluruh nadi anda, dan tulislah apa yang anda rasakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-707431836954882348?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/707431836954882348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/menulis-dengan-hati.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/707431836954882348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/707431836954882348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/menulis-dengan-hati.html' title='Menulis dengan Hati'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S9RA-ihYhjI/AAAAAAAAAGg/Fdk7oC8VfmQ/s72-c/Menulis+dengan+hati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6000301011882138509</id><published>2010-04-23T16:01:00.000+07:00</published><updated>2010-04-26T09:22:47.235+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar dan Mengajar'/><title type='text'>Belajar untuk Tidak Sekadar Mengerti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S8_yANeDCWI/AAAAAAAAAGY/vBuWzCgCFgM/s1600/Anak+Belajar+Mencipta.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 291px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S8_yANeDCWI/AAAAAAAAAGY/vBuWzCgCFgM/s320/Anak+Belajar+Mencipta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462850958453311842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah jamak kita ketahui, di &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/poster-blog-catatan-dunia-pendidikan.html"&gt;Dunia Pendidikan Indonesia&lt;/a&gt; saat ini, khususnya di sekolah formal, siswa hanya diajarkan untuk sekadar mengerti. Guru-guru menjejali kita dengan berbagai ilmu pengetahuan. Berbagai pelajaran. Berharap kita akan mengamalkannya jika telah lulus nanti. Yakin tuh? Saya ragu. Karena di sekolah, kita hanya dituntut untuk sekadar mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, setelah kita diajarkan berbagai mata pelajaran, kita disuruh mengerjakan soal-soal ujian. Niatnya sih untuk mengetes seberapa mengerti kita tentang mata pelajaran tersebut. Tetapi bukankah kita belajar kembali menjelang ujian? Apakah dengan cara itu ilmu pengetahuan bisa nempel di otak? Atau hanya kita ingat-ingat menjelang ujian?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ritual ujian, apalagi &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/polemik-ujian-nasional-pentingkah.html"&gt;ujian nasional&lt;/a&gt;, saya rasa telah disalahpahami oleh para siswa. Mereka mengejar nilai, pada guru-guru mereka berharap mereka mengerti dan bisa menerapkannya di kemudian hari. Bahkan, Finlandia, negara dengan pendidikan terbaik pun mengatakan bahwa ujian hanya akan mengacaukan &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/reoritentasi-belajar-bukan-nilai-tapi.html"&gt;pola pikir siswa dari makna dan tujuan sebenarnya dari belajar.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lihat! Untuk memastikan siswa benar-benar mengerti saja, masih sulit. Apalagi membuat siswa belajar lebih dari sekadar mengerti. Padahal tingkatan pengetahuan itu ada empat. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengerti &gt;&gt; Menganalisis &gt;&gt; Merekonstruksi &gt;&gt; Mencipta&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat HP, jika mengerti itu hanya tahu, oh ini HP, bisa buat ini itu. Jika menganalisis itu bisa tahu detail bagian-bagian HP tersebut, bahkan mempretelinya. Jika merekonstruksi itu bisa membuat kembali (meniru) bagian-bagian HP yang telah dipreteli itu (Bangsa China telah sampai pada tahap ini). Jika mencipta itu mampu menambahkan hal baru dari rekonstruksi yang telah kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, tak ada guna jika kita hanya mengutuk masalah ini. Kita harus mencari solusi bersama dan menerapkannya mulai dari diri kita sendiri. Ada beberapa saran dari saya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Selalu belajar mandiri dengan sumber-sumber lain setelah diajarkan sesuatu dari sekolah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berusaha mengerti alur logika dan asal muasal dari pengetahuan yang kita dapatkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyambungkan pelajaran yang kita dapat dengan kejadian di kehidupan sehari-hari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempraktikkan sekecil apa pun ilmu dan keterampilan yang kita dapatkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadikan &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/kemana-pelajaran-mengarang.html"&gt;mengarang&lt;/a&gt; sebagai sarana untuk menyampaikan ide dan opini&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sebagai siswa yang tak punya daya untuk mengubah sistem, kita tetap punya tanggung jawab untuk mengubah keadaan ini. Setidaknya dengan mengubah diri kita sendiri dahulu. Membiasakan lima hal di atas untuk meningkatkan tingkat pengetahuan kita. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk tidak sekadar mengerti, tetapi juga mampu mencipta!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6000301011882138509?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6000301011882138509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/belajar-untuk-tidak-sekadar-mengerti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6000301011882138509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6000301011882138509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/belajar-untuk-tidak-sekadar-mengerti.html' title='Belajar untuk Tidak Sekadar Mengerti'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S8_yANeDCWI/AAAAAAAAAGY/vBuWzCgCFgM/s72-c/Anak+Belajar+Mencipta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6660004458942525028</id><published>2010-04-20T06:16:00.004+07:00</published><updated>2010-04-20T20:09:27.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membaca dan Menulis'/><title type='text'>Kemana Pelajaran Mengarang?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S82nZteMJeI/AAAAAAAAAGQ/2whCSopvj6g/s1600/mengarang.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S82nZteMJeI/AAAAAAAAAGQ/2whCSopvj6g/s320/mengarang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462205983215068642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Itulah pertanyaan yang menggelayuti pikiran saya ketika saya sedang bernostalgia dengan masa SD saya. Saya ingat sekali, setiap habis libur panjang, saya selalu diberikan tugas itu. Membuat sebuah tulisan tentang aktivitas yang saya jalani selagi libur yang entah mengapa pada saat itu disebut mengarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu saya cukup takut untuk melakukannya. Karena waktu libur saya biasanya dihabiskan untuk aktivitas-aktivitas yang kurang berguna. Tetapi ketika kini saya telah SMA dan sebentar lagi akan kuliah, saya merasa ada efek positif yang benar-benar membekas, bahkan menjadi pintu masuk bagi perkembangan minat saya selanjutnya. Ya! Itulah mengarang, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membahasakan visual menjadi verbal&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi lebih bisa mengungkapkan sesuatu, menyampaikan peristiwa, menceritakan pengalaman, dll. Selain itu, tugas mengarang ini pula yang membuat saya semakin percaya diri untuk mengejar mimpi dan berkarier di bidang penulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mengapa, sejak saat itu saya sudah tidak pernah lagi merasakannya, baik di SMP maupun di SMA. Bahkan adik saya yang sekarang duduk di kelas 4 SD pun sepertinya tidak pernah diberikan tugas ini lagi. Lalu… Kemana pelajaran mengarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pelajar saya tidak punya jawaban yang cukup memuaskan untuk pertanyaan ini. Meski begitu, saya ingin sekali agar setiap orang khususnya para penuntut ilmu (baca:pelajar) tetap mengarang meski tak lagi dibebankan. Ada beberapa alasan mengapa mengarang menjadi sangat penting khususnya bagi pelajar:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengarang membuat pelajar terbiasa berkata melalui proses berpikir, tidak hanya spontan seperti saat mengobrol biasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengarang membuat pelajar berani beropini dan berekspresi tanpa perasaan-perasaan penahan seperti takut dan malu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengarang membuat pelajar berkata lebih tersistematis baik lewat lisan maupun tulisan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengarang membuat siswa lebih tertarik pada dunia penulisan dan aktivitas-aktivitas lain yang berkaitan dengannya seperti membaca&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengarang membuat siswa lebih peka terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengarang menjadi saluran perjuangan paling mudah bagi pelajar yang masih terbatas akses pergaulannya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kadar kepentingan yang sudah sangat tinggi pada kasus ini, saya yakin akan membuat setiap pelajar yang menyadarinya akan lekas bergerak untuk memulai kembali aktivitas mengarangnya. Menceritakan pengalaman, menyampaikan suara hati, menggambarkan impian, dll. Ya! Semua itu bisa anda lakukan dengan mengarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kini teknologi telah semakin berkembang. Anda tidak perlu lagi repot-repot mengirim karangan anda ke media. Karena anda bisa punya media sendiri: itulah blog. Jadi, kini anda tak harus menunggu tugas mengarang dari guru atau diterimanya karangan anda di media. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karena anda bisa menjadi... seorang blogger&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingat perkataan saya di poster Catatan Dunia Pendidikan Indonesia? “&lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/poster-blog-catatan-dunia-pendidikan.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudah saatnya blogging menjadi budaya pelajar Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6660004458942525028?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6660004458942525028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/kemana-pelajaran-mengarang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6660004458942525028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6660004458942525028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/kemana-pelajaran-mengarang.html' title='Kemana Pelajaran Mengarang?'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S82nZteMJeI/AAAAAAAAAGQ/2whCSopvj6g/s72-c/mengarang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-2001159916446661864</id><published>2010-04-16T21:00:00.003+07:00</published><updated>2010-04-16T21:56:01.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Budaya Dialog yang Sedang Di Persimpangan Jalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S8h6TvPrf-I/AAAAAAAAAGI/L2m9AodlXkg/s1600/santri_mbah_priok.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 284px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S8h6TvPrf-I/AAAAAAAAAGI/L2m9AodlXkg/s320/santri_mbah_priok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460749027705061346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 14 April lalu priok berguncang. Tepatnya di koja, cukup dekat dengan tempat tinggal saya karena memang sama-sama di kecamatan tanjung priok. Anda mungkin sudah tahu apa yang terjadi di sana. Tapi saya akan coba membahasnya dari perspektif lain yang mungkin sering kita lupakan, karena terlalu asik dengan ‘keseruannya’. Saya tidak heran jika sebagian besar masyarakat membicarakan ‘keseruan’ kejadiaannya, tapi cukup jarang yang bertanya: Mengapa ini bisa terjadi? Apa Penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya lihat, hal ini disebabkan oleh belum mengakarnya budaya dialog baik dari pihak Pemprov DKI Jakarta beserta jajarannya (dalam kasus ini Satpol PP) dan masyarakat secara umum. Karena budaya ini memang masih sedang kita rekonstruksi kembali setelah selama 32 tahun dihancurleburkan oleh Orba yang sarat dengan budaya ABS (Asal Bapak Senang). Ironisnya, budaya dialog sebenarnya juga bagian dari budaya musyawarah yang merupakan karakter bangsa yang telah digariskan oleh para pendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah dialog, semua pihak berada pada kedudukan yang setara. Egaliter. Lalu dua pihak yang berbeda pendapat saling mengutarakan argumennya. Sehingga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;subjektivitas ke dua belah pihak akan diobjektivikasi di sini&lt;/span&gt;. Mereka memperjuangkan argumen sendiri dan menerima argumen lawan secara bergantian. Terus… Hingga pada titik tertentu tercapai kata sepakat di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip implementasi dialog mirip dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teori mekanisme pasar&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tangan-tangan tak nampaknya&lt;/span&gt; Adam Smith. Bahwa ada dua kutub yang saling tarik menarik dengan tujuannya masing-masing lalu digerakkan oleh tangan-tangan tak nampak ke arah tujuan bersama yang merupakan titik keseimbangan. Seperti itulah ketika kita sedang berdialog. Oya, tahukan yang dimaksud tangan-tangan tak nampak? Jelas, Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog membuat pihak yang berseteru, berusaha mengerti keinginan masing-masing. Sehingga semua menganggap keputusan yang dihasilkan adalah keputusan bersama dan tidak ada alasan untuk kecewa karena semuanya telah setuju. Berbeda jelas dengan gaya otoritarian ataupun kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi… Masalahnya bukan hanya soal budaya dialog yang belum mengakar, tetapi juga belum efektifnya budaya dialog yang dilaksanakan. Kadang-kadang saya suka kesal dengan argumen yang ‘tidak menamabah’, terkesan hanya mengulang argumen yang telah disebutkan tadi, dan menyalahkan tanpa memberi solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan organisasi tingkat sekolah maupun kampus, di DPR saja saya masih sering melihat hal itu. Padahal kebebesan berpendapat melalui dialog atau musyawarah ini adalah sebuah peluang menuju kebaikan, tetapi malah dihambat dengan kebiasaan-kebiasaan berargumen yang tidak efektif. Kalau saya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lebih baik diam &lt;/span&gt;daripada&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; bicara ‘tidak menambahkan’&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lebih baik berargumen sekali tapi bicara solusi &lt;/span&gt;daripada&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; berargumen berulang kali hanya untuk mempermasalahkan hal yang sudah jadi masalah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Dialog yang sedang kita rekonstruksi ini sedang di persimpangan jalan. Apakah ia akan setback dan kembali menjadi otoritarian yang sarat kekerasan? Atau akan menyimpang dari tujuan karena kebiasaan-kebiasaan berargumen tidak efektif? Atau akan terus melesat menuju tujuan luhurnya: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-2001159916446661864?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/2001159916446661864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/budaya-dialog-yang-sedang-di.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/2001159916446661864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/2001159916446661864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/04/budaya-dialog-yang-sedang-di.html' title='Budaya Dialog yang Sedang Di Persimpangan Jalan'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S8h6TvPrf-I/AAAAAAAAAGI/L2m9AodlXkg/s72-c/santri_mbah_priok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-838507572984404939</id><published>2010-03-18T19:13:00.005+07:00</published><updated>2010-03-21T07:12:45.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pengangguran Intelektual: Pantaskah Kaum Intelektual Menganggur?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S6IdtxJ44OI/AAAAAAAAAGA/j320DIfWuAE/s1600-h/pengangguran+intelektual.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 237px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S6IdtxJ44OI/AAAAAAAAAGA/j320DIfWuAE/s320/pengangguran+intelektual.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449951171197853922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Frase itu (Pengangguran Intelektual – Red.) beberapa kali saya dengar belakangan ini. Entah kenapa, saya merasa frase itu adalah sebuah bentuk penghinaan dan perendahan derajat. Bagaimana bisa kata pengangguran digabungkan dengan intelektual? Tapi setelah saya merenung sejenak, ya... Faktanya memang bicara demikian. Hal ini membuat saya penasaran, hal apa yang menyebabkan ini terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa iya sih. Seorang yang dikaruniai puluhan bahkan ratusan buku selama 4 tahun masih menganggur? Seorang yang telah menganalisis dan menyelesaikan banyak masalah masih menganggur? Seorang yang telah berkembang dalam &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/lingkungan-sosial-yang-membangun.html"&gt;lingkungan sosial yang membangun&lt;/a&gt; dan kompetitif masih menganggur? Dan banyak lagi kebingungan-kebingungan saya tentang fakta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa sebab menurut saya mengapa hal ini bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pola Pikir Lama Warisan Belanda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menjadi jajahan Belanda selama 3,5 abad benar-benar mempengaruhi pola pikir dan karakter bangsa ini. Belanda banyak memberi warisan bagi bangsa ini. Tapi sayang, warisan itu kini tak lagi relevan tapi masih saja kita gunakan. Salah satunya adalah sekolah dan menuntut ilmu untuk &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/03/jangan-mau-jadi-pegawai.html"&gt;menjadi pegawai&lt;/a&gt; (itulah mengapa saya merekomendasikan &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/reoritentasi-belajar-bukan-nilai-tapi.html"&gt;reorientasi belajar&lt;/a&gt;). Belanda memberikan pendidikan kepada pribumi agar bisa dijadikan tenaga terampil dan berkualitas tapi murah. Itulah mengapa banyak kaum intektual yang menganggur, karena lamarannya terus-terusan ditolak. Padahal masih banyak peluang lain yang belum dilirik (&lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/4-alasan-mengapa-anda-harus-berbisnis.html"&gt;Peluang bisnis&lt;/a&gt; salah satunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Berorientasi pada Status dan Jabatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini juga salah satu warisan Belanda. Dulu, pribumi merasa bangga ketika mereka diangkat sebagai pegawai kompeni, pribumi lain dianggap lebih rendah darinya. Itulah mengapa banyak kaum intelektual yang gengsi untuk memulai dari bawah. Mereka lebih bangga menjadi karyawan kantoran dengan gaji 3 juga perbulan, dibanding jadi tukang nasi goreng dengan laba 300 ribu perhari. Selain itu, mereka juga merasa tidak bisa berkontribusi tanpa jabatan. Padahal sesungguhnya, banyak kontributor besar di bangsa ini yang tak punya jabatan struktural. Karena jabatan itu sementara, tapi kontribusi dan kapasitas itu abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Hanya Mengejar Prestasi Belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan! Jika seorang doktor ternyata menjadikan disertasi sebagai karya terakhirnya. Itulah yang akan terjadi ketika seseorang hanya mengejar prestasi belajar. Sehingga, jangan heran jika banyak sarjana S1 yang hanya mampu menawarkan ijazahnya. Hal ini karena mereka tidak membangun tradisi belajar. Tradisi yang membuat para sarjana, master, dan doktor terus membaca, menulis, meneliti, dan berdiskusi meski tak lagi mengejar ijazah dan dipepet tugas kuliah. Menurut mereka prestasi hanyalah bonus dari kontribusi dan karya yang telah mereka ciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jelas, bahwa akar masalahnya sebenarnya terletak pada pola pikir kita. Pola pikir yang diwariskan oleh nenek moyang yang kini tak lagi relevan dengan tantangan zaman. Pola pikir yang telah mengkungkung kita dalam ketertinggalan. Pola pikir yang membuat kemajuan itu tak kunjung datang, meski bangsa ini punya puluhan juta pejuang intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perubahan besar adalah akumulasi dari perubahan-perubahan kecil yang saling menguatkan&lt;/span&gt;. Begitu pun, tak ada perubahan dalam skala bangsa, sebelum kita memulainya dari skala individu. Tidak ada 10 tanpa 1, begitu pun tidak ada 200 juta tanpa 1. Dekatkan bangsa Indonesia dengan kemajuan dengan terus melakukan perubahan dan perbaikan, mulai dari diri sendiri, hal kecil, dan sekarang juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-838507572984404939?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/838507572984404939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/pengangguran-intelektual-pantaskan-kaum.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/838507572984404939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/838507572984404939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/pengangguran-intelektual-pantaskan-kaum.html' title='Pengangguran Intelektual: Pantaskah Kaum Intelektual Menganggur?'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S6IdtxJ44OI/AAAAAAAAAGA/j320DIfWuAE/s72-c/pengangguran+intelektual.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-2534621779366080823</id><published>2010-03-11T19:37:00.003+07:00</published><updated>2010-03-21T07:13:11.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Paradoks Perasaan Saat Update Status Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S5jmBur0sBI/AAAAAAAAAF4/QipV8utAgNs/s1600-h/update+status+facebook.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 129px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S5jmBur0sBI/AAAAAAAAAF4/QipV8utAgNs/s320/update+status+facebook.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447356666690711570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Facebook memang menjadi salah satu inovasi terbesar saat ini (menurut saya). Banyak kejadian menarik yang terjadi karenanya. Termasuk di Negara kita, Indonesia. Bahkan facebooker (masyarakat facebook) kini sudah mulai punya kekuatan menekan tersendiri. Ingatkan dengan kasus grup yang mendukung Bibit Candra dan Cicak vs Buaya? Hal ini menandakan facebook kini bukan lagi sekedar gaya hidup, tetapi sudah seperti kampung yang punya masyarakat beserta potensinya tersendiri. Inilah facebooker: new society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain seputar facebooker yang kini seakan sudah menjadi masyarakat baru tersendiri, ada sebuah fenomena menarik lain: Update Status.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fitur ini sebenarnya disajikan untuk melaporkan keadaan atau status user kepada teman-teman yang lain. Tetapi pada prakteknya fitur ini menjadi multifungsi, banyak yang bisa dilakukan dengannya. Anda bisa menyuarakan opini anda, gagasan anda, bahkan perasaan hati anda. Eits, tapi ada sebuah paradoks di sini, ketika anda sedang mengetikkan status itu. Apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, konsep sebenarnya begini. Status anda adalah sebuah pesan yang anda tampilkan untuk dilihat oleh teman-teman anda. Sehingga berbagai status yang anda buat sebenarnya mau tidak mau pasti akan mencitrakan diri anda. Oooh, si A orangnya begitu toh? Oooh, ternyata si B orangnya temperamental toh? Terkadang banyak orang yang tidak begitu dekat dengan anda, tetapi menjadi teman facebook anda menilai anda dari setiap status yang anda tampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, faktanya anda sebagai pengirim pesan malah merasa facebook adalah ruang privasi layaknya diary yang bisa menjadi tempat curhat dan menumpahkan segala yang anda rasa secara ‘terlalu jujur’ dan blak-blakan. Di sinilah paradoks perasaan itu terjadi. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anda merasa ini ruang privasi, padahal kenyataanya ini adalah ruang publik&lt;/span&gt;. Yaa, mungkin anda memposting status dalam kesendirian, tetapi pesan yang anda bawa itu pasti akan tersebar dalam keramaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah anda dengan kasus statusnya Luna Maya? Yaa, meski itu di twitter, konsep kejadiannya tetaplah sama. Di mengucapkan kata-kata bernada cacian yang mungkin seharusnya hanya di simpan di hati atau paling tidak di tulis dalam diary saja. Ia mengalamai paradoks perasaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik setiap masalah selalu ada dua sisi yang saling bertolak belakang: hambatan atau kesempatan. Paradoks perasaan ini mungkin membuat anda menjadi sedikit lebih berhati-hati saat mengupdate status bahkan menjadi kurang leluasa berbicara. Tapi, paradoks perasaan juga menyajikan anda sebuah kesempatan untuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;merekayasa citra&lt;/span&gt; anda di depan teman-teman facebook anda melalui status-status yang tepat guna dan sesuai sasaran. Let’s Get the Chance!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif – Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-2534621779366080823?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/2534621779366080823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/paradoks-perasaan-saat-update-status.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/2534621779366080823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/2534621779366080823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/paradoks-perasaan-saat-update-status.html' title='Paradoks Perasaan Saat Update Status Facebook'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S5jmBur0sBI/AAAAAAAAAF4/QipV8utAgNs/s72-c/update+status+facebook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-5883271174547740968</id><published>2010-03-08T19:22:00.004+07:00</published><updated>2010-03-08T19:41:14.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Sosial'/><title type='text'>Lingkungan Sosial yang Membangun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S5TwNoVg05I/AAAAAAAAAFw/ZrorOo0u7HA/s1600-h/Lingkungan+Sosial+Membangun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 303px; height: 203px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S5TwNoVg05I/AAAAAAAAAFw/ZrorOo0u7HA/s320/Lingkungan+Sosial+Membangun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446241966354387858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah dijelaskan banyak orang, manusia adalah makhluk sosial. Menjadi &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/strategi-beradaptasi-dengan-lingkungan.html"&gt;bagian dari sebuah kelompok dan lingkungan&lt;/a&gt; adalah sebuah kepastian. Anda butuh orang lain dan orang lain butuh anda. Dari lingkup yang terkecil hingga terbesar, dari keluarga hingga rekanan kerja. Semua berpengaruh dalam hidup anda. Begitu pun anda bepengaruh bagi hidup mereka. Semunya berjalan secara timbal balik layaknya hukum demand and supply dalam ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pertanyaannya, seefektif apa pengaruh itu? Sebesar apa pengaruh itu? Seefisien apa pengaruh itu? Hmm... Menarik untuk dicermati. Coba anda perhatikan lingkungan sosial sekitar anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang yang anda temui setiap hari? Berapa banyak orang yang anda ajak ngobrol setiap hari? Berapa banyak orang yang anda telpon dan sms setiap hari? Berapa banyak orang yang anda wall dan beri komentar di Facebook setiap hari? Banyak sekali bukan?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah... Sekarang coba jawab lagi. Berapa banyak dari mereka yang memberi anda pelajaran hidup? Berapa banyak dari mereka yang anda beri pelajaran hidup? Berapa banyak dari mereka yang memberi anda inspirasi? Berapa banyak dari mereka yang anda beri inspirasi? Berapa banyak dari mereka yang memberi anda manfaat? Berapa banyak dari mereka yang anda beri manfaat? Jauh lebih sedikit bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah masalah anda kini. Terlalu banyak hubungan relasi, informasi, dan komunikasi yang anda bangun tapi kenyataannya justru &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIDAK MEMBANGUN&lt;/span&gt;. Hubungan yang seperti itu tidak membantu anda menuju pertumbuhan dan kemajuan. Hubungan seperti itu juga menghabiskan jatah waktu anda yang sebenarnya sangat sedikit dan sebentar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pilihan bagi anda yang merasa aktivitas hubungan sosial anda tidak berjalan efektif dan efisien: Hentikan sama sekali atau Perbaiki hubungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda berniat untuk memperbaikinya, setidaknya hubungan sosial itu harus memiliki satu dari dua: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mampu memberi manfaat untuk anda&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anda mampu memberi manfaat untuk mereka&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan! Setiap sehabis berkomunikasi dengan orang lain anda selalu mendapatkan pertumbuhan dan kemajuan. Baik itu karena anda mendapatkannya dari langsung orang lain ataupun secara tidak langsung anda bisa menambah kelekatan informasi dengan membaginya pada orang lain. Di sini pulalah, terlihat betapa pentingnya proporsionalitas antara berbicara dan mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tidak mampu membangun lingkungan sosial anda, buatlah lingkungan sosial anda mampu membangun anda. Atau sebaliknya, jika lingkungan sosial anda tidak mampu membangun anda, buatlah anda mampu membangun lingkungan sosial anda. Ini adalah sebuah misi timbal balik tanpa henti. Lakunkanlah sesuai bagian dan saatnya: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menerima manfaat dan memberi manfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-5883271174547740968?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/5883271174547740968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/lingkungan-sosial-yang-membangun.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5883271174547740968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5883271174547740968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/lingkungan-sosial-yang-membangun.html' title='Lingkungan Sosial yang Membangun'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S5TwNoVg05I/AAAAAAAAAFw/ZrorOo0u7HA/s72-c/Lingkungan+Sosial+Membangun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-3572356689428100072</id><published>2010-03-06T20:38:00.005+07:00</published><updated>2010-03-08T19:33:31.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurusan dan Peminatan'/><title type='text'>Jurusan IPA vs IPS: Masihkah Harus Dipertentangkan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S5Jjdu__sYI/AAAAAAAAAFo/4KwMHa2t-uA/s1600-h/Jurusan+IPA+vs+IPS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 239px; height: 178px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S5Jjdu__sYI/AAAAAAAAAFo/4KwMHa2t-uA/s320/Jurusan+IPA+vs+IPS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445524261928153474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melihat dari ramainya komentar di posting terdahulu tentang &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/07/enaknya-jadi-siswa-di-jurusan-ips.html"&gt;enaknya jadi siswa di jurusan IPS&lt;/a&gt;, saya jadi tertarik untuk membuat posting lanjutan. Selain itu, komentar-komentar itu juga banyak berisi perdebatan yang terjadi antara siswa jurusan ipa dan ips yang berusaha saling mempertahankan keunggulan dari jurusannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan atau silang pendapat memang hal biasa, tetapi jika perdebatan itu telah mengarah ke saling menjatuhkan, dibanding mencari kebenaran. Maka, perdebatan itu tak boleh diteruskan. Karena pihak yang berseteru tidak mencari titik temu bersama, tetapi titik kemenangan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya bertanya. Masihkah harus kita mencari mana yang lebih baik di antara jurusan IPA dan IPS? Masih perlukah siswa jurusan IPA dan IPS berdebat demi pengakuan kehebatan? Masih perlukah siswa jurusan IPA dan IPS saling menjelek-jelekkan satu sama lain? Masihkan harus keduanya dipertentangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak! Karena zaman telah berubah. Kini, kita akan banyak menemukan anak IPA yang &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/cerdas-sosial-karena-gaul-gak-mesti.html"&gt;gaul&lt;/a&gt;, anak IPS yang ilmiah, anak IPA yang jadi ketua organisasi, atau pun anak IPS yang juara lomba karya ilmiah. Semua dimungkinkan, karena zaman pendiskreditan siswa pada jurusan tertentu telah usai. Tidak ada itu anak IPA pasti kuper atau anak IPS pasti gak pinter. Ingat! Kini zaman telah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjurusan yang dulu dimaksudkan untuk persiapan diri siswa sebelum kuliah dengan jurusan tertentu kini tak lagi relevan. Sehingga jurang pemisah antara jurusan IPA dan IPS pun kini semakin tak kelihatan. Semua siswa berhak menjadi apa pun yang dia inginkan tanpa dibatasi oleh cap-cap dan label-label tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, bukan zamannya lagi siswa jurusan IPA dan IPS berdebat untuk unggul-unggulan diri. Tetapi untuk berjuang demi bangsa dengan mengaktualisasikan diri sesuai dengan minat dan potensi. Jadi, kini tidak ada lagi perkataan, “Lu IPA, gw IPS!”, tetapi “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang bisa lu di IPA dan gw di IPS berikan buat bangsa?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif - Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-3572356689428100072?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/3572356689428100072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/jurusan-ipa-vs-ips-masihkan-harus.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/3572356689428100072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/3572356689428100072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/jurusan-ipa-vs-ips-masihkan-harus.html' title='Jurusan IPA vs IPS: Masihkah Harus Dipertentangkan?'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S5Jjdu__sYI/AAAAAAAAAFo/4KwMHa2t-uA/s72-c/Jurusan+IPA+vs+IPS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-8024903893701718413</id><published>2010-02-27T17:12:00.001+07:00</published><updated>2010-02-27T17:18:27.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membaca dan Menulis'/><title type='text'>5 Kiat Mudah Membiasakan Diri untuk Membaca</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S4jxRqffrII/AAAAAAAAAFc/BNx0of1ydJs/s1600-h/membiasakan+diri+membaca.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 231px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S4jxRqffrII/AAAAAAAAAFc/BNx0of1ydJs/s320/membiasakan+diri+membaca.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442865435443702914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah fundamental yang menjadi penghambat kemajuan bangsa ini adalah rendahnya kemampuan literasi masyarakatnya. Terbukti dari masih tingginya tingkat buta aksara dan masih belum membudayanya budaya membaca dan menulis di masyarakat yang sudah melek aksara. Padahal dari segi ide dan kreativitas bangsa ini sangatlah potensial. Hanya sayang kita tidak punya budaya literasi untuk menunjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita harus mulai membiasakan diri untuk membaca. Karena kita harus mengonsumsi informasi dulu (membaca) sebelum memproduksi informasi (menulis). Tapi realitas menunjukkan sebagian masyarakat bahkan para pelajar malah mengaku kesulitan untuk membiasakan diri untuk membaca. Alasannya beragam, ada yang bilang membaca itu membosankanlah, takut dibilang kutu buku, bukan tipe yang suka baca, dan berbagai alasan ‘penghambat kemajuan’ lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Stop! Mulai detik ini hilangkanlah semua stigma itu. Karena budaya membaca adalah salah satu penunjang kemajuan bangsa ini. Oleh sebab itu, kita perlu budaya itu. Jika, anda masih kesulitan, ikutilah sedikit kiat dari pengalaman saya ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Mulailah dari yang Anda Suka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kesalahan terbesar dari seseorang yang ingin mulai membiasakan diri untuk membaca adalah image buku dan bacaan yang sebenarnya ia buat sendiri: berat dan membosankan. Padahal banyak sekali jenis buku dengan karakteristik yang beragam. Saya dulu memulainya dengan membaca cerita fiksi seperti cerpen dan novel, berlanjut ke buku-buku praktis (yang pake kata kunci: cara, langkah, tips, kiat, dll), lalu berlanjut lagi ke buku motivasi dan pengembangan diri, hingga sekarang saya sudah mulai baca buku-buku politik dan sejarah. Satu hal yang pasti: sesuaikanlah dengan minat anda. Agar niat untuk membaca tidak hanya berasal dari pikiran, tetapi juga dari hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Sediakan Waktu Ternyaman Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya anda harus menyediakan waktu ternyaman anda. Karena seringkali seseorang malas untuk membaca jika waktunya kurang tepat. Biasanya saya membaca saat jam pelajaran kosong saat sekolah. Karena biasanya memang tidak ada pekerjaan lain yang bisa saya lakukan saat itu. Selain itu, saya juga cukup nyaman membaca saat perjalanan, beberapa saat sebelum tidur, dan saat di perpustakaan. Pakailah waktu-waktu yang biasa anda habiskan untuk bengong dan menunggu dengan membaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah... Untuk semakin memicu hasrat anda untuk membaca, tumbuhkanlah rasa ingin tahu. Tanyakan setiap hal yang ada di sekitar anda dan carilah jawabannya di buku. Atau anda juga bisa melihat-lihat buku di toko atau perpustakaan dan cobalah pertanyakan, “Apasih isi buku ini?” Biasanya rasa ingin tahu dan penasaran sangat efektif untuk menggerakkan diri ini untuk melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Minta Seseorang Merekomendasikan Buku kepada Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah... Ini juga salah satu cari yang efektif nih untuk lebih ‘memaksa’ diri ini untuk segera mulai membaca. Karena buku yang direkomendasikan biasanya punya nilai lebih yang akan membuat kita lebih semangat membacanya. Tanyakanlah pada teman anda, “Eh, punya buku bagus gak? Minjem dong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Membacalah Seperlunya Saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selagi masih belajar membacalah seperlunya saja. Tak usah berlebihan. Keperluan orang itu tergantung dari hasratnya masing-masing untuk memperoleh informasi. Makin perlu anda terhadap informasi, maka sudah pasti kuantitas dan kualitas membaca anda pun pasti akan makin banyak dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca adalah kebutuhan bagi sebagian orang. Sebagian orang tersebut adalah orang-orang yang menguasai jalannya dunia. Mengapa? Karena dia menguasai informasi. Sekarang saya tanya, adakah orang sukses yang tidak memiliki budaya membaca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif – Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-8024903893701718413?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/8024903893701718413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/5-kiat-mudah-membiasakan-diri-untuk.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8024903893701718413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8024903893701718413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/5-kiat-mudah-membiasakan-diri-untuk.html' title='5 Kiat Mudah Membiasakan Diri untuk Membaca'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S4jxRqffrII/AAAAAAAAAFc/BNx0of1ydJs/s72-c/membiasakan+diri+membaca.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-3296817280178910364</id><published>2010-02-21T08:11:00.003+07:00</published><updated>2010-02-21T08:22:34.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Sosial'/><title type='text'>Cerdas Sosial: Karena Gaul Gak Mesti Ngawur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S4CKUNS6GiI/AAAAAAAAAFU/YZIVzXmZCYk/s1600-h/cerdas+sosial.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S4CKUNS6GiI/AAAAAAAAAFU/YZIVzXmZCYk/s320/cerdas+sosial.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440500429634542114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebagian orang, menjadi gaul bukanlah hal sulit. Karena mungkin ia telah terbiasa melakukannya sedari kecil. Tapi bagi sebagian yang lain (bahkan termasuk saya dulu) sulit melakukannya. Padahal cerdas sosial adalah salah satu modal hidup yang niscaya kita butuhkan, baik di masa kini maupun di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, gaul yang saya maksud di sini bukanlah gaul seperti ‘generasi ikut-ikutan’ di luar sana. Yang banyak berucap dan berbuat hanya karena trend yang sedang ‘in’. Apalagi trend itu seringkali berlawanan dari nilai luhur bangsa yang menyebabkan masyarakat umum mengecap ‘generasi ikut-ikutan’ ini ngawur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa saya menggunakan istilah cerdas sosial. Karena kata ‘cerdas’ melambangkan kita sebagai pelajar harus punya prinsip agar tidak terombang ambing oleh trend zaman. Selain itu, cerdas sosial lebih ke arah saling memahami dan kerja sama dibanding sekedar ikut-ikutan trend belaka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gaul atau Cerdas sosial (versi saya) punya beberapa prinsip yang mungkin bisa dipraktekkan oleh teman-teman semuanya. Tapi ingat, prinsip ini tidak mutlak, tergantung dari lingkungan sosial kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama, Mendengarkan dulu baru didengarkan&lt;/span&gt;. Karena manusia fitrahnya memang memiliki ego untuk didengarkan dan diakui. Sehingga justru orang yang mendengarkanlah yang akan mendapat nilai lebih. Karena ia mampu mengalahkan egonya. Selain itu, mendengarkan juga bisa membantu kita lebih memahami kondisi lingkungan sosial kita beserta tabiat dan karakternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua, Lebih banyak bekerja sama daripada berkompetesi&lt;/span&gt;. Kita harus berpandangan bahwa hidup ini memiliki banyak jenis keberhasilan. Sehingga kita tidak harus mengalahkan orang lain, jika ingin berhasil. Berpikirlah! Kenapa kita tidak berhasil bersama? Bukankah bidang keberhasilan kita pun berbeda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga, Menjadi solusi andalan&lt;/span&gt;. Salah satu parameter keberhasilan cerdas sosial adalah ketika kita dibutuhkan. Untuk itu, kita harus menjadi solusi dalam pergaulan sosial. Tampilkanlah inti kompetensi kita dengan mempergunakannya untuk menolong, bukan dengan mengucapkannya. Sehingga ketika masalah sejenis kembali terjadi, mereka tahu harus kepada siapa mereka meminta pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat, mencari persamaan dalam perbedaan&lt;/span&gt;. Salah satu masalah yang sering terjadi dalam pergaulan adalah konlfik atau persilihan. Hal ini biasanya disebabkan oleh perbedaan. Padahal apakah kita 100% beda? Tentu tidak, sama seperti kita juga tidak 100% sama. Nah... Solusinya adalah kita harus selalu mencari persamaan untuk bisa bekerja sama dan memanfaatkan perbedaan untuk saling berspesialisasi. Misal, dalam kerja kelompok, inti kompetensi dari tiap anggota pasti berbeda-beda. Ada yang tulisannya bagus, jago mengkoordinir, punya banyak ide, punya banyak buku referensi. Bukankah tugas menjadi lebih mudah ketika setiap orang mampu berspesialiasasi di inti kompetensi?&lt;br /&gt;Kelima, memahami tidak harus mengikuti. Dalam cerdas sosial, kita memang dituntut untuk mampu memahami lingkungan sosial kita. Tapi ingat! Memahami itu tidak harus mengikuti. Haruskah kita mengikuti jika teman kita malas belajar? Haruskah kita mengikuti jika teman kita suka keluar malam? Haruskah kita mengikuti jika teman kita suka kebut-kebutan di jalan? Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keenam, memberi solusi bukan menghakimi.&lt;/span&gt; Setelah kita berusaha menjaga diri untuk tidak ikut ke dalam pergaulan negatif, kita juga harus berusaha untuk memberi solusi. Terlebih dalam keyakinan saya, Agama Islam, saling mengingatkan dalam kebaikan adalah wajib bagi setiap muslim. Tapi cara kita mengingatkan juga haruslah baik, kita tidak boleh menghakimi kesalahan. Sebaliknya, kita harus mencoba memahami mengapa mereka melakukannya dan pelan-pelan berikan solusi kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terbukti bukan? Bahwa gaul atau cerdas sosial itu gak mesti ngawur. Karena kita adalah bagian dari solusi, bukan masalah bangsa ini. Karena kita adalah motor penggerak perubahan, bukan perangsang kehancuran. Buktikan! Bahwa pelajar Indonesia kini tidak hanya cerdas pikiran, tetapi juga cerdas sosial!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif – Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-3296817280178910364?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/3296817280178910364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/cerdas-sosial-karena-gaul-gak-mesti.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/3296817280178910364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/3296817280178910364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/cerdas-sosial-karena-gaul-gak-mesti.html' title='Cerdas Sosial: Karena Gaul Gak Mesti Ngawur'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S4CKUNS6GiI/AAAAAAAAAFU/YZIVzXmZCYk/s72-c/cerdas+sosial.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-4462078344850968758</id><published>2010-02-13T11:41:00.003+07:00</published><updated>2010-02-13T11:47:18.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar dan Mengajar'/><title type='text'>Metode Belajar - Mengajar Efektif dan Terintegrasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S3Yt_a5PBGI/AAAAAAAAAFM/g2r5RNnlhVw/s1600-h/belajar+mengajar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 225px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S3Yt_a5PBGI/AAAAAAAAAFM/g2r5RNnlhVw/s320/belajar+mengajar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437584167670842466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu permasalahan kontemporer dari dunia pendidikan saat ini adalah tidak efektifnya metode belajar-mengajar. Sehingga titik temu yang dihasilkan dari keinginan dan kemampuan guru dalam mengajar dan siswa dalam belajar tidak optimal. Kadang guru lebih nyaman dengan metode pemberian tugas, tapi siswanya justru lebih bisa menangkap jika ada penjelasan dari guru. Inilah PR kita bersama: mempertemukan keduanya di titik optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci utama dari permasalahan ini adalah tertutup atau tersumbatnya keran demokrasi dan komunikasi. Sehingga kedua belah pihak tidak bisa saling memberi masukan. Untuk itu, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membuka keran itu. Buatlah siswa menjadi lebih mudah menyampaikan aspirasinya. Hilangkanlah gengsi feodalisme yang kuno itu. Bukankah pendidikan ini sebenarnya untuk mereka?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbagai masukan telah ada di tangan segera seleksi. Mana yang sekiranya benar-benar dibutuhkan siswa secara umum. Apakah pembelajaran yang berbasis IT? Apakah pembelajaran yang lebih fokus pada diskusi? Atau yang lain. Tapi ingat, hal ini juga harus disesuaikan dengan kemampuan guru sebagai salah satu stakeholder di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain efektif, metode tersebut juga harus terintegrasi. Mengapa? Karena dari kasus yang saya alami, ada beberapa guru yang punya metode belajar-mengajar yang efektif dan disukai siswa tapi guru yang lain tidak. Untuk itulah, kepala sekolah beserta jajaran staffnya harus menstadardisasikan dan mengintegrasikan metode tersebut. Agar diharapkan, semua guru dapat mempraktekkannya. Meski pemerintah telah menggariskan sebuah kurikulum yang cukup baik (KTSP), setiap sekolah juga harus mengejawantahkannya ke dalam program aksi dan metode-metode praktis. Karena itulah sebenarnya masalahnya, ide konseptual yang telah digariskan pemerintah sulit berjalan baik karena sekolah tidak mengejawantahkannya ke dalam hal-hal yang sifatnya lebih praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai siswa, saya punya beberapa saran khususnya untuk para guru yang saya cintai demi metode belajar-mengajar efektif yang sama-sama kita cita-citakan ini, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengganti sifat galak dan tertutup dengan sifat akrab dan terbuka (tapi tetap tegas untuk masalah prinsip)&lt;br /&gt;2. Selalu update tentang perkembangan zaman dan menceritakannya dalam setiap pembelajaran&lt;br /&gt;3. Menjadikan setiap pelajaran ‘practicable’ dengan cara menguhubungkannya dengan kehidupan sehari-hari dan isu-isu aktual&lt;br /&gt;4. Menyelipkan pembelajaran etika dan moral sebagai langkah penyeimbangan kecerdasan siswa&lt;br /&gt;5. Membuat siswa kagum dengan ‘ciri khas’ guru sehingga pentransferan ilmu menjadi lebih mudah&lt;br /&gt;6. Berusaha untuk mengenali setiap siswa sebagai langkah perubahan ‘image’ menjadi lebih akrab dan terbuka&lt;br /&gt;7. Pacu terus mereka untuk aktif bertanya&lt;br /&gt;8. Hindari memberikan tugas yang sekedar menyalin dari buku cetak&lt;br /&gt;9. Sering-seringlah meminta feedback dari siswa tentang metode mengajar yang mereka inginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, saran-saran saya di atas bisa bermanfaat. Demi kebaikan kita semua: Masyarakat Indonesia. Karena pendidikanlah yang akan menjadi pondasi kokoh dari kemajuan bangsa ini. Oleh karena itu, menghasilkan pelajar yang bermutu adalah tugas kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif – Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-4462078344850968758?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/4462078344850968758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/metode-belajar-mengajar-efektif-dan_13.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4462078344850968758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4462078344850968758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/metode-belajar-mengajar-efektif-dan_13.html' title='Metode Belajar - Mengajar Efektif dan Terintegrasi'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S3Yt_a5PBGI/AAAAAAAAAFM/g2r5RNnlhVw/s72-c/belajar+mengajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6357933883310630492</id><published>2010-02-12T19:58:00.004+07:00</published><updated>2010-02-12T20:35:53.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Kreatif – Kritis: Sebuah Sintesis Pola Pikir Pelajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S3VZCdCnL3I/AAAAAAAAAE8/T2a4L4sTvrw/s1600-h/kreatif+-+kritis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 212px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S3VZCdCnL3I/AAAAAAAAAE8/T2a4L4sTvrw/s320/kreatif+-+kritis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437350023809937266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita membicarakan masa depan bangsa. Maka pelajarlah yang mungkin akan menjadi tema utama. Karena pelajar yang juga diidentikkan dengan kaum mudalah yang nantinya akan menjadi ‘gudang inovasi’ dan generasi baru untuk meneruskan proyek memajukan bangsa ini. Oleh karena itu, pembenahan dan pengembangan diri bagi seorang pelajar adalah wajib. Karena, kalau bukan kita siapa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama yang harus kita benahi dan kembangkan adalah pola pikir. Karena dari sanalah semua ucapan dan tindakan kita bersumber. Dialah ‘super komputer’ yang akan menginstruksi setiap gerak dari tubuh kita. Ibarat pesawat, dialah pilotnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir adalah sebuah kerangka yang nantinya akan menjadi acuan dari setiap tindak-tanduk kita.&lt;span class="fullpost"&gt; Sehingga, jangan heran, ketika ada dua anak yang bersekolah di tempat yang sama tapi memiliki tingkat kepatuhan terhadap peraturan yang berbeda. Hal ini terjadi karena keduanya memiliki pola pikir yang berbeda, bahkan bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengategorian pola pikir yang coba saya bahas adalah kreatif dan kritis. Dua hal yang ‘katanya’ saling bertolak belakang. Kreativitas dikatakan akan menghambat daya kritis, sedangkan kekritisan akan menghambat daya kreasi. Mungkin hal ini ada benarnya, karena memang kedua pola pikir itu lahir dari dua bagian otak yang berbeda. Kreativitas lahir dari otak kanan yang cenderung spontan dan lompat-lompat. Sedangkan kekritisan lahir dari otak kiri yang cenderung teratur dan linear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pertanyaannya, bukankah kita punya kedua bagian otak tersebut? Bukankah kita ditakdirkan memang untuk memiliki keduanya? Mengapa kita harus mengeleminasi salah satunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, bukan tanpa alasan Sang Pencipta membagi otak kita ini menjadi dua bagian dengan karakter yang bertolak belakang. Tak lain dan tak bukan, agar kita mampu tetap seimbang dan proporsional. Agar tidak ada dominasi dan monopoli dari salah satunya. Agar keduanya bisa bersinergi demi satu karya. Sungguh begitu agung ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, saya berusaha untuk menghadirkan dua keyword itu (Kreatif dan Kritis) di blog saya ini dan menjadikannya satu sintesis baru pola pikir pelajar (Sehingga menjadi Kreatif – Kritis). Meski hal ini telah sejak awal saya jadikan tagline, tapi entah mengapa perkembangan blog ini malah tidak menunjukkan ke arah sana. Hal ini mungkin dikarenakan saya pribadi yang masih perlu banyak belajar sebagai blogger remaja dan pemula. Oleh karena itu, mulai detik ini, Insya Allah saya akan mulai melakukan re-formulasi blog, agar isi blog ini bisa sinkron dengan tagline yang saya tawarkan: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kreatif – Kritis&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, satu lagi. Untuk mendukung rencana saya tersebut. Saya juga akan selalu menggunakan salam Kreatif – Kritis di setiap akhir dari tulisan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kreatif – Kritis,&lt;br /&gt;Alfisyahrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6357933883310630492?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6357933883310630492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/kreatif-kritis-sebuah-sintesis-pola.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6357933883310630492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6357933883310630492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/kreatif-kritis-sebuah-sintesis-pola.html' title='Kreatif – Kritis: Sebuah Sintesis Pola Pikir Pelajar'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S3VZCdCnL3I/AAAAAAAAAE8/T2a4L4sTvrw/s72-c/kreatif+-+kritis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-4762226209723905192</id><published>2010-02-09T20:31:00.004+07:00</published><updated>2010-02-12T20:28:18.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Sosial'/><title type='text'>Strategi Beradaptasi dengan Lingkungan Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S3FlkyvrAMI/AAAAAAAAAE0/qIdzDZMVwAQ/s1600-h/lingkungan+baru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 106px; height: 129px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S3FlkyvrAMI/AAAAAAAAAE0/qIdzDZMVwAQ/s200/lingkungan+baru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436237907984318658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini kita tidak akan berdiam diri di satu lingkungan saja. Kita akan selalu berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lainnya. Sehingga adaptasi atau pembiasaan mutlak diperlukan. Bahkan, saat waktu kita masih kecil dulu kita pun telah melakukannya. Coba ingat! Saat kita beradaptasi dengan teman masa kecil di dekat rumah, teman TK, teman SD, dan seterusnya. Tapi terkadang kita juga gagal dalam beradaptasi sehingga kita seperti ditolak di lingkungan tersebut. Huuu... sedihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kasus yang sering terjadi biasanya hanyalah sulit beradaptasi di masa-masa awal. Menilik dari kultur bangsa kita yang sebenarnya toleran. Untuk itu, kita harus punya strategi agar masa-masa adaptasi itu menjadi lebih mudah, lancar, dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa strategi yang sebagian besar saya dapatkan dari pengalaman sehari-hari:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Mulailah dengan senyuman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah bangsa dengan kultur toleran dengan pembawaan ramah. Sehingga hampir mustahil senyum anda tidak dibalas oleh mereka. Senyuman juga membuat anda terkesan ramah, terbuka, dan rendah hati. Ingat! Kesan pertama begitu menentukan citra (image) anda ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Jadilah pendengar yang baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang akan merasa sangat senang dan merasa dihargai ketika ada orang lain yang mendengarkan bahkan merespon positif pembicaraanya. Lebih banyaklah bertanya dan biarkan mereka bercerita. Selain mendengarkan, anda juga harus meresponnya dengan positif. Lebih bagus lagi jika anda mampu menambahkan informasi dan terlihat ‘nyambung’ dengan mereka. Hargailah mereka, maka mereka akan menghargaimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Carilah Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tunggu dulu! Cari masalah yang saya maksud di sini, bukanlah menciptakan masalah. Tetapi, mencari masalah untuk memberikan solusinya. Anda harus peka. Saat ada yang terlihat punya masalah dan butuh bantuan, tanyakanlah kondisi mereka dan tawarkanlah bantuan anda. Di sini anda juga bisa menciptkan citra (image) sebagai ahli di bidang tertentu. Sehingga saat ada masalah di bidang tersebut, maka andalah yang ada di pikiran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Amati dan Kenalilah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang akan sangat senang dan merasa dihargai ketika ia dimengerti. Setiap orang punya banyak sifat dan karakter. Tugas anda adalah untuk memahami dan mengenali mereka. Sehingga anda menjadi tahu, apa yang harus anda lakukan terhadap mereka. Jika yang anda lakukan tepat, mereka akan merasa anda mengerti mereka. Pahamilah mereka, maka mereka akan memahimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah, empat ajah. Sebenernya sih bisa lebih dari ini. Tapi, entar jadi kepanjangan dan bertele-tele lagih. Intinya, kita harus bisa masuk ke hati mereka dengan sikap-sikap positif kita dan kita harus punya citra (image) yang kental dan sesuai dengan inti kompetensi kita yang sebenarnya. Jadi, yang mereka tahu tentang kita harus sama seperti yang kita ingin orang tahu tentang kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-4762226209723905192?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/4762226209723905192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/strategi-beradaptasi-dengan-lingkungan.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4762226209723905192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4762226209723905192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/strategi-beradaptasi-dengan-lingkungan.html' title='Strategi Beradaptasi dengan Lingkungan Baru'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S3FlkyvrAMI/AAAAAAAAAE0/qIdzDZMVwAQ/s72-c/lingkungan+baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-8510044267521261432</id><published>2010-02-06T17:01:00.004+07:00</published><updated>2010-02-12T20:27:50.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Poster Blog Catatan Dunia Pendidikan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S21DWjd0_RI/AAAAAAAAAEs/qVxWlx9zIqU/s1600-h/Blog+Alfisyahrin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S21DWjd0_RI/AAAAAAAAAEs/qVxWlx9zIqU/s320/Blog+Alfisyahrin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435074380062588178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu iseng pengen bikin poster buat blog. Yaa, bisa buat promosilah. Eh, ternyata hasilnya lumayan. Yaudah, diposting ajah. Semoga dengan adanya poster blog saya jadi semakin ramai. Amiiin. Oya, kalau ada yang mau kasih masukan tulis di kolom komentar yah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Poster ini memiliki pesan berbentuk tiga pertanyaan utama yang dijawab dengan hadirnya blog ini. Pertama, menjadikan pendidikan sebagai pondasi kemajuan bangsa. Karena masyarakat terdidik pasti akan tercerahkan, tercerdaskan, dan mandiri. Sehingga kemajuan bangsa Indonesia bukan lagi ditopang oleh utang. Tapi kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menjadikan pelajar sebagai motor penggerak kemajuan. Karena di tangan pelajarlah harapan bangsa ini tercurah. Belajar dari pengalaman masa lalu. Pelajar yang sehari-harinya mengasup berbagai ilmu dan pengetahuan akan membentuk karakter idealis dalam diri mereka. Sehingga, kemiskinan dan kesengsaraan bangsa akan memanggil mereka untuk ikut berjuang. Lihatlah bagaimana Sarikat Dagang Islam dan Budi Utomo yang merupakan inisiasi dari para pemuda memperjuangkan bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, membentuk karakter kreatif-kritis dalam diri setiap pelajar sebagai upaya pengembangan dan pemantasan diri menuju manusia bermanfaat yang sebenarnya. Kreatif merupakan kunci dari setiap pelajar agar mampu menciptakan solusi bagi berbagai masalah di bangsa ini. Selain kreatif, pelajar juga memerlukan karakter kritis. Agar mereka tidak puas hanya dengan sedikit kreativitas. Tetapi terus berusaha menuju cita-cita kesempurnaan: Manusia Bermanfaat yang Sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-8510044267521261432?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/8510044267521261432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/poster-blog-catatan-dunia-pendidikan.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8510044267521261432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8510044267521261432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/02/poster-blog-catatan-dunia-pendidikan.html' title='Poster Blog Catatan Dunia Pendidikan Indonesia'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S21DWjd0_RI/AAAAAAAAAEs/qVxWlx9zIqU/s72-c/Blog+Alfisyahrin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-5215354704217055217</id><published>2010-01-28T19:22:00.010+07:00</published><updated>2010-02-12T20:27:34.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ujian dan Penilaian'/><title type='text'>Polemik Ujian Nasional: Pentingkah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S2GSVarI6MI/AAAAAAAAAEk/tjOb4EnQr34/s1600-h/Ujian+Nasional.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S2GSVarI6MI/AAAAAAAAAEk/tjOb4EnQr34/s320/Ujian+Nasional.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431783522220697794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari. Tapi polemik yang menyangkut dirinya tak berhenti bergulir. Kabar terbaru mengatakan Mendiknas tetap melaksanakan UN meski ada dua fraksi (FPKS dan FPDIP) yang menolak dalam rapat dengar pendapat di DPR. Hal ini membuat sebagian masyarakat terutama para aktivis pendidikan semakin 'sebal' dengan pemerintah yang seakan tak mendengar suara rakyat dan mematuhi putusan MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi yang juga adalah siswa kelas 3 dan nanti akan mengikuti UN, beban tetaplah terasa. Stress pun terkadang menyertai hari-hari saya. Tapi ada hal yang sebenarnya lebih 'mengusik hati'. Bukan tentang saya, tapi tentang kita, siswa tingkat akhir SMP dan SMA Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah ketika siswa-siswa SMA ramai-ramai ikut demonstrasi. Bukan demonstrasinya yang salah. Tapi efek psikologisnya bagi siswa tersebut. Mereka jadi sibuk memperjuangkan pembatalan UN dan melupakan tugas utamanya untuk belajar. Jika UN dibatalkan, jika tidak? Entah bagaimana efeknya bagi siswa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah ketika UN dijadikan fokus pemberitaan di berbagai media. Saya bingung, mengapa akhir-akhir ini fokus pemberitaan media selalu saja bertemakan 'polemik'. Entah itu masalah politik, ekonomi, hukum, bahkan pendidikan. Pembertiaan di media seakan menunjukkan Indonesia kini hanyalah kekacuaan. Mungkin jika disampaikan secara proporsional tak jadi masalah. Tapi menurut saya justru ketidakberimbanganlah yang sering tercitrakan. Mudah-mudah saja berbagai polemik tak membuat harapan kita hilang untuk membangun masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UN sebagai salah satu polemik 'ramai' yang menyentuh langsung kita (siswa tingkat akhir SMP dan SMA), mungkin mendapat porsi lebih di dalam hati dan pikiran kita. Berbagai pertanyaan seputar UN terus berkutat di ranah hati, pikiran, bahkan percakapan kita. Bahkan bisa dibilang kita pun was-was menanti-nanti, kira-kira apa nih keputusan terbaru dari pemerintah? Tapi yang bahaya adalah ketika porsi itu mampu mengalahkan hal-hal lain yang lebih substansial, seperti ajaran-ajaran moral, berbagai keterampilan hidup, dan wawasan yang mendunia. Karena pendidikan tak hanya UN. Lebih dari itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tak mau polemik UN memang akan tetap mendapat porsi dalam hati dan pikiran kita. Tapi kita harus menjaganya. Jangan sampai polemik itu mengalahkan porsi di hati dan pikiran kita untuk merencanakan masa depan dan terus bermanfaat bagi masyarakat. Masih banyak yang lebih penting!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-5215354704217055217?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/5215354704217055217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/polemik-ujian-nasional-pentingkah.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5215354704217055217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5215354704217055217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/polemik-ujian-nasional-pentingkah.html' title='Polemik Ujian Nasional: Pentingkah?'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S2GSVarI6MI/AAAAAAAAAEk/tjOb4EnQr34/s72-c/Ujian+Nasional.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-5566523856924887437</id><published>2010-01-17T08:00:00.004+07:00</published><updated>2010-02-12T20:27:09.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cita-Cita dan Masa Depan'/><title type='text'>4 Alasan Mengapa Anda Harus Berbisnis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S1Jl5u4z1fI/AAAAAAAAAEY/cuvQIr6vSxQ/s1600-h/bisnis-internet.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 306px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S1Jl5u4z1fI/AAAAAAAAAEY/cuvQIr6vSxQ/s320/bisnis-internet.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427512543448126962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagian besar pelajar yang pernah saya temui selalu 'menyambungkan' pilihan jurusan kuliahnya dengan pilihan karir dan profesinya. Hal ini memang tidak salah, tapi jika mereka memilih jurusan kuliah dengan pertimbangan akan mendapat gaji yang besar ketika telah lulus dan bekerja pada wilayah karir yang sesuai dengan basis jurusannya tersebut. Apa tidak salah tujuan tuh? Tujuan utama kita kuliah kan sebenarnya studi, bukan siap-siap diri buat dapet gaji. Meski uang menggiurkan, bakat dan minat diri haruslah tetap dijadikan refensi utama dalam penentuan jurusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah... Kalau anda khawatir dengan nasib masa depan anda, sehingga harus mengorbankan bakat dan minat anda sebenarnya. Saya punya solusinya. Berbisnislah! Karena semua orang dengan basis jurusan apapun pasti bisa melakukannya. Ialah salah satu alternatif cita-cita masa depan anda. Pertimbangkanlah!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan mengapa anda harus mempertimbangkan berbisnis sebagai cita-cita masa depan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Wilayah Peluang yang Begitu Luas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika lowongan pekerjaan telah semakin sedikit, sebaliknya peluang bisnis justru tetap terbuka dengan seluas-luasnya, bahkan hampir tidak terbatas. Karena pada dasarnya berbisnis adalah usaha memenuhi kebetuhan orang lain dan orang lain menggantinya dengan sejumlah uang. Sehingga terlihat jelas adanya asas saling tolong menolong dalam berbisnis. Makanya, saya seringkali kesal ketika ada pebisnis yang justru memiliki sifat serakah dan hanya mementingkan keuntungan pribadi. Pebisnis seperti itu telah mengkhianati esensi dari bisnis itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsepsi Islam, pintu rezeki dari berbisnis pun dikatakan memiliki 19 pintu dari 20 pintu yang ada. Jelas konsepsi ini pun mampu kita universalitaskan, seperti konsepsi-konsepsi Islam lainnya (Tentunya selain Aqidah dan Ibadah loh). Mungkin kalau kita simpulkan: Jika ingin kaya, maka bisnislah jalannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Waktu Kerja yang Bisa Diatur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya sering mendengar, katanya pegawai dan orang bergaji lainnya seringkali kesal. Karena waktu kerja yang telah mereka curahkan tidak sebanding dengan gaji yang mereka dapatkan. Bahkan ujung-ujungnya mereka seringkali stress. Tapi yang paling parah adalah ketika waktu kerja yang telah mengikat itu mematikan kreativitas dan kompetensi diri hasil dari hobi yang dulu sering kita lakukan. Waduh, berasa jadi robot tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, bisnis justru hadir dengan waktu kerja yang bisa diatur. Karena dalam bisnis yang dihargai bukanlah skill kita, tapi ide dan inovasi kita. Kita punya ide, kita organisasikan, hingga akhirnya kita implementasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Bebas Dipilih Oleh Siapa pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika pekerjaan pegawai atau orang bergaji lainnya biasanya mensyaratkan basis jurusan tertentu, maka bisnis justru sebaliknya. Semua orang bebas menjadi pebisnis. Siapu pun ia. Karena berbagai skill yang dibutuhkan dalam bisnis biasanya mampu kita kuasai hanya dengan membaca buku atau bahkan learning by doing. Karena sifatnya memang lebih praktikal dibanding teoritis. Salah satu pelajaran wajib yang tidak akan pernah dilewati oleh setiap pebisnis: KEGAGALAN. Karena dengan gagal, kita akan tahu mana yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Tak Lekang Oleh Zaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika banyak profesi yang naik turun tingkat kebutuhannya di masyarakat, bisnis hadir dengan segala kefleksibelitasannya. Bisnis tak lekang oleh zaman. Lihat saja! ketika zaman berubah menjadi zaman informasi terlebih dengan adanya internet. Bisnis menyesuaikan dirinya dan lahirlah bisnis online. Sungguh tak ada habisnya peluang untuk berbisnis di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ingat! Esensi bisnis tidak hanya untuk memperkaya diri, tetapi juga untuk memakmurkan orang lain. Oleh karena itu, uang yang kita dapat harus terus kita alirkan tentunya dalam kegiatan yang positif. Bantulah orang lain! Karena kebaikan anda pasti kembali pada diri anda sendiri. Apapun bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ragu lagi! Jutaan peluang bisnis telah menanti anda untuk segera menjemput mereka dan melahirkan mereka ke dunia demi kemakmuran kita bersama. Sudahkan anda menentukan cita-cita anda? Nampaknya menjadi pebisnis pilihan yang sulit ditolak deh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-5566523856924887437?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/5566523856924887437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/4-alasan-mengapa-anda-harus-berbisnis.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5566523856924887437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5566523856924887437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/4-alasan-mengapa-anda-harus-berbisnis.html' title='4 Alasan Mengapa Anda Harus Berbisnis'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S1Jl5u4z1fI/AAAAAAAAAEY/cuvQIr6vSxQ/s72-c/bisnis-internet.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6924075689143922543</id><published>2010-01-15T14:15:00.002+07:00</published><updated>2010-02-12T20:26:58.957+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cita-Cita dan Masa Depan'/><title type='text'>4 Langkah Cerdas Menentukan Cita-Cita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S1AYUdovdII/AAAAAAAAAEQ/9MgF6BCP1r4/s1600-h/ambisi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 246px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S1AYUdovdII/AAAAAAAAAEQ/9MgF6BCP1r4/s320/ambisi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426864290813408386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cita-cita bukanlah kata baru bagi diri kita. Bahkan kita telah mendengar dan mengucapkannya saat kita masih kanak-kanak. Dulu, ketika kita ditanya, "Apa cita-cita kalian anak-anak?" Entah kenapa sebagian besar dari kita pasti menjawab: dokter, pilot, insinyur, dsb. Mungkin karena saat itu profesi itulah yang terlihat keren bagi kita. Oh tidak, bukan keren, tapi koureen (melambangkan kelebayan yang sudah kronis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah... Itulah yang membedakan dulu dan kini. Dulu kita cenderung spontan dan reaktif, apa saja yang terlihat koureen pasti kita langsung menjadikkannya sosok ideal dan kita cita-citakan. Tapi kini, kita telah semakin beranjak dewasa, cara berpikir dan bersikap pun sudah seharusnya menjadi semakin bijak. Termasuk dalam menentukan cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita harus tahu, cita-cita apa yang paling tepat bagi diri kita, keluarga, masyarakat, bangsa, dan dunia (Wuih, sampe mendunia gitu). Berikut saya berikan beberapa langkahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Menyadari Misi Hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah langkah awal yang pertama kali harus kita lakukan. Sebenarnya untuk apa sih kita hidup di dunia ini? Kalau dalam Islam, misi hidup adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Sehingga segala usaha dan daya upaya kita di dunia harus tertuju pada-Nya. Tapi... Konsep ini juga bisa diuniversalitaskan kok, agar bisa diterima oleh semua pemuluk agama, yakni menjadi bermanfaat bagi setiap orang dan maju bersama dalam kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini jugalah yang seringkali membedakan antara kesuksesan yang satu dengan kesuksesan yang lain. Misal, si A merasa sukses karena berkuasa dan memiliki harta, tetapi si B justru merasa sukses karena setiap yang dia punya mampu bermanfaat bagi orang lain. Karena kesuksesan tidak dinilai dari jumlah (kuantitas) tapi dari daya kebermanfaatannya (kualitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, cita-cita apapun yang kita inginkan haruslah tetap berada pada trek ini: trek kebermanfaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Mengenali Kompetensi Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahu trek mana yang harus kita jadikan jalan, selanjutnya adalah mobil apa yang akan kita pakai. Ialah kompetensi diri. Karena kesuksesan cita-cita seseorang sangat bergantung pada ketercocokan antara kompetensi diri dengan peran yang berusaha ia ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba pikirkanlah! kira-kira kompetensi apa yang kita punya sekarang dan kira-kira peran apa yang cocok untuk kita. Tapi ingat! kompetensi adalah integrasi dari bakat dan minat. Bisa saja anda merasa tidak berbakat menulis, tapi anda berminat. Maka anda harus melatihnya, agar minat bisa ter-follow up menjadi kompetensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Melihat Kebutuhan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena trek kita adalah trek kebermanfaatan, maka kita pun harus menyesuaikan kompetensi diri kita dengan kebutuhan masyarakat. Contoh: Si A merasa mampu menjadi seorang panglima perang, tetapi negara sedang dalam keadaan damai. Seberepa bermanfaatkah ia? Pasti takkan sebesar jika negara sedang terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita juga harus mampu jeli melihat peluang. Bukan masalah uang, tapi kebaikan. Kira-kira peluang kebaikan apa yang masih banyak orang lain lirik. Maka pilihlah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah! Mulai dari hal sekitar. Kira-kira, apa yang sedang lingkungan butuhkan, sesuaikan dengan kompetensi diri kita, dan BOOM! Ledakan kebermanfaatan akan segera terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Tentukan Cita-Cita Anda Sekarang Juga!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak ada waktu lagi. Tentukanlah cita-cita anda sekarang juga. Jangan takut salah. Karena seiring dengan berjalannya waktu cita-cita itupun akan terus mengalami berbagai penyesuaian dan penyelarasan mengingat kompetensi diri yang terus berkembang dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cita-cita telah kita tentukan, tulislah karena itu akan mengikatnya, lalu ceritakanlah pada teman-teman anda karena saran dan kritik dari mereka akan sangat berguna bagi masa depan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ingat! Di perjalanan kita nanti, cita-cita akan berfungsi sebagai penjaga nafas tekad. Di kala tekad kita tidak stabil dan fluktuatif, pengingatan kembali cita-cita besar dan mulia akan melahirkan energi jiwa: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dorongan Tekad yang Menyegarkan dan Menggerakkan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6924075689143922543?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6924075689143922543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/4-langkah-cerdas-menentukan-cita-cita.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6924075689143922543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6924075689143922543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/4-langkah-cerdas-menentukan-cita-cita.html' title='4 Langkah Cerdas Menentukan Cita-Cita'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S1AYUdovdII/AAAAAAAAAEQ/9MgF6BCP1r4/s72-c/ambisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-1432335277053527638</id><published>2010-01-04T16:08:00.005+07:00</published><updated>2010-02-13T11:27:08.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar dan Mengajar'/><title type='text'>Reoritentasi Belajar: Bukan Nilai, Tapi Kecakapan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S0GyxOQankI/AAAAAAAAAEI/3gpaXhgLoxM/s1600-h/pembelajar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S0GyxOQankI/AAAAAAAAAEI/3gpaXhgLoxM/s320/pembelajar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422811985041071682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Waduh, besok ulangan, mesti belajar nih gw!” Ungkapan fiksi sederhana yang nampaknya cukup merepresentasikan kondisi pelajar masa kini. Sebuah kondisi dimana nilai ulangan, tes, ujian, dsb, menjadi orientasi belajar para siswa. Mereka menghafal rumus, teori, dan semua penjelasan di buku hanya untuk satu tujuan: mendapatkan nilai yang baik. Lalu apakah dengan nilai yang baik berarti pelajar tersebut sudah memahami pokok bahasan tersebut? Apakah dengan nilai yang baik berarti sudah mampu menjadi manusia yang lebih baik dan bisa bermanfaat bagi masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memahami Esensi Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, pendidikan dapat didefinisikan sebagai serangkaian upaya untuk memanusiakan manusia. Karena pendidikanlah yang bertugas untuk melakukan transmisi nilai (value) dan pengembangan potensi. Sehingga nantinya manusia akan punya ‘pedoman hidup’ berupa nilai-nilai serta kecakapan yang akan diaplikasikan di dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam filosofi pendidikannya, Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa perkembangan manusia itu meliputi tiga aspek: Daya Cipta (Kognitif), Daya Rasa (Afektif), dan Daya Karsa (Konatif). Dari filosofi tersebut kita bisa menyimpulkan bahwasanya manusia itu punya lebih dari satu aspek untuk dikembangkan melalui pendidikan. Sehingga penitikberatan terhadap salah satu aspek saja akan berakibat fatal terhadap masa depan sang manusia dan juga lingkungan masyarakat yang didiaminya. Salah satu contoh aktualnya ada maraknya praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat dalam kondisi perang, pendidikan adalah sebuah proses pengumpulan bekal baik berupa kecakapan maupun mental agar bisa menjadi prajurit yang gagah di medan perang. Jika pendidikan tak mampu menjalankan tugasnya tersebut, maka kekalahan di medan perang niscaya akan sering terjadi. Ini pulalah yang menjadi salah satu sebab pokok dari krisis multidimensi di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orientasi Belajar: Nilai atau Kecakapan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maksud hati sebenarnya nilai (score) itu digunakan sebagai sebuah parameter yang akan menunjukkan tingkat kepahaman pelajar untuk pokok bahasan tersebut. Namun di lapangan terjadinya banyak ketidaksinkronan. Itu berarti, kini nilai yang menjadi standard acuan itu tak lagi representatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk ketidaksinkronan tersebut adalah belajar hanya menjelang ujian atau sering disebut SKS (Sistem Kebut Semalam). Hal ini membuat pokok bahasan hanya akan menjadi hafalan jangka pendek bagi para pelajar yang mungkin hanya akan berguna untuk ujian saja. Jika hal itu yang terjadi, jangankan bisa dimanfaatkan dalam kehidupan bermasyarakat, memaknainya saja mungkin jarang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk ketidaksinkronan yang kedua adalah dianggapnya menyontek sebagai bagian dari usaha. Bagi penulis, ini adalah sebuah penghinaan yang ditujukan pada kaum sendiri, kaum terpelajar. Dulu, orang terpelajar adalah orang yang dielu-elukan masyarakat karena prospek masa depannya yang cerah. Tapi kini, sebagian dari kita telah menjerumuskan diri sendiri di dalam lubang kenistaan. Selain itu, menyontek ternyata juga berdampak buruk bagi psikologis bagi pelajar. Mereka akan menjadi malas dan tidak percaya diri. Rasa-rasanya mata rantai korupsi di Indonesia akan terus berlanjut jika mental dari para penerus bangsa masih seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya manusia telah disediakan jalan yang lurus di dunia ini. Jalan kebenaran. Namun, nafsu duniawi telah menggelapkan mata manusia, sehingga kenistaanlah yang tepat untuknya. Pendidikan yang semula memiliki misi luhur pun akan menjadi nista jikalau para pelajarnya tidak mampu mengontrol nafsu mereka. Kini hati yang bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reorientasi Belajar: Mengembalikan Pendidikan ke Jalan yang Lurus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menghentikan mata rantai kebobrokan mental di negeri ini. Itulah salah satu ‘PR’ kita sebagai generasi penerus. Salah satu caranya adalah dengan reorientasi belajar. Jangan lagi terlalu menganakemaskan nilai, karena pada dasarnya nilai itu akan ikut dengan sendirinya jika kita sudah paham tentang pokok bahasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tugas kita kini bukan hanya harus paham, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. Karena ilmu dan pengetahuan yang telah kita dapatkan di sekolah itu tidak ada harganya jika hanya diganjar dengan nilai atau ijazah. Akan tetapi, ia akan sangat berharga jika dengan hal itu kita mampu berkontribusi di masyarakat bahkan mengubah bangsa, apalagi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap pelajaran yang diberikan itu aplikatif. Sehingga salah besar jika kita menyebut ada yang namanya pelajaran hafalan. Yang ada hanyalah pokok bahasan yang sulit untuk diaplikasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan sarana yang ada. Tapi masih banyak pokok bahasan lain yang sebenarnya bisa kita aplikasikan dalam waktu dekat. Seperti bagaimana sosiologi mengajarkan kita tentang perilaku menyimpang berikut pengendalinya. Bagaimana ekonomi mengajarkan pada kita tentang penyebab perubahan kondisi perekonomian seperti inflasi, fluktuasi kurs rupiah, hingga masalah APBN. Bagaimana biologi membuka wawasan kita tentang sifat-sifat tumbuhan dan hewan yang semestinya harus bisa hidup berdampingan dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghentikan krisis multidimensi di negeri ini dan menjawab tantangan masa depan, perubahan dalam bidang pendidikan mutlak diperlukan. Sebagai pelajar, yang bisa kita lakukan adalah mengubah orientasi belajar kita dan berusaha ‘menyambungkan’ setiap pokok bahasan yang kita pelajari dengan fenomena alam dan sosial. Ketika pendidikan sudah kembali ke jalan yang lurus, perubahan besar bangsa ini bukan lagi sekedar mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perubahan Arus Bawah: Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pandangan tertunduk, tak berani menatap ke depan. Mereka takut dengan tantangan zaman. Mereka tak berani melakukan perubahan. Merekalah sebagian pemuda zaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi bangsa yang memiliki tingkat keberagaman sangat tinggi, perubahan arus atas (kebijakan/peraturan) dirasa kurang efektif, mengingat besarnya potensi penolakan akibat banyaknya perbedaan pandangan. Sehingga salah satu cara yang lumayan efektif adalah perubahan arus bawah. Perubahan dari akar rumput. Perubahan yang dimulai dengan cara mengubah diri sendiri dan mengajak orang lain untuk ikut berubah. Dalam Islam, hal ini disebut dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama adalah meyakini diri sendiri tentang kebenaran ini. Kebenaran tentang esensi pendidikan yang sebenarnya. Kebenaran tentang orientasi belajar yang benar. Kebenaran tentang keharusan ‘menyambungkan’ pokok bahasan dengan fenomena alam dan sosial. Keyakinan tersebut nantinya akan menampilkan sosok baru dari diri kita dan mungkin saja akan menimbulkan pertanyaan dari sebagian teman kita. “Makin lama makin cerdas aja lu?”, “Wuih, wawasan lu kok makin luas aja?”, “Lu kok bisa dapet nilai bagus tanpa nyontek sih?”, Jawab pertanyaan itu dengan yakin: “Karena gw telah melakukan apa yang seharusnya pelajar lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika pendidikan sudah kembali ke jalan yang lurus, perubahan besar bangsa ini bukan lagi sekedar mimpi.&lt;/span&gt;” (Alfisyahrin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.facebook.com/alfisyahrin?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile#/note.php?note_id=224261966326"&gt;notes FB pribadi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-1432335277053527638?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/1432335277053527638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/reoritentasi-belajar-bukan-nilai-tapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/1432335277053527638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/1432335277053527638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/reoritentasi-belajar-bukan-nilai-tapi.html' title='Reoritentasi Belajar: Bukan Nilai, Tapi Kecakapan'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/S0GyxOQankI/AAAAAAAAAEI/3gpaXhgLoxM/s72-c/pembelajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-9123016357711519002</id><published>2010-01-01T20:08:00.004+07:00</published><updated>2010-01-02T09:07:23.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Rinduku Padamu Blog Pribadiku</title><content type='html'>Hufft, tak terasa sudah sekitar 5 bulan blog tidak saya update-update lagi. Bahkan sudah tidak saya buka-buka lagi. Semua yang sempet saya bangun dulu jadi hilang dan harus mulai dari nol lagi deh (Topseratus dan Kumpulblogger). Tapi yang paling sedih, adalah jika saya harus kehilangan kalian, wahai teman-teman online, karena mungkin merasa blog seperti sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dimulai ketika saya sudah naik ke kelas 3 SMA. Di mana awalnya saya berpikir untuk fokus pada persiapan masuk PTN. Sehingga saya mulai mengurangi beraktivitas di dunia penulisan yang selama ini saya geluti. Tapi di tengah musim alias sekitar november dan desember, saya berpikir ulang, ternyata saat saya kelas 3 SMA pikiran saya semakin matang, sehingga seharusnya saya bisa menciptakan ide-ide yang lebih matang juga. Akhirnya saya pun kembali beraktivitas di dunia penulisan, yakni kembali mengurusi sebuah majalah suplemen untuk sebuah organisasi di sekolah dan beberapa kali bikin note di Facebook. Bagaimana dengan Blog?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah itu dia, entah kenapa saya baru ingat tentang blog di akhir-akhir ini. Rasanya rindu sekali memang. Karena lewat bloglah pertama kali saya belajar untuk menulis secara rutin (meskipun bisa dibilang jarang juga sih). Selain itu, saya juga dapat beberapa teman Facebook yang sebenarnya datang ke blog pribadi saya ini terlebih dahulu. Sungguh besar jasamu padaku blog pribadiku (Lebay banget gak sih?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, saya ingin kembali menulis rutin di blog ini. Paling tidak 2 minggu sekalilah, daripada kayak mati ini blog gara-gara gak diupdate-update. Sebagai permulaan saya akan memindahkan beberapa note saya di Facebook ke blog ini. Tapi hanya beberapa loh, yaa jelas yang sejalan dengan visi blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pembaca dan teman-teman online sekalian, tunggu artikel-artikel selanjutnya yah. Karena saya telah kembali. Tunggu saja tanggal mainnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, selalu ingat pesan saya yah: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadilah Pelajar Kreatif nan Kritis yang Akan Memajukan Indonesia di Masa Depan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-9123016357711519002?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/9123016357711519002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/rinduku-padamu-blog-pribadiku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/9123016357711519002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/9123016357711519002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/01/rinduku-padamu-blog-pribadiku.html' title='Rinduku Padamu Blog Pribadiku'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6255090761059626441</id><published>2009-07-02T10:02:00.009+07:00</published><updated>2010-07-04T14:11:07.578+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurusan dan Peminatan'/><title type='text'>Enaknya Jadi Siswa di Jurusan IPS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/Sk92BHrm70I/AAAAAAAAAEA/r_bbN7sAGEE/s1600-h/Social+Management.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/Sk92BHrm70I/AAAAAAAAAEA/r_bbN7sAGEE/s200/Social+Management.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354628243580710722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Melihat adik-adik saya kelas X yang kemarin-kemarin pada curhat di facebook gara-gara masuk jurusan IPS. Saya jadi terinspirasi untung membuat tulisan ini. Di sekolahku (SMAN 13 Jakarta - Red.) kelas IPA sekarang semakin sedikit. Yang dulunya 5 dari 9 kelas, sekarang hanya 2 dari 7 kelas. Kontan saja banyak dari adik-adikku ini yang kesal. Karena sekolah seperti memperkecil peluang mereka untuk masuk IPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal ini berpotensi membuat siswa jurusan IPS menurun kualitasnya. Ini dikarenakan banyaknya siswa yang masuk jurusan IPS tapi tidak memiliki minat di bidang ini. Tapi belum tentu juga sih, karena menurut pengalaman saya banyak dari siswa kelas X yang tidak sadar kalau sebenarnya potensi mereka itu ada di jurusan IPS. Bahkan terkadang ada yang dipaksakan orang tuanya untuk masuk jurusan IPA.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah ternyata diantara mereka ada yang bertanya, "Enaknya di jurusan IPS apa sih?". Gak tahu kenapa gw males jawab pertanyaan itu. Tapi mungkin dengan artikel ini pertanyaan itu bisa dijawab. Oya, selain bisa meyakinkan diri kita dalam menjalani hidup sebagai siswa di jurusan IPS, artikel ini juga bisa dibuat sebagai dasar kita dalam membuat argumen untuk meyakinkan orang tua kita tentang jurusan IPS loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Belajar Hal Yang Dinamis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Jurusan IPS kita belajar banyak hal yang dinamis atau gampang berubah. Sebuah statement yang keluar dari seseorang pada tahun 1999 ternyata bisa dipatahkan oleh orang lain pada tahun 2008 dengan alasan mengikuti perkembangan zaman. Nah, di kelas nanti biasanya ada perdebatan diantara siswa-siswa yang mempercayai kedua pendapat tersebut. "Ilmu sosial itu ilmu yang mudah mengalami perubahan, di setiap perubahan tersebut akan timbul perdebatan-perdebatan yang lebih dekat dengan dunia luar" pungkas April salah satu siswa kelas XI IPS di SMAN 13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Melatih Kemampuan Berdiskusi dan Berdebat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata April, di Jurusan IPS nanti akan banyak terjadi perbedaan pendapat yang sangat mungkin menimbulkan perdebatan. Prinsip ilmu yang tidak pasti membuat kita dilatih untuk berpikir kritis dalam memandang suatu masalah. Kita dituntut untuk tidak langsung menerima dan menelan mentah-mentah suatu statement. Udah gitu, perdebatan yang terjadi akan lebih enak buat kita karena masalah diperdebatkan cenderung dekat dengan kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Mempelajari Ilmu yang Mudah Diterapakan di Kehidupan Sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang IPS tuh jurusan hapalan. Wakwau, salah besar tuh. Sebenarnya semua jurusan tuh ada hapalannya dan ada juga prakteknya. Sangat disayangkan ketika masih banyak yang belum menyadari adanya &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/03/kenapa-jurusan-ips-gak-ada-prakteknya.html"&gt;praktek di Jurusan IPS&lt;/a&gt;. Padahal pelajaran-pelajaran seperti Ekonomi, Geografi, Sosiologi justru lebih mudah diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Kita bisa mencatan pengeluaran duit jajan kita. Kita juga bisa mengamati bahkan memberikan solusi pada berbagai penyimpangan sosial di sekitar kita. Yang lebih mantabz nih kalau kita lagi kebetulan pulang kampung, kita bisa tuh mengamati sistem irigasi di sana. Sebenarnya sih masih banyak lagi tapi segitu dulu ajalah. Kalau masih kurang bilang aja, ntar saya kasih tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Cocok untuk Siswa yang Ingin Aktif Berorganisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa SMA bisa dibilang masa yang paling maknyus untuk belajar berorganisasi. Kenapa eh kenapa? Ini dikarenakan Masa SMA adalah masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Sehingga kita membutuhkan bekal-bekal yang nantinya akan kita butuhkan di masa dewasa. Nah, salah satunya adalah kemampuan berorganisasi. Di Jurusan IPS beban pelajaran cenderung lebih ringan dibanding jurusan IPA yang biasanya dipenuhi banyak tugas. Bahkan saya malah meningkat prestasi akademiknya semenjak masuk Jurusan IPS dan aktif berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Prospeknya Lagi Cerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala saat Orde Baru Jurusan IPA seakan lebih diunggulkan. Tahu gak kenapa? Itu dikarenakan pada masa pembangunan seperti saat itu kita memang banyak membutuhkan insinyur dan ilmuwan. Tapi sekarang, tren sudah berganti kawan. Ketika krisis global sedang melanda dunia, kita membutuhkan banyak ekonom yang punya pemikiran revolusioner. Kita juga membutuhkan banyak sosiolog untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana? Masih kurang gak? Saya pikir sih beberapa alasan diatas sudah cukup untuk menyudahi episode kesalahpahaman kita tentang jurusan IPS. Layaknya sinetron-sinetron di layar kaca, selama ini kita sudah dijejali dengan berbagai informasi yang salah tentang Jurusan IPS. Semoga artikel ini bisa menjadi sedikit pencarahan ditengah banyaknya pandangan miring sebagian kalangan tentang Jurusan IPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat teman-teman yang sedang atau ingin masuk ke Jurusan IPS, semangat yah. Tugas kita kini bukan hanya memakmurkan diri sendiri, tapi juga memakmurkan orang lain dan negara ini. Pesan saya untuk seluruh pelajar Indonesia "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadilah Pelajar Kreatif nan Kritis yang Akan Memajukan Indonesia di Masa Depan!&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo... Kalau mau berdebat yang sehat dong. Jangan pakai kata hinaan dan caciaan, tapi argumentasi yang berdasar. Pakai kecerdasan kita untuk saling membangkitkan, bukan saling menjatuhkan. Kalau mau sedikit pencerahan, ini saya arahkan ke salah satu posting saya: &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2010/03/jurusan-ipa-vs-ips-masihkan-harus.html"&gt;Jurusan IPA &amp;amp; IPS: Masihkah Harus Dipertetangkan?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6255090761059626441?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6255090761059626441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/07/enaknya-jadi-siswa-di-jurusan-ips.html#comment-form' title='148 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6255090761059626441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6255090761059626441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/07/enaknya-jadi-siswa-di-jurusan-ips.html' title='Enaknya Jadi Siswa di Jurusan IPS'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/Sk92BHrm70I/AAAAAAAAAEA/r_bbN7sAGEE/s72-c/Social+Management.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>148</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6911468466810264101</id><published>2009-06-27T16:17:00.004+07:00</published><updated>2009-06-27T16:26:04.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Meningkatkan Traffic Dengan Mendaftar di Topseratus</title><content type='html'>&lt;a target="_blank" href="http://www.topseratus.com/"&gt;&lt;img src="http://www.topseratus.com/button.php?u=Alfisyahrin" alt="100 Blog Indonesia Terbaik" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua Blogger tentunya ingin blognya ramai dan banyak dikunjungi orang lain. Nah salah satu sarananya adalah dengan mendaftarkan blog kita ke &lt;a href="http://topseratus.com/"&gt;TopSeratus.com&lt;/a&gt;. Disini anda dapat melihat peringkat blog Indonesia berdasarkan VOTE IN , PAGEVIEWS maupun VOTE OUT dalam 21 kategori. Hanya blog dengan vote minimum = 1 yang ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pageviews adalah jumlah pengunjung yang datang ke blog member.&lt;br /&gt;In adalah jumlah votes yang diberikan pengunjung blog member ke TopSeratus.&lt;br /&gt;Out adalah jumlah pengunjung yang datang dari TopSeratus ke blog member.&lt;br /&gt;Topseratus memiliki fasilitas untuk melihat peringkat berdasarkan ketiganya.&lt;br /&gt;Peringkat disusun berdasarkan jumlah votes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan menjadi member TopSeratus adalah:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan peringkat terutama Google page rank dan Alexa rank.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan jumlah pengunjung ke blog anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat blog anda lebih dikenal dan mendatangkan pengunjung baru.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki statistik pribadi yang menampilkan thumbshot blog anda, Google Pagerank, Statistik Alexa, jumlah pageviews dan unique pageviews blog anda dalam format harian, mingguan dan bulanan dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Untuk meningkatkan votes pengunjung, disarankan memasang banner TopSeratus di 1/3 bagian atas blog sehingga mudah terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara daftarnya? Sangat mudah sekali, anda hanya tinggal klik gambar TopSeratus.com di blog ini. Setelah sampai di situsnya tinggal klik link yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6911468466810264101?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6911468466810264101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/meningkatkan-traffic-dengan-mendaftar_27.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6911468466810264101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6911468466810264101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/meningkatkan-traffic-dengan-mendaftar_27.html' title='Meningkatkan Traffic Dengan Mendaftar di Topseratus'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-8509333826719150667</id><published>2009-06-21T13:09:00.006+07:00</published><updated>2010-02-12T20:24:32.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>[Download] Film Garuda di Dadaku (GDD)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/Sj3aOFeM-3I/AAAAAAAAADc/CKUurkLUPZM/s1600-h/garuda_didadaku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 173px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/Sj3aOFeM-3I/AAAAAAAAADc/CKUurkLUPZM/s200/garuda_didadaku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349671867907898226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanggal 18 Juni 2009, Salah satu film karya sineas Indonesia diputar secara serempak di putar di bioskop seluruh Indonesia. Salman Aristo sang empunya cerita yang telah menunggu selama 4 tahun demi mewujudkan ide ceritanya Garuda di Dadaku (GDD). Hingga akhirnya dia bertemu dengan Shanty Haryaman yang mengatakan sanggup mengangkatnya ke layar lebar. Lantas Shaty menggaet Ifa Isfansyah, sutradara muda spesialis film pendek yang baru menyelesaikan sekolah filmnya di Korea Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya mendidik dan menghibur, film ini juga memberikan perspektif yang berbeda bagi anak-anak Indonesia. Tidak seperti film anak Indonesia yang biasanya menceritakan tentang petualangan, GDD mengangkat cerita tentang sebuah obsesi dan harapan dari seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buat yang belum nonton filmnya ini saya sediakan resensi untuk anda&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu, yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, memiliki satu mimpi dalam hidupnya: menjadi pemain sepak bola hebat. Setiap hari dengan penuh semangat, ia menggiring bola menyusuri gang-gang di sekitar rumahnya sambil mendribble bola untuk sampai ke lapangan bulu tangkis dan berlatih sendiri di sana. Heri, sahabat Bayu penggila bola, sangat yakin akan kemampuan dan bakat Bayu. Dialah motivator dan “pelatih” cerdas yang meyakinkan Bayu agar mau ikut seleksi untuk masuk Tim Nasional U-13 yang nantinya akan mewakili Indonesia berlaga di arena internasional. Namun Pak Usman, kakek Bayu, sangat menentang impian Bayu karena baginya menjadi pemain sepak bola identik dengan hidup miskin dan tidak punya masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibantu teman baru bernama Zahra yang misterius, Bayu dan Heri harus mencari-cari berbagai alasan agar Bayu dapat terus berlatih sepak bola. Tetapi hambatan demi hambatan terus menghadang mimpi Bayu, dan bahkan persahabatan tiga anak itu terancam putus. Terlalu mulukkah impian Bayu untuk menjadi pemain sepak bola yang hebat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf kepada para pembaca, karena blog ini tidak menyediakan link download film Garuda di Dadaku. Lebih baik nonton di bioskop saja atau tunggu VCD originalnya. Tapi saya akan menyediakan link dowload untuk &lt;a href="http://www.indowebster.com/Garuda_di_Dadaku_2009.html"&gt;trailer GDD&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.indowebster.com/netral_garuda_didadaku.html"&gt;OST. GDD "Netral-Garuda di Dadaku"&lt;/a&gt;. Link ini menggunakan server lokal sehingga dijamin cepet dah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi: Harian Sindo 14 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-8509333826719150667?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/8509333826719150667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/download-film-garuda-di-dadaku-gdd.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8509333826719150667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8509333826719150667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/download-film-garuda-di-dadaku-gdd.html' title='[Download] Film Garuda di Dadaku (GDD)'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/Sj3aOFeM-3I/AAAAAAAAADc/CKUurkLUPZM/s72-c/garuda_didadaku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-1242763784560138351</id><published>2009-06-21T09:13:00.004+07:00</published><updated>2009-06-21T11:09:13.481+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Ganti Template Blog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/Sj2geSIHW7I/AAAAAAAAADU/ew9D65Ejhv8/s1600-h/itheme3center.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/Sj2geSIHW7I/AAAAAAAAADU/ew9D65Ejhv8/s200/itheme3center.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349608374508411826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin beberapa pengunjung lama merasa ada yang berbeda ketika mengunjungi blog ini lagi. Seperti ada yang berbeda gitu deh. Hehehe, memang ada sih bedanya tapi sedikit banget. Ada sedikit cerita menarik loh yang mewarnai proses penggantian template ini. Yang merasa tertarik lanjut yah bacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada suatu waktu saya berkunjung ke &lt;a href="http://peradnya.co.cc/"&gt;blognya mas peradnya&lt;/a&gt;. Disana saya sangat terkejut saat melihat template blognya mirip sangat dengan blog saya. Tapi setelah saya lihat lebih seksama, hufft ternyata ada bedanya. Blognya mas peradnya itu 3 kolom dengan sidebar di kiri dan kanan. Tapi pada saat itu saya belum melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan, hingga suatu waktu saya memikirkan sidebar blog saya yang hanya ada di sebelah kiri itu mulai dipenuhi widget-widget. Lalu saya terpikirkan untuk menambah kolom di blog saya ini. Saya mulai mencari tutorial-tutorial untuk menambahkan kolom. Tapi usaha saya itu tidak mendapatkan hasil karena (mungkin) struktur HTML blog saya ini berbeda dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi takdir berkata lain. Saat saya sedang berjalan-jalan di &lt;a href="http://forum.smadav.net/"&gt;Forum SMADAV&lt;/a&gt; saya melihat postingnya mas peradnya a.k.a APTX. Betapa gembiranya saya karena saya menjadi teringat dengan dia. Dengan jari secepat kilat saya langsung mengirimkan email ke mas peradnya. Alhamdulillah dia membalas email saya lalu menunjukkan ke saya &lt;a href="http://www.magznetwork.com/blogger-templates/itheme-techno-blogger-template.html"&gt;tempat dimana saya bisa mendapatkan templat blog yang versi 3 kolom&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian kisah dari saya. Special thanks to &lt;a href="http://peradnya.co.cc/"&gt;APTX a.k.a Peradnya&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://forum.smadav.net/"&gt;Forum SMADAV&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.magznetwork.com/"&gt;Magznetwork&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-1242763784560138351?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/1242763784560138351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/ganti-template.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/1242763784560138351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/1242763784560138351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/ganti-template.html' title='Ganti Template Blog'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/Sj2geSIHW7I/AAAAAAAAADU/ew9D65Ejhv8/s72-c/itheme3center.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-8757978273632338659</id><published>2009-06-15T19:47:00.006+07:00</published><updated>2010-02-12T20:24:08.038+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ujian dan Penilaian'/><title type='text'>Menyontek Itu Berbahaya!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SjZE7C-4UJI/AAAAAAAAACk/0Fbx66KCcoY/s1600-h/menyontek.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SjZE7C-4UJI/AAAAAAAAACk/0Fbx66KCcoY/s200/menyontek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347537388752621714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti yang sudah kita ketahui, sekarang siswa-siswa nampaknya telah &lt;a href="http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/salah-kaprah-tentang-nilai-di-sekolah.html"&gt;salah mengartikan nilai yang mereka dapatkan&lt;/a&gt;. Mereka menganggap nilai sebagai tujuan yang harus bisa mereka dapatkan apapun caranya. Nah, salah satu cara mendapatkan nilai yang baik adalah dengan menyontek. Sebuah shortcut untuk mendapatkan nilai yang baik dengan waktu singkat dan usaha yang tidak terlalu berat. Bahkan sampai-sampai ada yang sudah master dan lihai dalam melakukan perbuatan illegal ini (Parah banget yah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi yang amat disayangkan guru-guru sebagai pembimbing kurang mampu menggiring siswanya untuk menghindari kebiasaan buruk ini. Mereka hanya melarang tanpa memberikan penjelasan betapa bahayanya dampak yang ditimbulkan kebiasaan kecil ini. Untuk itu saya akan mencoba membeberkan kepada para pembaca sekalian betapa bahayanya menyontek.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.  Unconfident Syndrome&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syndom ini adalah penyakit awal yang akan menyerang para penyontek. Penderita yang notabene baru mencoba ataupun jarang menyontek akan mulai ketagihan dengan menyontek. Syndrom ini akan membuat si penderita merasa tidak percaya diri dan menjadi ketergantungan terhadap orang lain. Syndrom ini bisa dibilang adalah gejala awal dari seorang penyontek yang mungkin saja nantinya akan jadi Penyontek Sejati.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  STEV (Short Term Effect Virus)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Virus ini akan membuat sang penderita hanya memikirkan jangka pendeknya saja dalam melakukan sesuatu. Ibarat kata virus ini akan membuat penderita seperti berada di surga dalam beberapa detik, terus langsung jatuh ke neraka untuk selamanya. Virus ini sangat berbahaya karena dia bisa melemahkan sistem imun otak dan hati kita. Sehingga nantinya otak dan hati kita bisa terserang penyakit-penyakit lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. DBM (Demen Bermales-Malesan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini biasanya menyerang orang-orang yang sudah menderita STEV dan merasa bisa mencapai tujuan mereka (Mendapat nilai bagus – red.). Gejala-gejalanya ialah jarang memperhatikan saat guru menjelaskan, jarang mengerjakan tugasnya sendiri, bahkan terkadang hingga bolos sekolah. Namun DBM ini juga bisa menyerang siapa saja, karena semangat setiap orang cenderung fluktuatif, kadang rajin kadang males. Nah, kalau lagi males, langsung dah DBM menyerang dengan tiba-tiba dan tanpa permisi. Tapi tenang saja, buat orang-orang yang gak biasa nyontek dijamin DBM gak akan menjangkiti kita lama-lama kok. Tapi buat yang biasa nyontek, mmm gawat banget tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit-penyakit di atas hanyalah sedikit dari bahaya yang bisa terjadi akibat kebiasaan menyontek. Sebuah kebiasaan kecil yang nantinya akan merusak mental kita sebagai pelajar. Kita tidak akan lagi punya jiwa kompetisi untuk bersaing secara sehat. Bersaing di kelas saja tidak mampu, apalagi nanti di dunia kerja, waduh gawat deh. Selain itu kebiasaan menggunakan cara yang tidak halal untuk menggapai suatu tujuan akan menjadikan kita manusia yang mempunyai etos kerja buruk. Kalau etos kerja kita buruk, waduh bahaya tuh buat boss-boss kita nanti. Mereka akan mempunyai seorang karyawan yang memiliki etos kerja buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya manusia BODOH yang tetap melakukan perbuatan yang jelas-jelas berbahaya bagi dirinya&lt;/span&gt;.” (Muhammad Alfisyahrin – Pelajar SMAN 13 Jakut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-8757978273632338659?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/8757978273632338659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/menyontek-itu-berbahaya.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8757978273632338659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8757978273632338659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/menyontek-itu-berbahaya.html' title='Menyontek Itu Berbahaya!'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SjZE7C-4UJI/AAAAAAAAACk/0Fbx66KCcoY/s72-c/menyontek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-8334507032142362159</id><published>2009-06-13T06:56:00.007+07:00</published><updated>2010-02-12T20:23:53.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ujian dan Penilaian'/><title type='text'>Salah Kaprah Tentang Nilai Di Sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SjZA9tBmrPI/AAAAAAAAACc/r_iiUIIksp0/s1600-h/Score.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SjZA9tBmrPI/AAAAAAAAACc/r_iiUIIksp0/s200/Score.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347533036351565042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah kita ketahui sekolah adalah salah satu tempat kita untuk belajar. Karena di tempat inilah kita dikondisikan untuk mengerti suatu materi dengan dibimbing seorang guru dan dibekali berbagai fasilitas. Setelah proses belajar itu kita akan dihadapkan pada suatu prosesi berikutnya yang dinamakan ULANGAN. Pada prosesi ini kita akan dites, sudah seberapa mengerti kita dengan materi yang diajarkan. Lalu hasil dari tes tersebut dinamakan NILAI.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun amat disayangkan ketika nilai yang kita capai tidak sesuai dengan pencapaian pemahaman kita. Jadi kita seperti membohongi diri sendiri. Kita belum mengerti tapi seakan-akan mengerti dengan mendapatkan nilai yang baik. Metode untuk membohongi diri sendiri pun begitu banyak. Tapi mungkin yang paling sering kita lakukan adalah menyontek. Bahkan lebih dari itu, sekarang menyontek sudah dianggap seperti kebiasaan yang mendapatkan legitimasi dari sekolah dengan sistemnya yang lebih mementingkan nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya nilai itu menjadi tolak ukur diri sendiri, sudah seberapa mengerti kita terhadap materi yang diajarkan. Agar nantinya saat kita mendapatkan nilai tersebut kita bisa melakukan evaluasi untuk mengambil langkah kedepannya. Jikalau hasilnya sudah baik, berarti kita harus mempertahankan metode pembelajaran yang kita pakai. Akan tetapi jika hasilnya kurang baik, coba kita ingat-ingat kembali apakah belajar kita sudah maksimal atau apakah metode belajar yang kita gunakan sudah tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat kawan, tujuan kita berangkat ke sekolah bukanlah untuk mengejar nilai. Tapi mengejar ilmu dan pengetahuan. Jangan mau terjerambab ke dalam lubang MaDeSu (Masa Depan Suram) hanya demi nilai yang sifatnya sangat sementara. Nilai kita tuh adalah representasi dari kita sendiri. Kalau mau nilai bagus berusahalah kawan. KITA PASTI BISA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-8334507032142362159?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/8334507032142362159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/salah-kaprah-tentang-nilai-di-sekolah.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8334507032142362159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8334507032142362159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/salah-kaprah-tentang-nilai-di-sekolah.html' title='Salah Kaprah Tentang Nilai Di Sekolah'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SjZA9tBmrPI/AAAAAAAAACc/r_iiUIIksp0/s72-c/Score.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-5814816704669721298</id><published>2009-06-09T19:19:00.003+07:00</published><updated>2009-06-19T16:51:09.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Cara Nyari Animasi di Google</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SjtfXEd5LpI/AAAAAAAAACw/W7P6lpgTR_Q/s1600-h/google-index-flash-swf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SjtfXEd5LpI/AAAAAAAAACw/W7P6lpgTR_Q/s200/google-index-flash-swf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348973832373350034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tulisan ini saya buat karena teringat akan tugas yang pernah diberikan oleh guru Biologi saya (Pak Agus). Waktu itu saya dan teman-teman disuruh nyari animasi untuk mendukung presentasi kami. Pak Agus bilang keywordnya “Animation Science”, tapi selama 1 jam saya mencari di warnet gak ketemu-ketemu. Sebenarnya saya dan teman-teman sekelompok udah frustasi dan yakin gak akan ketemu. Akan tetapi Allah punya kehendak lain. Hari minggu saya di ajak ayah saya ke gramedia cempaka mas. Disana saya melihat sebuah buku komputer berjudul “Google Hacking”, sontak saya langsung membuka plastik pembuskus dan membaca isinya. Ternyata buku itu berisi berbagai kombinasi-kombinasi keyword untuk mendapatkan jawaban yang sesuai dari Google.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu saya pergi ke warnet dengan niat pengen unduh lagu-lagu terbaru. Akan tetapi entah mengapa saya bisa mendapatkan suatu kombinasi keyword untuk mendapatkan animasi dari google. Kombinasinya adalah =&gt; keyword filetype:swf. Saat saya coba =&gt; snail filetype:swf =&gt; Waw, luar biasa saya berhasil mendapatkan animasi-animasi tentang siput. Saya mencari menggunakan bahasa Inggris karena menurut saya orang Indonesia masih jarang yang bikin animasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya:&lt;br /&gt;'filetype:' adalah salah satu keyword yang berfungsi sebagai filter berdasarkan tipe file. Misal kita tulis =&gt; filetype:doc =&gt; maka hasil pencarian yang tampil hanyalah file “Word Document” . Nah swf adalah tipe file ANIMASI. Setahu saya masih banyak lagi tipe file yang bisa difilter, contoh: xls (Excel), ppt (Power Point), pdf (e-book), bmp jpg gif (gambar). Namun setelah saya tes ternyata keyword ini tidak berfungsi untuk tipe file audio dan video (mungkin sudah dilindungi oleh Google).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa membantu teman-teman semua yang pengen nyari animasi baik untuk koleksi pribadi maupun tugas sekolah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-5814816704669721298?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/5814816704669721298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/cara-nyari-animasi-di-google.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5814816704669721298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5814816704669721298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/cara-nyari-animasi-di-google.html' title='Cara Nyari Animasi di Google'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SjtfXEd5LpI/AAAAAAAAACw/W7P6lpgTR_Q/s72-c/google-index-flash-swf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6259330539338739464</id><published>2009-05-23T17:42:00.003+07:00</published><updated>2010-02-12T20:21:57.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Rumus Pasti Mendapatkan Jodoh</title><content type='html'>Dewasa ini banyak sekali biro jodoh yang bertebaran di mana-mana. Biro jodoh pun seakan-akan menjadi solusi untuk para jombloers yang sudah mulai frustasi dengan kesendiriannya. Akan tetapi para pelanggan biro jodoh ini nampaknya tidak sadar akan janji Allah yang saya sebut “Rumus Pasti Mendapatkan Jodoh”. Rumus ini adalah sebuah solusi absolut yang telah Allah janjikan kepada hamba-hamba-Nya yang percaya kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang keji bagi lelaki yang keji, Lelaki yang keji bagi wanita yang keji. Wanita yang baik bagi lelaki yang baik, Dan lelaki baik bagi wanita yang baik. Mereka itu bebas dari apa yang orang tuduhkan. Bagi mereka ampunan rezeki yang mulia. (Q.S An-Nur:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat diatas tergambar jelas bahwasanya Allah telah menjanjikan seseorang akan mendapatkan jodohnya sesuai dengan akhlaknya sendiri. Jikalau akhlak mereka baik, maka jodoh akhlak mereka pun akan baik pula. Sebaliknya seseorang yang mempunyai akhlak yang buruk, akan memperoleh jodoh yang berakhlak buruk juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwasanya kita tidak perlu bersusah payah mencari jodoh dengan cara “ala barat” seperti biro jodoh, dsb. Karena Allah telah menentukan jodoh kita yang ternyata akhlaknya akan berbanding lurus dengan akhlak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya kawan, untuk mendapatkan sosok jodoh idaman kita harus memperbaiki diri kita sendiri. Jika kita suka berkata bohong, hentikanlah jika kita tidak mau punya jodoh seorang pembohong. Jika kita suka bersentuhan dengan non mahram, hentikanlah jika kita tidak mau punya jodoh seorang yang juga suka bersentuhan dengan lawan jenisnya. Semua yang akan kita dapatkan nanti tergantung dari usaha kita sekarang. Perubahan untuk hidup yang lebih baik. Semangat kawan, Harapan Itu Masih Ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar datangnya dari Allah, yang salah datangnya dari saya pribadi. CMIIW (Correct Me If I Wrong)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6259330539338739464?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6259330539338739464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/05/dewasa-ini-banyak-sekali-biro-jodoh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6259330539338739464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6259330539338739464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/05/dewasa-ini-banyak-sekali-biro-jodoh.html' title='Rumus Pasti Mendapatkan Jodoh'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-534766974466398172</id><published>2009-03-25T15:48:00.008+07:00</published><updated>2010-02-12T20:21:39.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurusan dan Peminatan'/><title type='text'>Kenapa Jurusan IPS Gak ada Prakteknya?</title><content type='html'>Dewasa ini, telah menjadi hal yang lumrah, jikalau jurusan IPA sering dianggap lebih unggul dibanding jurusan IPS. Hal ini disebabkan oleh pelajaran yang dipelajari di IPA cenderung lebih tinggi beberapa tingkat dibanding IPS. Mungkin karena hal itu juga, pelajaran IPA pun selalu dilengakapi dengan fasilitas Laboraturium untuk praktek. Apakah hanya pelajaran IPA (Biologi, Fisika, Kimia) saja yang membutuhkan praktek? Apakah pelajaran IPS (Ekonomi, Geografi, Sosiologi) tidak butuh praktek?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal ini yang menyebabkan IPS dibilang jurusan hapalan (yang gak aplikatif). Hahaha.... mereka salah besar. Emangnya Biologi gak hapalan? Sebenarnya kedua jurusan di atas sama-sama membutuhkan praktek. Tapi sayangnya masih banyak pihak yang belum sadar tentang perlunya fasilitas praktek untuk jurusan IPS (Bahkan anak IPS itu sendiri). Mungkin dalam benak kita masih bertanya-tanya, emang IPS prakteknya ngapain? Tenang saja saya akan sebutkan sedikit saran saya untuk pihak sekolah agar anak IPS juga bisa dapet fasilitas untuk praktek.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bank Mini. Sebenarnya usul saya dapatkan dari guru sejarah saya (Pak Adi). Disana siswa-siswi bisa menyimpan uang mereka, lalu yang melakukan pengelolaan adalah siswa-siswa terpilih dari jurusan IPS. Selain bisa mempraktekkan pelajaran Akuntansi mereka, mereka juga bisa saling berkompetisi untuk mendapatkan jabatan sebagai pengurus Bank Mini&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Study Tour. Mungkin kita pernah melakukan Study Tour ke desa-desa nun jauh disana. Nah, yang saya maksud disini tuh bukan Study Tour yang jauh-jauh, banyak makan biaya dan waktu itu. Tapi study tour hemat dan cermat. Misalnya satu kelas dilepas di suatu terminal untuk mengamati interaksi masyarakat disana. Terus mereka disuruh untuk bisa mendapatkan data-data tentang masyarakat di terminal tersebut. Nah, kepakekan tuh ilmu sosiologinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jualan di Sekolah. Saya agak kurang suka melihat beberapa oknum di sekolah yang tidak suka muridnya berjualan di sekolah. Padahal ini akan menghasilkan jiwa-jiwa marketer yang nantinya akan dibutuhkan dalam dunia kerja. Nah, kalo yang ini gabungan antara ekonomi sama sosiologi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Memberikan tugas tentang kehidupan sehari-hari. Contohnya kalau geografi, buat sensus penduduk di RT kamu! Terus kalau ekonomi, buat laporan pengeluaran uang jajan kamu selama sebulan! Atau kalau sosiologi, sebutkan contoh perilaku menyimpang yang ada di lingkunganmu dan apa penyebabnya? Tugasnya lebih menantang kan? Daripada cuman disuruh ngerjain soal yang udah ada isinya di buku, mendingan saya baca buku aja daripada nyalin lagi. Betul gak?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Intinya jurusan IPA atau IPS sama saja. Tidak ada yang lebih tinggi satu sama lain. Tergantung dari minat dan bakat kita. Saya berpesan untuk teman-teman saya anak IPA, manfaatkan laboratiummu sebagai tempat untuk membuktikan ilmu yang kalian dapat dari buku. Jangan sia-siakan fasilitas yang sudah sekolah berikan. Terus buat anak IPS saya berpesan untuk terus berinovasi agar bisa merubah paradigma sebagian orang tentang jurusan IPS. Perjuangkan terus apa yang seharusnya menjadi hak kita! Gimana temen-temen, Ada usul lain gak?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-534766974466398172?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/534766974466398172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/03/kenapa-jurusan-ips-gak-ada-prakteknya.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/534766974466398172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/534766974466398172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/03/kenapa-jurusan-ips-gak-ada-prakteknya.html' title='Kenapa Jurusan IPS Gak ada Prakteknya?'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-7098537785343341917</id><published>2009-03-21T11:52:00.003+07:00</published><updated>2010-02-12T20:20:45.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cita-Cita dan Masa Depan'/><title type='text'>Jangan Mau Jadi Pegawai</title><content type='html'>Mungkin sebagian besar anak SMA dan anak Kuliah ingin sekali kerja di tempat yang enak, dengan jabatan yang tinggi, serta gaji yang tinggi pula. Mereka juga pasti akan mencari jurusan yang berpeluang besar mendapatkan pekerjaan dengan kriteria di atas. Apakah benar semua orang ingin jadi pegawai? Terus yang mau bayar kita siapa dong? Makanya rubah pemikiran kita tentang pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan itu tidak selalu menjadi pegawai dan cara mencari pekerjaan pun tidak hanya melamar pekerjaan. Gue sering lihat nih banyak orang yang pontang panting nyari kerja, keliling jakarta, beli koran (buat ngelihat lowongan pekerjaan) tapi hasilnya seringkali kurang memuaskan. Menurut gue pribadi ada beberapa alasan yang bikin gue bahkan anda pembaca gak mau jadi pegawai:&lt;br /&gt;1. Kesempatan kerja yang semakin lama semakin sedikit&lt;br /&gt;2. Sulit untuk berkembang (palingan cuma naik jabatan, itu juga prosesnya lama)&lt;br /&gt;3. Mematikan kreatifitas (Improvisasi kita sering dibatasi boss)&lt;br /&gt;4. Gak tahan sama boss (apalagi kalo bossnya galak)&lt;br /&gt;5. Bikin bosen (karena kita menjalani rutinitas yang hampir sama setiap harinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana? Masih mau jadi pegawai? Ayolah sudah saatnya kita beralih menjadi wirausahawan. Come on Friend!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-7098537785343341917?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/7098537785343341917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/03/jangan-mau-jadi-pegawai.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/7098537785343341917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/7098537785343341917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/03/jangan-mau-jadi-pegawai.html' title='Jangan Mau Jadi Pegawai'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-5523993360867668253</id><published>2009-02-04T18:43:00.008+07:00</published><updated>2010-02-13T11:27:37.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar dan Mengajar'/><title type='text'>Tips Menaikkan Ranking di Kelas</title><content type='html'>&lt;style type="text/css"&gt;  &lt;!--   @page { margin: 2cm }   P { margin-bottom: 0.21cm }  --&gt;&lt;/style&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SYmJ736W1XI/AAAAAAAAACE/z70SAvkAu5k/s1600-h/winner.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 241px; height: 195px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SYmJ736W1XI/AAAAAAAAACE/z70SAvkAu5k/s320/winner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298918098292102514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Semua orang pasti pengen dapet nilai yang bagus dan rangking yang tinggi. Tapi hanya sebagian orang saja yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;bisa mewujudkannya. Kira-kira caraya gimana yah? Nih, gue kasih se&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;dikit tips buat temen-temen yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;pengen rankingnya naik.&lt;/span&gt; &lt;ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Fokus  saat guru menerangkan (mencatat adalah salah satu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;cara ampuh untuk  semakin merangsang otak kita dalam mengingat pelajaran)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Duduk  di depan (80% dari temen gue yang duduk di depan rankingnya tinggi)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Berpikir positif (sebagian besar temen gw yang bilang “belum belajar nih”, “aduh susah banget sih”, “gak bisa gue” gagal dalam ujian)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Persiapkan diri kita sebelum pelajaran dimulai (pastikan otak kita tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blank&lt;/span&gt; saat guru menerangkan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Yakin  pada kemampuan diri kita (keyakinan pada diri sendiri akan  menguatkan hati kita)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Tidak  mencontek (sebagian besar peringkat 1-3 diisi oleh orang-orang yang  percaya akan kemampuan dirinya)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Tips-tips ini udah gue coba dan hasilnya lumayan memuaskan. Dulu gue peringkat 33, eh sekarang jadi peringkat 8. Alhamdulillah, Thanks Allah. Target selanjutnya adalah peringkat 4. Semoga tercapai, doain yah?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-5523993360867668253?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/5523993360867668253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/02/tips-menaikkan-ranking-di-kelas.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5523993360867668253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/5523993360867668253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/02/tips-menaikkan-ranking-di-kelas.html' title='Tips Menaikkan Ranking di Kelas'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SYmJ736W1XI/AAAAAAAAACE/z70SAvkAu5k/s72-c/winner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-6556819230548589031</id><published>2009-01-31T11:47:00.005+07:00</published><updated>2010-04-30T07:42:54.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Asal Mula Nama Muhammad Alfisyahrin</title><content type='html'>Ada yang bilang gue dinamain kayak gini karena gue lahir di malam Lailatul Qadar (Alfisyahrin = 1000 bulan). Padahal kan malam Lailatul Qadar cuman Allah yang tahu. Nah, Bertepatan dengan hari kelahiran gue, gue bakalan mengungkap misteri tabir dibalik nama gue ini (Halah sok misterius banget deh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ceritanya begini. Dulu waktu Bokap gue (Zulkomar) lagi ngaji, dia tiba-tiba nemuin ayat yang sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amazing &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;banget. 'Alfisyahrin' yang artinya seribu bulan. Trus kenapa? Nih gini filosofinya. Bokap gue kan namanya Zulkomar, tapi sebenernya nama aslinya Zul'Qomar' yang artinya bulan. Nah bokap gue kan cuman satu tuh bulannya kalau bulannya 1000. Jadi bokap gue mengharapkan gue bisa lebih baik dari dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau nama 'Muhammad' itu ditambahkan setelah nama Alfisyahrin telah disematkan ke gue. Biar gue bisa mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga doa-doa yang diharapkan ortu gue bisa menjadi kenyataan. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-6556819230548589031?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/6556819230548589031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/01/asal-mula-nama-muhammad-alfisyahrin.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6556819230548589031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/6556819230548589031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/01/asal-mula-nama-muhammad-alfisyahrin.html' title='Asal Mula Nama Muhammad Alfisyahrin'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-4271074038795764993</id><published>2009-01-31T11:25:00.006+07:00</published><updated>2010-02-12T20:16:46.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Kesalahan Kurikulum di Indonesia</title><content type='html'>Kata orang-orang majunya suatu negara ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Jadi tidak heran pendidikan di negara-negara maju pasti bagus. Nah, apakah menurut anda Indonesia tidak maju-maju karena kualitas pendidikannya yang masih kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue di sini coba memaparkan kira-kira apa aja sih kesalahan kurikulum di Indonesia. Semoga kita bisa berbagi solusi disini.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Semua murid seakan-akan diwajibkan naik kelas (Sehingga banyak nilai-nilai yang dipaksakan/dikatrol)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenaikan kelas hanya ditentukan oleh nilai pelajaran/kognitif (Aspek lain seakan-akan hanya menjadi pelengkap saja)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak ada pelajaran tentang kewirausahawan (Sehingga sebagian besar dari lulusan kita berpikir untuk mencari kerja)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ujian/Ulangan dijadikan sebagai standar kualitas bukan bahan acuan untuk lebih baik (Seakan-akan siswa yang nilainya jelek adalah bodoh)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih mementingkan hasil akhir daripada proses belajar (Berdampak pada mentalitas siswa)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku masih menjadi sumber utama dalam belajar (Jadi kalau yang gak punya buku pasti dimarahin)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua kesalahan di atas akan terus terakumulasi dan menjadikan mentalitas siswa-siswa di Indonesia semakin bobrok. Dari sinilah calon-calon koruptor masa depan kita tercipta!&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Bagi yang sudah baca artikel ini harus memberikan solusi melalui komentar. Karena kalau kita sudah tahu sumber kebobrokan bangsa ini masa' kita hanya diam saja? Give Your Resolution!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-4271074038795764993?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/4271074038795764993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/01/kesalahan-kurikulum-di-indonesia.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4271074038795764993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/4271074038795764993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/01/kesalahan-kurikulum-di-indonesia.html' title='Kesalahan Kurikulum di Indonesia'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-8261167815045079902</id><published>2009-01-18T19:06:00.005+07:00</published><updated>2010-02-12T20:16:08.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cita-Cita dan Masa Depan'/><title type='text'>Memulai Bisnis Sejak Dini</title><content type='html'>Kabarnya perusahaan di Indonesia hanya mampu menyerap 2% dari tenaga kerja yang tersedia. Waduh bahaya dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak juga tuh. Sebagai generasi muda khususnya pelajar dan mahasiswa sebenarnya masih banyak peluang untuk memperoleh penghasilan. Tapi hanya sebagian orang yang sadar. Sebagian yang lain masih saja berpikiran untuk mencari pekerjaan. Sekarang mah udah gak jaman nyari kerja, sekarang itu jamannya membuat pekerjaan. Belajar bisnis yuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar bisnis sebenarnya sih gak harus nunggu selesai kuliah, sekarang juga bisa. Asalkan ada niat dan tekad yang bulat. Malahan kalau kita masih sekolah atau kuliah peluang bisnis kita cepat berkembang lebih besar, kenapa? Karena konsumen kita sudah tersedia. Iya betul teman-teman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nih gue punya sedikit tips untuk anda-anda semua yang ingin memperoleh uang tambahan atau bahkan memulai bisnis yang nantinya akan menjadi pekerjaan kita.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gunakan hobi atau kemampuan anda untuk menghasilkan uang. Jadi kalau anda punya kemampuan tunjukkan dan manfaatkanlah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sering-sering lah menawarkan jasa atau barang anda ke teman-teman anda. Tapi jangan memaksa yah!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajak teman-temanmu untuk menjadi agen yang nantinya akan membantumu mempromosikan dan menjual jasa atau barangmu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau bisnismu sudah ada ditempat lain, coba banting harga biar konsumen lebih tertarik&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang lebih ekstrem lagi, buat pamflet dan taruh di mading. Kalau boleh sama pengurus madingnya yah!&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Nih gue kasih juga contoh-contoh usaha yang mungkin bisa jadi referensi anda dalam memulai bisnis.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jasa Pengetikan dan Print (Buat anda yang komputer dan printer)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa Bikin poster, pamflet, brosur (Buat anda yang merasa jago designing)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa Les/Kursus (Buat anda yang merasa pinter dan sabar)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengajukan tulisan anda ke redaksi majalah (Buat yang suka nulis)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengikuti Lomba sesuai hobi anda (Jangan menyerah kalau kalah)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makanan (Buat anda yang suka memasak)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pin dan Assesoris lainnya (Ini mah yang penting tahu tempat grosirannya ajah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa pembuatan tugas dan makalah (Sebenarnya sih ini gak baik tapi boleh juga lah kalau cuman buat contoh)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buletin atau Majalah (Nah ini dia nih bisnis yang menurut gue paling menjanjikan). Khusus yang nomor 9 ini nanti bakalan gue jelasin lebih detail lagi mulai dari pembentukan tim sampai menjadi majalah secara utuh. Tunggu Artikel gue yang khusus membahas tentang hal ini yah!&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Berlatih bisnis memang bagus, tapi tugas utama kita tetaplah 'BELAJAR'. Semangat Kawanku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-8261167815045079902?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/8261167815045079902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/01/memulai-bisnis-sejak-dini.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8261167815045079902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/8261167815045079902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/01/memulai-bisnis-sejak-dini.html' title='Memulai Bisnis Sejak Dini'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8686840947644542170.post-2146078275670173608</id><published>2009-01-18T17:18:00.009+07:00</published><updated>2010-02-12T20:15:06.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Efek dari Up to Date?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;   "Makanya Up to Date dong!". Kata-kata itu mungkin sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari urusan gaya berbusana, gaya berbicara, gaya rambut, terutama gadget-gadget nan mahal (HP, mp3, laptop, dll). Apakah benar kita harus selalu mengikuti perkembangan zaman? Ikuti pembahasannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang-sekarang ini mungkin yang lagi trend itu adalah HP 3g. Banyak orang yang berani merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli HP tersebut. Padahal mungkin banyak orang yang sebelumnya sudah memiliki HP tapi karena ada yang lebih canggih, beli lagi deh yang baru. Setahunya gue sih rata-rata orang menengah ke atas itu beli HP baru setiap 1-3 tahun sekali. Wuih... Udah gitu kalau beli yang mahal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain HP mungkin salah satunya PC Game. Semakin lama Developer PC Game terus meningkat kualitas game mereka, tapi hal ini juga akan membuat game tersebut membutuhkan spesifikasi komputer yang tinggi. Jadi jika para remaja sedang jalan-jalan di Toko Kaset Game, langsung deh kata-kata ini keluar "Ayah, RAM komputer kita ditambah dong biar bisa mainin game ini" atau "Ayah, Beli Video Card baru dong biar bisa mainin game ini" (Kayaknya pengalaman pribadi nih...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai perkembangan zaman menjerumuskan kita pada hidup yang konsumtif. Jangan sampai di dalam otak kita hanya ada kata "Besok beli ini", "Besok beli itu", "Beli semuanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu gue, Up to Date berarti mengikuti perkembangan dunia dalam berbagai bidang. Namun siapa yang mengembangkan dunia? Negara Maju bukan? Seharusnya kita jangan cuma mengikuti perkembangan dunia, tapi juga kita harus bisa membuat dunia berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Up to Date boleh-boleh saja asalkan dengan porsinya tidak banyak, Tapi apakah semua perkembangan wajib kita ikuti? Gak Kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang diciptakan mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. So, Jadikan kelebihan kita sebagai sarana untuk merubah diri kita, merubah keluarga, merubah lingkungan, merubah bangsa, dan merubah dunia. Tanamkan dalam otak kita "Apa yang bisa aku buat" bukan "Apa yang bisa aku beli". Lets Produce!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8686840947644542170-2146078275670173608?l=muhammadalfisyahrin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/feeds/2146078275670173608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/01/efek-dari-up-to-date.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/2146078275670173608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8686840947644542170/posts/default/2146078275670173608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/01/efek-dari-up-to-date.html' title='Efek dari Up to Date?'/><author><name>Alfisyahrin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13690619028095396884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_E6jacmAd43c/SXMBUSEgFgI/AAAAAAAAABg/mFXwJBIQzLM/S220/%24up3r%24t%40r(415).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
